Motif dan model sangkar burung terpopuler 2011-2012

Sangkar planet Karunia Sangkar

Model sangkar burung berkontribusi besar dalam kenyamanan dan kebanggaaan kicaumania selama menggeluti hobi burung. Untuk kebanggaan, motif sangkar apa yang paling populer selama 2011 dan bakal ngetrend selama 2012? Lantas untuk kenyamanan, model sangkar apa yang banyak menjadi pilihan?

Motif klasik gambar dewa-dewa atau bernuansa Cina masih menjadi favorit para kicaumania. Diakui sejumlah pengerajin sangkar top tanah air, seperti Udin Jabi di Delanggu Klaten, Johny Hwa di Kampung Sewu Solo, juga Nardi di kawasan Mojosongo, Solo.

Cerita-cerita Cina memang sangat luas bisa digali. Awal mula sangkar-sangkar ukir yang dijadikan rujukan memang sangkar impor dari Cina. Sampai sekarang, pamor sangkar-sangkar bernuansa Cina memang masih dicari.

Produk-produk lokal pun banyak membuat tema-tema Cina. Ada yang meniru, memodifikasi, atau benar-benar memang kreasi sendiri.

Cerita klasik seperti delapan dewa, sio-sio seperti seribu kera, macan, naga, ayam, dan sebagainya, banyak menjadi motif sangkar di arena lomba. Jabi misalnya, dia membuat inovasi khusus pada bagian mahkota. “Untuk sangkar kotak, di tengah-tengah mahkota ada dua lubang supaya memudahkan tangan mengangkatnya. Gantungan juga bisa dibongkar-pasang tanpa harus memasukkan tangan ke dalam sangkar untuk rnemegangi baut di dalam. Jadi tinggal ulir bagian luar saja.”

Sementara itu motif sangkar berdasar cerita lokal, atau gambar-gambar bernuansa lokal, sesungguhnya juga mulai dikreasikan para pengrajin, seperti ukiran gaya Bali, Asmat, Dayak, juga wayang. Atau ada juga model sangkar ukir sederhana tetapi diberi inovasi dengan sistem cat supaya ketika dilihat dari jauh tampak mencolok. Dulu, juga pernah booming model gambar hewan-hewan seperti dinosaurus lobster, dan lainnya.

Motif wayang makin diminati

Sangkar wayang kulit batik tulis Karunia Sangkar

Sangkar wayang kulit batik tulis Karunia Sangkar

Satu di antara cerita lokal yang kini juga semakin banyak peminatnya adalah yang diambil dari cerita atau gambar tokoh-tokoh wayang. Hal ini juga diakui Johnya Hwa, yang menjadi spesialis penggarap sangkar wayang.

Pembuatannya, khususnya pada finishing, memang lebih rumit. “Karena seperti wayang, pewarnaannya memang harus disungging. Untuk warna emas memakai prada, jadi beda dengan model sangkar ukir lainnya yang menggunakan air brush.”

Beberapa sangkar motif  wayang banayk dikeluarkan perajin. Salah satunya adalah Karunia Sangkar Jogja, yang memajang produknya di website SangkarBurung.Com.

Salah satunya adalah sangkar wayang kulit batik tulis, yang cocok untuk burung seperti anis merah atau anis kembang serta cucak ijo.

Kosan paling dicari

Lantas sangkar jenis apa yang saat ini banyak dicari? Jenis Kosan. Ya, sangkar ini identik dengan sangkar harian berbentuk kotak. Mencuatnya nama sangkar Kosan, berasal dari sebuah nama perajin sangkar di Surabaya.

Dikenalnya sangkar ini lantaran produknya tergolong rapi, kuat, berbahan baku pilihan dan tiap jerujinya berpresisi. Karenanya banyak kicaumania kepincut dengan hasil tangan dingin perajin yang sekarang usahanya telah diteruskan oleh para keturunannya.

Kelebihan dari sangkar ini adalah praktis, tidak makan tempat, kuat, tidak terlalu berat, dan cocok untuk digunakan sebagai sangkar harian dan juuga enak dipakai untuk lomba.

Sangkar kosanSangkar Kosan juga menyediakan beragam warna-warna berani yang dulunya dianggap menjadi pantangan. Seperti warna merah, kuning, putih, dan lain-lain yang serba ngejreng.

Hal ini memang membuat situasi ruangan rumah menjadi lebih berwarna demikian juga situasi lapangan ketika pergelaran lomba burung.

Seiring dengan menggelindingnya dunia bisnis hobi, banyak bermunculan perajin yang mengikuti jejak Kosan. Di antaranya Gatot Sangkar asal Sidoarjo. Mantan pemain burung kicauan ini banting setir menjadi perajin sangkar.

Dengan berkiblat pada sangkar Kosan, produknya juga dikenal memiliki warna-warna berani. Tobil, salah satu pedagang sangkar di kawasan Proliman Kalasan Jogja menyebutkan, untuk sangkar kotak, hampir semua kicaumania memburu jenis Kosan.

Hanya saja, yang perlu diperhatikan, sangkar ini di pasaran banyak yang sekadar “tiruan”. Mata awam mungkin susah membedakannya. “Kalau yang asli kuat, rapi, dan presisi. Sekarang juga banyak yang memburu model Kosan tapi yang ukuran kecil, untuk pleci. Hanya saja, saya tidak tahu, sepertinya yang asli memang tidak keluar, padahal permintaan sangat tinggi seiring dengan melejitnya popularitas pleci di kalangan penghobi burung.

