Burung kenari: Peluang penangkaran burung saat ini dan masa mendatang (4)

Penangkaran kenari tetap punya prospek bagus

Penangkaran kenari tetap punya prospek bagus

Burung kanari terkenal sebagai burung yang mudah ditangkarkan. Hal ini tentu tidak mengherankan kalau kita menilik sejarah penyebaran burung kenari itu sendiri. Burung kenari yang menyebar ke seluruh dunia, pada dasarnya adalah burung-burung kenari hasil penangkaran para penangkar burung di belahan Eropa Barat sana.

Di Indonesia saat ini, penangkaran burung kenari sudah demikian populernya dan karena mudahnya menangkarkan burung kenari, bahkan hal itu bisa dilakukan oleh para pemula dunia hobi burung.

Kenari malang

Zaman keemasan penangkaran burung kenari di Indonesia pernah terjadi beberapa tahun lampau. Salah satu kelompok penangkar yang mendulang banyak untung dari zaman keemasan ini adalah para penangkar burung kenari di wilayah Malang. Sedemikian populer keahlian mereka menghasilkan anakan-anakan kenari yang kemudian membanjiri pasar-pasar burung di Indonesia, sampai-sampai muncul “trah” tersendiri untuk kenari Indonesia, yakni trah “kenari Malang”.

Era popularitas kenari Malang yang pernah melambung, kemudian bergerak turun seiring dengan menurunnya popularitas hobi burung pasca merebaknya isu flu burung yang disusul kemudian dengan hantaman popularitas (tanaman) gelombang cinta.

Ketika isu flu burung menghilang dan hantaman gelombang cinta mereda, penangkaran burung kenari di Malang tidak bangkit serta merta. Banyak penangkar burung kenari di Malang yang sudah men-switch usaha mereka dengan menangkarkan berbagai jenis tanaman, atau bahkan sudah berhenti sama sekali dari usaha penangkaran.

Kalau ada yang kemudian memulai usaha penangkaran kenari lagi, maka jumlah mereka tidak banyak dan mereka tidak lagi bisa membanjiri pasar-pasar burung di Indonesia dengan kenari berbranding “kenari malang”. Selain jumlahnya tidak lagi signifikan, pada saat yang sama mulai bertumbuhan penangkar-penangkar kenari di kota-kota lain di Indonesia.

Oleh karena itu akhirnya kita mendengar beberapa branding baru kenari-kenari hasil penangkaran dari kota lain. Branding yang terdengar cukup kuat antara lain adalah “kenari Solo“, “kenari Jogja” dan “kenari Bandung”.

Berbeda dengan apa yang dilakukan para penangkar di Malang pada waktu lampau, para penangkar burung di Solo dan Jogja cenderung mengembangkan kenari untuk tujuan lomba dengan titik berat menghasilkan burung kenari dengan volume keras. Sementara untuk penangkar burung di Bandung, lebih terbranding sebagai penghasil kenari-kenari warna, dengan red-factor canary sebagai andalan.

Dengan berkembangnya trend lomba kicauan dibanding trend lomba warna burung, maka branding kenari Solo atau Jogja lebih kuat ketimbang branding kenari Bandung.

Pada perkembangan selanjutnya, branding kenari Solo dan Jogja semakin terangkat dengan aktivitas para kicaumania yang tergabung dalam Paguyuban Penggemar Burung Kenari Indonesia (Papburi). Papburi mengembangkan trend kenari-kenari isian, atau kenari yang bisa menyuarakan variasi suara burung jenis lainnya.

Dengan demikian, produk-produk penangkar kenari Solo dan Jogja saat ini terkenal dengan volume yang keras dan suara isiannya (ada yang mengisi dengan suara blackhtroat, ciblek, jalak, dan lain-lain).

Melambungnya popularitas F1 yorkshire

Volume yang keras dari kenari secara umum diasumsikan bisa dihasilkan oleh kenari dengan postur besar. Namun, kekristalan suara burung kenari, yang bisa terasa menonjol di arena lomba, diasumsikan bisa dihasilkan oleh kenari-kenari tipe penyanyi seperti spanish timbrado, roller, American singer canary, waterslager dan beberapa varian kenari tipe (song type) penyanyi lainnya. Oleh karena adanya asumsi-asumsi tersebut, berkembanglah trend persilangan kenari postur besar (yorkshire atau lancasier) dengan kenari-kenari tipe penyanyi.

