Kebakaran hebat di Gunung Argopuro ancam kelangsungan hidup 16 jenis burung endemik

Hutan di lereng Gunung Argopuro Jatim terbakarBeberapa jenis burung penghuni Gunung Argopuro, Jawa Timur, terancam musnah menyusul kebakaran hebat yang melanda hutan di lereng gunung tersebut. Burung yang habitatnya musnah itu antara lain burung berinji gunung, cucak matahari, cinemen Jawa, kipasan mutiara, meninting kecil, opior Jawa, burung prenjak Jawa, burung takur, tesia Jawa, walet gunung, walik kepala ungu, wregan Jawa, burung kacamata hitam, dan sikatan Aceh.

Kawasan Argopuro menjadi hunian bagi 16 jenis burung endemik dan 11 jenis burung migran. Habitat burung-burung itu banyak terdapat di ketinggian 2.000-2.500 meter, wilayah yang kini ikut terbakar.

Selain burung, masih banyak lagi satwa seperti landak, musang, rusa, merak, macan kumbang, dan macan tutul, yang diprediksi menjadi korban kebakaran. Dampak lain yang dinilai membahayakan, rusaknya hutan mengancam warga yang tinggal di lereng Gunung Argopuro. Utamanya bahaya tanah longsor saat datangnya musim hujan.

Api menjilat dan membakar 300 hektar hutan di bawah puncak Rengganis (3.088 m dari permukaan laut). Hingga 5 September 2012, petugas kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jatim di Jember telah menerjunkan tim untuk memblokir api agar tidak menjalar ke kawasan perkebunan teh dan perkampungan di bawahnya.

Kepala Bidang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jatim di Jember, Sunandar Trigunajasa, memprediksi penyebabnya adalah akibat gesekan ranting di musim kemarau kering ini bisa menimbulkan lecutan api. Kebakaran hutan dengan vegetasi berupa hutan cemara dan ilalang yang mudah terbakar.

“Dari laporan tim yang turun ke lapangan, kami mencatat luas kawasan hutan yang terbakar mencapai 300 hektar. Semoga saja, tim penanggulangan kebakaran bisa secepatnya memblokir lidah api agar tak menjalar ke kawasan perkebunan dan perkampungan dibawahnya,” papar Sunandar, Rabu 5 September 2012.

Sunandar menambahkan tim penjinak api berasal dari petugas BKSDA Baderan dan Pos Bremi saling bekerja sama untuk memblokir api. Untuk keselamatan pendakian, Sunadar telah memerintahkan kepada petugas di dua pos itu agar menutup jalur pendakian dan melarang para pendaki menuju puncak Rengganis.

Muncul sejak Senin 27 Agustus 2012

kebakaran hutanSecara terpisah, Kordinator Koordinator Pemantau Pendakian dan Penanggulangan Kebakaran Hutan Argopuro, Remon Aryanto, menjelaskan, titik api sebenarnya sudah muncul sejak Senin (27/8/2012) lalu. Api makin membesar pada Sabtu (1/9) lalu. “Jika siang hari, lidah api tidak terlihat dari bawah, dan baru terlihat terang pada saat malam hari,” jelasnya.

Menurut dia, titik api berawal dari kawasan Selonyeng atau arah timur puncak Rengganis dan kebakaran semakin meluas hingga kawasan hutan yang berada di Dataran Tinggi Hyang akibat hembusan angin yang cukup kencang. Api menjalar di kawasan pinggang Rengganis (bagian bawah), bukit Cemoro Limo, bukit Cemoro (bagian dinding timur), serta sebagian puncak Argopuro.

Remon menjelaskan beberapa pendaki yang sudah di puncak Rengganis sempat terjebak dalam kebakaran hutan di Pegunungan Argopuro, namun mereka berhasil selamat dan turun ke Pos Bremi di Probolinggo atau Pos Baderan di Situbondo.

“Tujuh pendaki dari Indramayu yang dipandu pendaki dari Probolinggo berhasil turun di Bremi dan satu pendaki asal Jakarta turun di Baderan,” paparnya. Saat ini, lanjut dia, tidak ada pendaki yang berada di Argopuro dan jalur pendakian ditutup sementara karena kebakaran hutan tersebut dapat membahayakan para pendaki. (berbagai sumber)

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini