About these ads

Memelihara burung kutilang dan menghilangkan suara aslinya

Memelihara burung kutilang dan menghilangkan suara aslinya

Kutilang (Pycnonotus aurigaster) merupakan burung lokal yang masih dipandang sebelah mata oleh sebagian kicaumania. Di beberapa negeri jiran seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura, pamor kutilang (khususnya kutilang jambul) setara dengan burung kicauan lainnya, bahkan peserta di kelas kutilang pun terkadang lebih banyak daripada kelas lain seperti murai batu (cek artikelnya di sini). Sampai saat ini memang ada dua pendapat soal masa depan kutilang di Indonesia. Lanjut membaca

About these ads

Burung anis cendana bakal popular ?

Burung anis cendana bakal popular ?

Popularitas anis cendana atau orange-banded thrush (Zoothera peronii) selama ini seperti tenggelam di bawah bayang-bayang dua kerabat dekatnya, anis merah (Zoothera citrina) dan anis kembang (Zoothera interpres). Namun beberapa bulan terakhir, makin banyak kicaumania yang memelihara anis cendana. Apabila dirawat secara baik dan konsisten, burung ini juga sanggup bersuara ngerol, merdu, dan kencang seperti anis kembang. Di Kupang, Nusa Tenggara Timur, sejumlah event organizer (EO) seperti Maestro Bird Club bahkan sudah membuka kelas anis cendana. Lanjut membaca

Burung raja udang, si gesit yang harus dilestarikan

Burung raja udang, si gesit yang harus dilestarikan

Raja udang atau common kingfisher merupakan sebutan umum bagi jenis burung pemakan ikan dari keluarga Alcedinidae. Di seluruh dunia terdapat 90 spesies burung raja udang, yang tersebar di daerah tropis di Afrika, Asia, dan Australasia. Separo diantaranya, yaitu 45 spesies, bisa dijumpai di Indonesia. Kelompok burung raja udang terdiri atas raja udang, pekaka (pekakak), dan cekakak. Sebagian kicaumania menyebutnya burung tengkek. Tetapi tengkek berbeda dari tengkek buto (tiong lampu biasa), karena karakter fisik, silisilah keluarga, dan suaranya berbeda. Lanjut membaca

Tiga jenis poksay lokal: Tips perawatan dan ragam suaranya

Tiga jenis poksay lokal: Tips perawatan dan ragam suaranya

Bagi Anda yang ingin memelihara poksay impor, mungkin harus bersabar cukup lama sampai wabah  flu burung di China dapat teratasi. Tetapi seperti dalam artikel sebelumnya, banyak alternatif burung lokal yang bisa dijadikan pengganti burung-burung impor tersebut. Untuk poksay impor, misalnya, ada lima jenis burung pengganti yang memiliki habitat di Indonesia. Salah satu jenis yang  memiliki karakter dan suara  hampir sama dengan poksay impor adalah poksay mantel (sering juga disebut poksay  medan), poksay genting atau poksay mandarin, dan poksay sumatera. Lanjut membaca

BKSDA DIY serahkan elang bido dan elang brontok ke Gembira Loka Zoo

BKSDA DIY serahkan elang bido dan elang brontok ke Gembira Loka Zoo

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi DIY dalam satu bulan terakhir ini menyerahkan 15 ekor burung langka dan dilindungi kepada pengelola Gembira Loka Zoo (GLZoo) Jogja. Sebagian burung merupakan hasil sitaan, tetapi sebagian lagi diserahkan sendiri oleh masyarakat. Penyerahan terakhir adalah seekor elang bido, yang dilakukan Kepala Resosrt BKSDA Kota Yogyakarta Purwanto SH di GLZoo, pekan lalu. Lanjut membaca

Mengenal raja perling sulawesi dan kerabatnya di kawasan timur Indonesia

Mengenal raja perling sulawesi dan kerabatnya di kawasan timur Indonesia

Burung raja perling umumnya dijumpai di kawasan timur Indonesia, khususnya Sulawesi dan Maluku serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Peta persebarannya bahkan sampai ke utara, tepatnya di Filipina. Meski jarang ditemukan di pasar burung, banyak orang yang memeliharanya untuk dijadikan kelangenan, terutama raja perling  sulawesi / jalak sulawesi (Basilornis celebensis). Ini  burung endemik Sulawesi, khususnya Subkawasan Sulawesi yang meliputi Sulawesi, Lembeh, Muna, dan Butung. Suaranya mirip perling kumbang atau camperling, hanya saja volumenya lebih keras dan lebih tajam. Lanjut membaca