Terbatasnya stok kenari tipe penyanyi di pasaran, akhirnya pengembangan kenari dititikberatkan pada menghasilkan suara dengan volume keras. Namun karena keterbatasan jumlah kenari yorkshire betina di pasaran, para penangkar pun memilih kenaril betina “lokal” dan yorkshire jantan sebagai indukan. Yang saya sebut sebagai kenari “lokal” di sini adalah kenari jenis sembarang dan tidak diketahui garis moyangnya yang beredar secara umum di pasaran Indonesia.

Masalah kenari F1, F2, AF dan kenari lokal

Hasil persilangan yorkshire jantan dengan kenari betina lokal populer disebut sebagai kenari F1 yorkshire. Jika F1 yorkshire ini disilangkan lagi dengan kenari yorkshire, maka maka anakan ini disebut sebagai F2 yorkshire. Kalau F2 yorkshire dikembalikan lagi disilang dengan yorkshire, inilah yang secara umum sebagai kenari F3.

Dalam kasus lain, jika kenari yorkshire (jantan atau betina) disilangkan dengan lancasier misalnya, dia akan menghasilkan anakan yang biasa disebut sebagai F1 yorkshire dan bisa juga disebut F2 lancasier.

Jika kenari F1 yorkshire atau F1 lancasier atau F1 spanish timbrado misalnya disilangkan dengan kenari sembarang yang berbeda subspesies dengan indukannya, inilah yang kemudian disebut sebagai kenari AF. Jika AF disilang dengan AF misalnya, maka kenari ini sudah tidak b isa ditandai lagi garis nenek moyangnya, dan inilah yang bisa atau biasa disebut sebagai “kenari lokal” alias kenari dengan garis keturunan yang campur-baur dan sekarang banyak beredar di pasaran.

Ketika “kenari lokal” itu dikembalikan lagi disilangkan dengan yorkshire, maka dia akan menghasilkan lagi apa yang disebut F1 yorkshire.

Mohon dicatat, bahwa istilah F1, F2, F3, AF dan lokal ini adalah istilah-istilah yang dikenal secara umum di dunia hobi burung dan bukan “istilah ilmiah”. Juga, istilah-istilah itu tidak umum diterapkan pada persilangan burung jenis lain apalagi istilah baku yang diterapkan oleh pemerintah untuk burung-burung hasil penangkaran burung langka seperti jalak bali misalnya. (Untuk penangkaran jalak bali, tunggu artikel selanjutnya ya…).

Prospek penangkaran kenari

Kembali pada topik pembicaraan kita mengenai prospek penangkaran burung kenari, maka saya mengatakan masih sangat bagus dan akan terus berkembang dan mendapatkan pasar di dunia hobi burung. Sebab sebagaimana saya tulis pada artikel serial propek penangkaran burung sebelumnya, semua tergantung pada bagaimana tingkat penyerapan pasar terhadap burung kenari anakan.

Sebagaimana kita ketahui, burung kenari yang merajai arena lomba saat ini adalah burung-burung kenari dengan volume dan isian yang unik. Untuk mengetahui bagaimana volume suara anakan kenari, maka hal itu bisa ditilik dari volume suara indukannya, jenis indukannya (kenari postur ataukah kenari tipe penyanyi ataukah kenari “sembarang”) dan bisa juga ditilik dari performa “kakak-kakaknya” yang sudah diproduksi dan diorbitkan sebelumnya.

Namun karena hal itu bukanlah rumus baku, maka perburuan kenari dengan volume keras saat ini banyak dilakukan dengan “asal-asalan” dan “untung-untungan” dan lebih banyak dilihat dari jenis indukannya, yakni apakah berpostur besar atau kecil.

