Menyiasati volume suara burung “lemot” agar menonjol di lapangan

burung murai batuBeberapa waktu lalu saya diajak teman melatih burung murai batu di latihan bersama yang digelar secara rutin di lapangan KNPI Sragen. Volume suara burung murai yang dibawa Om Anto Colomadu tersebut pada dasarnya biasa-biasa saja, bahkan bisa dikategorikan “lemot” alias lemah. Namun dalam latberan tersebut, burung tersebut mendapat koncer A penuh. Di arena lomba Sabtu-an yang digelar IKPBS di Balekambang, burung itu pun pernah koncer A (juara 1) dan koncer C (juara 3). Mengapa burung bersuara lemot bisa juga mendapat gelar jawara? Apa rahasianya?

Meski bervolume lemot, ternyata burung itu memiliki senjata andalan suara “kre… kekekekeke… krek… kreeeeeek….” yang panjang-panjang dan sering kali disuarakan ketika bertempur dengan lawan. Suara itu hampir mirip suara sresetan panjang cucak jenggot tetapi lebih menyengat dan tajam.

Suara itu jarang sekali keluar ketika burung tersebut sendirian atau hanya diadu dengan beberapa burung. Suara tonjolan hanya keluar ketika ditarungkan dengan burung dalam jumlah relatif banyak.

Saya pun pernah melihat burung murai batu yang sebenarnya volume suaranya biasa-biasa saja tetapi bisa menonjol di lapangan beberapa tahun yang lalu. Kalau saya tidak salah ingat, nama murai batu tersebut adalah “Borobudur” milik New Armada Team. Senjata andalannya adalah suara cricitan lovebird yang melulu ” cit…cit…cit” bukan suara “kekekan” sebagaimana selama ini banyak dimasterkan penghobi untuk burung-burung kicauan.

Perlu kesabaran

Dari kasus burung murai batu milik Om Anto tersebut, ada satu pelajaran yang bisa dipetik, khususnya dalam menyiasati lomba burung dengan pola penilaian saat ini. Isilah atau masterlah burung Anda dengan senjata andalan berupa jeritan-jeritan panjang.

Masalahnya adalah seberapa besar kesabaran Anda untuk bisa melatih burung bisa bersuara seperti itu. Pasalnya, pemasteran bukanlah pekerjaan mudah. Harus dilakukan dalam rentang waktu yang panjang dan hasilnya mungkin baru bisa dituai berbulan-bulan setelah itu.

Banyak penghobi yang baru memaster burung selama sebulan dua bulan, tetapi langsung ingin melihat hasilnya. “Sudah saya master selama sebulan loh, tetapi kok belum terdengar juga hasil masterannya ya?” begitu pertanyaan yang sering disampaikan kepada saya.

Perlu diingat, tidak ada hal yang instan dalam berhobi burung. Demikian pula dalam memaster burung. Perlu waktu berbulan-bulan, bahkan tahun.

“PR” berikutnya adalah bagaimana merawat burung agar bisa tampil prima dan mampu mengeluarkan tonjolan selama dilombakan. Apakah staminanya terjaga? Apakah sudah kecukupan ekstra food-nya? Apakah sudah bebas gangguan parasit yang sering membuat burung hanya terlihat gelisah di lapangan? Untuk hal ini, silakan lebih lanjut referensinya di artikel Burung Jawara.

Demikian teman-teman, sedikit cerita tentang burung lemot tetapi juara. Semoga bermanfaat. Salam jawara, salam dari Om Kicau.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 33 comments

  1. Mr Batcom107

    Om,sy punya kacer,msh tergolong muda.awal nya volume harian+saat d adu bs maximal, kemudian sy coba main kandang umbaran,tp stlh itu volume harian jd kurang,volume saat d adu jg hilang. Gmn solusi y biar volume bs maximal lg om. Maturnuwun.

  2. black rx king

    OM,,, saya mau curhat ni tentang MB yg nama nya mata belot, karena MB saya kalau dirumah semua suara master nya ada tetapi disaat latihan gaq ada dimainkan malah yang dimainkan suara hutan ny kalau pun tembakan chililin nya dikeluarkan tetapi gaq panjang and gaq di ulang kembali

  3. Edy

    Salam kenal om, sya pya murai lampung super, ko suaranya monoton terus y klo lagi latber? Padahal sya klo d rmh isiannya keluar terus… Tolong bantuannya om…

  4. putri rinjani

    mett siang om duto,,,
    salam kenal :)

    -saya mau tanya seperti apakah suara MB ngerol dan nembak??
    Kata temen saya harus tau dulu karakter suara MB tersebut… Karna sangat penting untuk pemasteran agar cepat masuk…

    -suara master apakah yang sesuai untuk kedua karakter tersebut…

    Mohon pencerahannya….
    Maklum masih trotol …
    Terima kasih…

  5. sofyan

    salam om…Q punya am bahan daha mau bunyi tapi hanya setengah volum….supaya cepat plong & teler….mohon tip jitu nya om trims….

  6. Fatqur

    Om saya pnya cendet,tpi hariannya gk mau bnyi sa’at sore,,padahal latber disini selalu sore,.itu gimana cranya agar burung saya bisa bunyi.

  7. Hajir

    klo tempatku sekang ini kalo dilomba terutama di lam-sel pemilik pa penonton gk boleh teriak klo teriak diusir jauh – jauh jd sekarang enak dan asik ngeliyat dan mendengarkan kicauan burung jd lebih sportif…..
    aku juga ada kacer jarang bunyi tapi klo bunyi mekik2……………..

  8. Rafa

    SETUJU BGT OM!!!
    kemaren MB saya si Sakaki Makio banyakan ngetemnya sekitar 2-5 detik sedangkan yang lain on line terus tp saya koncer A karena menurut juri setiap MB saya bunyi selalu menjerit jd terdengar jelas

  9. white hair

    Memang BENER sih apa yg om DUTO utarakan tonjolan yg menjadi andalan setiap burung HRS ada kalau ingin bisa mendapat KONCER…dan memang memaster itu HRS BENAR2 SUABAR apalagi setelah menunggu BER BULAN2….hasilnya tdak seperti apa yg kita inginkan…makanya,…Om!!! Memaster SAMPAI RAMBUTnya PUTIH semua…hehehehe.suwun.

  10. EdyJuan

    Permisi Om, bukanya suara lemot, pelan itu bawaan dari sononya kalo ngga salah spt pertanyaan2 diblog ini oleh temen2 sebelumnya . bener ngga om. dgn artikel terbaru ini berarti ada harapan untuk distel atau plg ngga bisa dibikin kenceng dikit iya om?
    Terima Kasih

    1. Om Kicau

      Betul. Cuma burung bersuara biasa saja kalau ketemu burung lain lantas menjerit2 panjang, bakal mengalahkan burung yang bervolume keras tetapi tidak mau menjerit-jerit dan hanya nggeremeng saja kalau ketemu burung lain, hehehe.

Komentar ditutup.