Nama Turah Manik Widagda, atau kerap disapa Om Turah MW, kini sedang meroket di Pulau Bali. Hal itu tak terlepas dari prestasi murai batu Galileo andalannya. Dalam sebulan terakhir, Galileo rajin berprestasi dalam berbagai even di Pulau Dewata. Kalau nggak nomor satu, ya nomor dua.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Murai batu Galileo: Panjang ekor 19 cm, main dahsyat, full isian, tanpa suara dasar.

Murai batu Galileo belum lama ditake-over dari Mr Unyil. Tetapi sejak dibeli, Galileo sempat gembos dalam beberapa kejuaraan yang diikutinya. Burung tidak mau bekerja maksimal, hanya masuk 10 saja di beberapa even saja.

“Padahal, soal perawatannya, saya masih mengikuti setelan yang diterapkan Om Unyil. Tetapi hasilnya nihil. Akhirnya, perawatan Galileo saya percayakan kembali kepada Om Unyil,” kata Om Turah.

Om Turah Manik Widagda (kiri) bersama Om Unyil (tengah) dan Om Weka Kaweka.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Benar saja. Murai batu Galileo kembali rajin berprestasi. Tampil di Gantangan GSM Tabanan, Galileo sukses mencetak double winner.

Minggu berikutnya, burung ini  tampil di Lapangan Alit Saputra Tabanan. “Namun karena terlambat datang, Galileo tidak tampil maksimal pada sesi pertama, sehingga harus puas menjadi runner-up. Baru pada sesi kedua, Galileo meraih juara pertama,” kata Om Unyil.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Beberapa bukti prestasi murai batu Galileo.

Murai batu Galileo punya tembakan andalan berupa suara kenari dan cililin. Ini berkat program pemasteran menggunakan burung konin yang memiliki materi isian kenari dan cililin.

“Sebab suara konin kan tidak terlalu besar, sehingga murai batu bisa fokus mendengar suara masterannya,” tambah Om Unyil.

Tips perawatan murai batu Galileo

Berikut ini tips perawatan murai batu Galileo yang diterapkan Om Unyil selama ini:

  • Burung mandi setiap pagi (pukul 07.00).
  • Setelah itu dijemur hingga pukul 09.00, kemudian dianginkan sejenak. Mandi jemur tak hanya bisa membuat nyaman burung-burung tipe fighter seperti murai batu.
  • Setelah dianginkan, burung dimasukkan ke ruang pemasteran.
  • Extra fooding (EF) terdiri atas jangkrik (5 / 5) dan kroto segar (dua hari sekali).
Om Unyil berpengalaman menangani MB Galileo di rumah dan di lapangan.

Perawatan lomba murai batu Galileo

Menurut Om Turah, salah satu kunci keberhasilan murai batu Galileo adalah penanganan saat di lapangan lomba. Berikut ini intisarinya:

  • Setiba di lapangan lomba, burung disendirikan, sehingga jauh dari keberadaan murai-murai lainya.
  • Minimal lima sesi sebelum naik gantang, murai jangan ditinggal sendiri. Om Unyil selalu ada di sampingnya, sembari diajak bercengkerama.
  • Dasar sangkar dibersihkan dari sisa pakan dan kotoran, agar burung merasa nyaman.
  • Tangkringan disemprot halus dengan air.
  • Sekitar dua sesi sebelum naik gantang, burung diberi asupan ulat kandang sebanyak 2 sendok teh. Ulat hongkong tidak diberikan, karena Galileo merasa panas jika diberi pakan tersebut.

“Intinya, kebersihan serta kenyamanan menjadi kunci utama agar murai batu tampil prima di gantangan,” kata Om Unyil yang tetap mendapat kepercayaan Om Turah MW untuk merawat murai batu Galileo.

Galileo kini juga dipersiapkan menghadapi beberapa even akbar, baik di Pulau Dewata maupun di luar Bali. “Semoga Galileo makin rajin berprestasi,” kata Om Turah yang bergabung dengan Jalak Bali Team pimpinan Mr Ngurah ARB. (Kontributor: Weka Kaweka)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.