Kondisi itu memacu orang untuk selalu “mengoleksi” anakan-anakan kenari dengan harapan “siapa tahu volumenya keras”. Pada saat sama, pemburu kenari anakan juga memoles burungnya dengan isian-isian yang sedang ngetrend di arena lomba atau membuat variasi lain seperti yang diinginkannya.

Ketika kenari yang diharapkan penghobi burung bervolume keras ternyata hanya bervolume biasa-biasa saja, atau terjadi kegagalan dalam pemasteran (burung menyuarakan lagu isian yang tidak diharapkan), maka penghobi burung akan berburu lagi anakan-anakan kenari dan berusaha lagi “mencetak kenari idaman”.

Para penghobi burung kenari tidak akan pernah menyesal “telah salah” membeli anakan burung kenari yang belakangan terbukti bervolume biasa saja. Mereka menyadari bahwa itulah salah satu risiko membeli burung dengan budget yang ditekan serendah mungkin. Tetapi kalau belakangan burungnya bisa bersuara dengan volume keras, maka itulah salah satu kebahagiaan dan kebanggan dirinya menjadi penghobi burung.

Juga, para penghobi burung kenari tidak akan pernah menyesal “telah salah” memaster anakan burung kenari yang belakangan terbukti tidak bisa membawakan lagu yang dimasterkan. Mereka menyadari bahwa itulah salah satu konsekuensi pemasteran burung, ada yang berhasil dan banyak yang gagal.

Para penghobi burung kenari menyadari bahwa kalau ingin memiliki burung kenari bervolume keras dan isian yang bagus, ya tinggal bertanya kepada diri sendiri berapa besar uang yang harus disediakan.

Kondisi yang demikian itulah yang membuat saya yakin bahwa penangkaran burung kenari tetap memiliki prospek yang bagus di masa mendatang.

Tentu saja, jika Anda adalah pemula, belajarlah menangkarkan burung kenari sembarang dulu. Barulah ketika sudah berpengalaman, Anda mulai memilih-milih jenis indukan dengan budget yang ditinggikan sesuai obsesi dan keinginan Anda untuk menghasilkan anakan kenari jenis apa dengan kualitas yang bagaimana. (Bersambung)

Baca juga artikel terkait:

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 21 comments

  1. aji

    saya peternak pemula dari tegal…..saat ini saya punya indukan 10 betina lokal…dan sudah rajin produksinya
    tpi bulan ini kan cuaca nya kurang mendukung.masalah saya adalah kenari anakan saya banyak yang pada mati…
    tolong om duto…ksih tips biar masalah saya dapat ter atasi…sebelumnya trimakasih banyak

  2. Age Saja

    om sy dah ternak kenari 2 tahun berjalan,alhamdullillah lancar tetapi akhir akhir ini sy punya problem om. yaitu 2 periode terkhir penetasan kali ini ndak jadi semua, telur kosong. padahal ada 6 sarang , masing masing sarang berisi 4 telur. gimana ini om mohon petunjuk dan masukkannya. apa karena musim ya om thanks for all . bravo kenari mania.

  3. bima samudera

    maaf om saya mau tanya, saya ini pemula penangkar kenari, saya punya 2 pasang kenari, tp yg baru saya jodohkan yg kenari kuning sunkiss sm kenari polos kuning gadhing.. tp gg mau kawin2? bgmana cara supaya cpt kawin dan menghasilkan anakan yg bagus om? terima kasih atas solusinya.

  4. Agusmas

    wah… mumet juga klo bicara soal fillial ya Om….. ena’e gini aja…. yang penting pilih indukan yang bagus pasti anaknya bagus…. tinggal kita mau kembangin ke arah mana, warna / postur /suara. jadi ya pilih indukan yang sesuai dengan tujuan ahir iya nggak Om….? lagian klo menurut saya suara N performa lebih penting ketimbang gede-gedean postur… gedhe tapi “Begu” (bisu) yo ngisin-isini….
    bener kaya peternak malang itu Om, mereka sebut kenarinya “kenari Malang” jadi gak ribut AF opo F1,F2,F3 opo maneh F4 sing ono Dauming se seko korea… he…he…he….
    Niku menurut Kulo lho OM….. maju terus KENARI…..