Awas, burung cucak mutiara sering diklaim sebagai anakan cucakrowo

Awas, burung cucak mutiara sering diklaim sebagai anakan cucakrowo

Banyak kicaumania yang terkecoh oleh penampilan burung cucak mutiara (Pycnonotus tympanistrigus), yang diklaim sebagian pedagang burung sebagai anakan cucakrowo (Pycnonotus zeylanicus). Maklum, penampilan kedua burung ini memang mirip dan memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat. Karena seringkali ditawarkan dengan harga murah, calon pembeli pun kepincut. Untuk menghindari kasus serupa, ada baiknya kita mengenal apa itu burung cucak mutiara. Lanjut membaca

Cica-kopi melayu: Burung lokal yang gacor

Cica-kopi melayu: Burung lokal yang gacor

Cica-kopi melayu (Pomatorhinus montanus) merupakan burung endemik di Indonesia. Penampilannya cantik, dengan ekor panjang, alis putih mencolok, dan paruhnya panjang melengkung ke bawah. Soal suara, burung ini juga bisa dijadikan alternatif sebagai burung kicauan di rumah. Suaranya keras. Meski monoton, tetapi jika dilatih bisa juga bervariasi dari tekanan lagunya. Suaranya bisa dibilang mirip-mirip burung dari jenis poksai. Mungkin karena kemiripan suaranya itulah, cica-kopi melayu di alam liar sering terlihat bersama-sama dengan burung dari jenis poksai. Lanjut membaca

BKSDA Kaltim sita perkici dora dan enam ekor burung paruh bengkok lainnya

BKSDA Kaltim sita perkici dora dan enam ekor burung paruh bengkok lainnya

Ini pelajaran bagi para pedagang burung di Indonesia. Idealnya, setiap pedagang harus tahu jenis-jenis burung yang dilindungi. Karena ini profesi, mestinya mau belajar. Jika tidak, suatu saat bisa kena razia seperti dialami para pedagang burung di Batu Ampar, Balikpapan Utara, Selasa (9/4) sore lalu, ketika petugas BKSDA Kalimantan Timur menyita burung perkici dora atau kasturi sulawesi (Trichoglossus ornatus) dan enam ekor burung paruh bengkok (parrot) dagangan mereka. Lanjut membaca

Beberapa burung lokal sebagai alternatif burung impor asal China

Beberapa burung lokal sebagai alternatif burung impor asal China

Keberadaan burung impor, khususnya dari China, Thailand, dan Malaysia memang bisa memberikan alternatif bagi dunia kicau di Indonesia. Namun, terkadang kita harus menebusnya dengan harga yang relatif lebih mahal, perawatan ekstra, dan lain-lain. Kondisi tersebut akhirnya membuat banyak kicaumania Indonesia memilih alternatif pengganti burung impor, khususnya  asal China. Apalagi ketika Negeri Tirai Bambu itu terbelit wabah flu burung jenis baru H7N9, sehingga pintu masuk dan pintu keluar bagi burung dan unggas lainnya untuk sementara ditutup. Lanjut membaca

Seluk-beluk penangkaran burung branjangan

Seluk-beluk penangkaran burung branjangan
Produk berkualitas pemacu produktivitas burung

Branjangan (Mirafra javanica) yang kini makin sulit ditemui di alam liar, terlebih di Pulau Jawa, merupakan burung penyanyi yang lebih menyukai hidup di permukaan tanah seperti lapangan terbuka dan semak-semak. Kalau bertengger, dia lebih senang di atas batu daripada cabang pohon. Selain itu, brangjangan memiliki gaya khas: berkicau sambil terbang vertikal (hovering). Branjangan merupakan plasma nutfah asli Indonesia (meski dijumpai pula di Australia), yang harus diselamatkan dari ancaman kepunahan. Penangkaran menjadi jawaban yang tepat, dan sobat-sobat kicaumania yang pernah memelihara branjangan juga menjadi orang yang tepat sebagai calon penangkar. Lanjut membaca

Cica matahari: Karena mirip cendet, dijuluki cendet kembang atau cendet matahari

Cica matahari: Karena mirip cendet, dijuluki cendet kembang atau cendet matahari

Satu lagi burung endemik Indonesia yang keberadaannya mulai sulit ditemukan di alam liar. Namanya burung cica matahari atau spotted crocias(Crocias albonotatus). Karena penampilannya sekilas mirip pentet atau cendet, sebagian kicaumania kita menyebutnya dengan nama cendet kembang atau cendet matahari. Tetapi keduanya tidak memiliki hubungan kekerabatan, sebab cendet termasuk dalam keluarga Lanidae, sedangkan cica matahari termasuk keluarga Timaliidae. Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.321 pengikut lainnya.