Belakangan, sangkar seperti model Kosan makin menjubeli gantangan berbagai even lomba. Khususnya adalah di beberapa kota di Pulau Jawa ketika semakin merebak acara-acara latberan burung. Banyak pemain yang enggan direpotkan dengan membawa sangkar-sangkar ukiran. Mereka memilih praktisnya saja, menggunakan sangkar harian model Kosan.

Fenomena seperti ini ikut memberikan sentimen positif terhadap perkembangan industri sangkar di beberapa kota.

Di salah satu sentra perajin sangkar di kawasan Gresik, mulai dari perajin hingga pengepulnya menagku kewalahan untuk melayani permintaan pasar sangkar harian model Kosan. Bahkan mereka mengatakan, tingginya intensitas jadwal latberan dan lomba burung di kawasan Gresik dan sekitarnya, membuat perajin atau pengepul tidak pernah bisa lama menimbun sangkar-sangkar model tersebut.

Hal senada juga dikatakan Mr Khan, distributor sangkar di Bojonegoro. Permintaan sangkar harian seperti model Kosan terus meningkat. Banyak pemain memilih sangkar seperti ini lantaran memudahkan mereka membawa ke lapangan.

“Sebenarnya tetap banyak pemain yang membutuhkan sangkar ukir, hanya kebutuhan untuk jenis ini lebih diperuntukkan ke lomba-lomba besar,” ujar Yoyok Focus, pengusaha sangkar asal Malang. (Bersambung – referensi Agrobis Burung).

Berikut ini sejumlah ilustrasi sangkar harian dan sangkar lomba produk Karunia Sangkar yang beralamat di sangkarburung.com.


diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja).

Navigasi Utama:

About these ads

There are 19 comments

  1. bejo

    sangkar produk vietnam sekarang punya kualitas bagus … dan yang rata2 diimport kesini rata2 asli vietnam bahkan sebagai kolektor item
    coba cek sebagai wacana, ga cuman ngejar keuntungan kuantitas cobalah tingkatkan kualitasnya!, dan explore cirikhas indonesia

    1. Anak Indonesia

      Cintai dan Bangga Produk INDONESIA,

      STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.STOP Impor.

  2. a leo bokir

    assalamualaikum wr wb
    ada pengaruh gak warna kurung terhadap burung?, masalahnya saya perajin kurung dilingkungan teman-teman pecinta burung berkicau dengan finishing cat duco baik dop/metalic dg warna ngjreng (merah, orange, biru, kuning dll).
    terimakasih.
    wasalamlkm wr wb

  3. kendra

    lebay. belum pernah ada yang mempermasalahkan ataupun memicu masalah untuk gambar motif.justru yang mempersoalkan itu yang kebangetan

    POSTED BY MAS EDY | 29 JANUARI 2012, 15:16
    REPLY TO THIS COMMENT

    bener om, belum pernah dengar yang mempermasalahkan motif ini itu,wong namanya juga sangkar burung dan merupakan hasil sebuah karya seni yang perlu kita hargai,nggak tau kalo sangkar burung yang lain……hi…..hi….
    pis man

  4. mas edy

    lebay. belum pernah ada yang mempermasalahkan ataupun memicu masalah untuk gambar motif.justru yang mempersoalkan itu yang kebangetan

  5. eca

    kalo sangkar besi belum populer yha, pdhal itu favoritku.
    BTW rasanya aneh ni om, ko yg populer malah sangkar dewa ya?!?
    Kayaknya SARA tu om, enakan motif raflesia tu

  6. ari

    wah ko sangkar DEWA jd favorit, apa ni ga termasuk penjajahan budaya & SARA.
    kami sangat menentang pecinta burung memasuki wilayah agama&keyakinan alias SARA, spy ga bentrok gtu. Spt “burung GEREJA” (yg tinggalnya di pohon palm bukan di gereja) atau sangkar DEWA.
    Nanti ada yg tersinggung lantas mengganti nama “burung gereja” dg “burung mesjid” atau “burung pure”, nah jd konflik kan. apalagi sangkar dewa yg jelas bertentangan dg 3 agama di kita.
    Mari om Duto bersihkan kicaumania dr SARA.

    CATATAN OM KICAU:
    Walah Om, itu kan sekadar motif sangkar. Nggak usah dibawa-bawa ke arah sana.
    Peace!!

  7. kendra

    Biar tambah banyak kreasinya, mungkin perlu lomba karya seni sangkar Om Duto, suwun

    Benar kata om kateno,biar tambah ramai dan seru kayaknya perlu juga diadakan lomba karya seni sangkar om,biar pengrajin tambah dikenal dan siapa tau bisa go internasional atau bahkan bisa membawa nama baik si empunya karya sangkar. Ini usul aja om mohon maaf bila tidak berkenan, suwun

    1. dd

      saya setuju sama mas nya yg diatas….
      biar tau sampai mana kualitas sangkar indonesia adain aja lomba sangkar asia, mana coba yang paling punya ciri khas negaranya?, menurut saya sangkar khas indonesia masih blm jelas

Komentar ditutup.