  5. rony metania

    Om mau tanya masalah istilah nih…knp kenari hasil perkawinan f1 x f1 kok disebut f1 juga?Harusx kan disebut af?apa penamaan f1,f2 dst itu di liat dari postur bukan dari turunan apa?Saya kok malah bingung dng istilah2 ini…mohon pencerahan…trims.

  6. Partogi Samosir

    Permisi Om Duto..
    Maaf ni newbie mau nanya..

    Ingin bertanya tentang probabilitas persilangan antara:
    1. Scotch Fancy jantan vs Spanish Timbrado betina
    2. Spanish Timbrado jantan vs Scotch Fancy betina
    3. Dutch Frill jantan vs Spanish Timbrado betina
    4. Spanish Timbrado jantan vs Dutch Frill betina
    5. Scotch Fancy jantan vs Dutch Frill betina
    6. Dutch Frill jantan vs Scotch Fancy betina

    Pengen mencoba bereksperimen, tapi takutnya ada gen yang nabrak dan malah berujung kegagalan produksi total kan gawat..

    Mohon bantuannya om-om semua.. :D
    Terimakasih sebelumnya

  7. ba'im

    e pak kumis tipis… F1 F2 dst sangat ilmiah banget!!!!!!!!!!!!
    jenengan sak sedulur kakak dan adik itu namanya
    juga F1 nya bapa dan ibu e anda
    anak e jenengan itu F2 ne bapak lan ibu e jenengan

    F itu filial (keturunan)

    dah ya,

    yang lain d pikir sendiri.

    nb;kenari mania daridulu masalah keturunan emang banyak yang salah kaprah
    tapi ga popo yang penting payu dijual

    maaf ya

  8. ismail marzuky

    sore om,..
    lw boleh tw brung knari yg bisa d kawin kan umur brapa,.?
    induk umur brapa.?
    jantan ny umur brapa,.?
    aqu mw coba” ternak kenari,.
    mkasih info ny om,.
    artikel om ne udh lengkap kan,.
    untuk slanjut ny biar q cri sndiri d artikel om..

  9. juni chandra

    slamat siang om..!!!
    sy mau belajar penagkaran kenari nih…!!! mohon wawasanx dong om.
    trs kalo saya mau cari indukan yg bagus alias mantap disurabaya/sidoarjo dmana,om??
    sy jg mohon bantuanx dr agan2 skalian minta alamatx penagkaran yg ada disurabaya/sidoarjo ya.
    terima kasih buanyak sblumx.
    sms/tlp jg ga pa2 diharapkan malahan di : 083831109479
    please…..please….!!!!

  10. agus prawoto

    Bos,saya punya kenari pernah bertelur tapi tdk netas dan yg satunya mau netas tapi anaknya dibuang keluar sarang sama induknya,tolong solusinya bos.

  11. guruage kendal

    om setelah membaca artikel panjenengan ini, kulo langkung mantaaap anggenipun sinau ternak kenari. Kulo gadhah kenari jantan 2 betinanipun 6. 5 sampun ngendhok om. Mugi-mugi sukses om. Ini pertama kali kulo nyobi ternak kenari om. Matur nuwun om.

  12. awe

    sugeng ndalu Om..mo numpang nanya2,mohon dibantu..
    klo KN yg holland itu termasuk lokal apa AF ato trmsk F1?klo mmg beda,trs perbedaan yg mencolok antara AF dan holand apa ya?trs kelebihan dan kekurangan dr keduanya apa?
    mohon infonya,matursuwun seblmnya.

  13. EKO WAHYUDI

    sangat bgus artikely om,tp ada 1 hal yg ingin aku tanyain lg am om dutto:soal nama2/istilah keturunan.aku drumah punya anakn kenari f1ys x lizard:seharusy kan nm lengakpy kn f2lzys.tp ada org yg mnyebuty AF.nah yg agk rancu d sini om.tp mnurutku soal istilah nm keturunan gk trlalu pnting yg pnting lg2 balik k kualitas kenari tsbt.karna dulu aku juga punya knari lokal,soal lagu+volume+gaya tak d raggukan lg.maaf klo kurg berkenan

Komentar ditutup.