Reptil, dari hobi masuk ke bisnis

Namanya saja hobi, ya rada-rada gila memang pelakunya. Mereka yang punya iguana, ular, kura-kura atau kadal sebagai hobi misalnya, sering rela berbagi tempat dengan hewan kesayangannya tersebut.
Ya, tak terkecuali bagi Budi Wonosasmito, 34, yang menggeluti hobi memelihara reptil selama lebih dari 25 tahun.
Hobi ini, seperti diwartakan Surya Online, dimulai ketika dia memiliki empat ekor kura-kura Brasil saat Budi masih duduk di Sekolah Dasar (SD). Saat itu dia menempatkan kura-kura dalam wadah plastik transparan agar mudah dilihat.
Budi yang ditemui Surya di showroom Turtle World Surabaya selanjutnya bercerita, ketika beranjak remaja dia mulai mengenal kura-kura jenis lain. Koleksi pun bertambah.
Ketika terjadi booming reptil tahun 1993, dia pun mulai melirik reptil lain. Antara lain ular dan iguana. Namun keinginannya memelihara ular dibatalkan karena mendapat protes dari keluarga.
Hanya saja kura-kura koleksinya menumpuk di rumah. Sebanyak 65 ekor kura-kura berbagai jenis ada padanya. Mulai dari kura-kura darat jenis Indian Star dan Radiata, sampai kura-kura air jenis Brasil, Dada Merah, Ambon dan Pipi Putih.
Suami dari Ellen Yuliawati ini akhirnya memutuskan untuk mengurangi koleksinya dengan cara ‘meneruskan’ kepada teman-teman. Tak hanya teman-temannya yang meminati reptil koleksi dia. Info dari  mulut ke mulut, membuka celah untuk berbisnis. “Saya putuskan terjun di bisnis ini, apalagi keluarga, terutama istri saya mendukung,” kenang Budi tentang bisnis yang dirintisnya sejak enam tahun silam.
Koleksi kura-kura Budi saat itu sisa 20 ekor dari delapan jenis, 16 ekor ular berjenis ball python, retic python dan boa dan 30 ekor kadal, di antaranya ada iguana, bearded dragon, leopard gecko dan cameleon.
“Ada kepuasan saat melihat satwa itu berkembang biak. Mengingat reptil butuh waktu berbulan-bulan dari telur hingga menetas dan tumbuh kembang,” tutur Budi yang tak segan berburu reptil ke Jakarta atau mengimpornya dari luar negeri. Budi memiliki importir khusus yang mengantongi izin memasukkan satwa ke Indonesia.
Putra pasangan Suhardjo dan Citra Budiyanti ini mengaku tak sia-sia menekuni hobi yang kini menggular menjadi bisnis menguntungkan. Showroom di kawasan Semalang Indah dibangunnya dan penjualannya tak hanya dari mulut ke mulut. Dunia maya menjadi salah satu media penjualan ampuh baginya. Pembelinya kini tersebar di seluruh Indonesia. n tis
Tularkan Hobi ke Buah Hati
BEGITU merasakan manfaat mengenal reptil sejak belia, kini Budi menularkan hobinya kepada si buah hati, Reynard Lin. Bocah berusia 17 bulan itu terlihat berani menyentuh kura-kura mungil yang senang bersembunyi di balik tempurungnya. Awalnya Reynard memang takut, namun lambat laun keberaniannya tumbuh. Malah mulai terlihat sebagai hobi baru Reynard.
“Saya berprinsip, mengenalkan dunia fauna pada anak semestinya dilakukan sejak dini. Bila sedari kecil mereka menyayangi satwa, mereka akan care pada lingkungan,” ungkap alumnus Sekolah Tinggi Teknik Surabaya (STTS) Jurusan Teknik Informatika dan Manajemen ini.
Menurut anggota Surabaya Amphibian and Reptile Lovers Community (Smiley) ini, memiliki peliharaan binatang butuh ketelatenan. Pakem ini berlaku untuk semua jenis binatang, tidak hanya reptil seperti koleksinya. “Perawatan reptil pun gampang-gampang susah. Kura-kura air misalnya, cukup mudah merawatnya. Saat masih bayi, kura-kura jenis  ini rentan jamur, namun saat dewasa, aman-aman saja,” terangnya. Sedang kura-kura darat butuh pengawasan ekstra, diperhatikan kebutuhan kalsium, sinar matahari juga kelembabannya.
Budi berbagi tip bagi pemula penyuka reptil agar mencari informasi sedetail mungkin sebelum memutuskan jenis reptil yang bakal dikoleksi, “Jangan asal membeli hanya karena tertarik, mengingat ada jenis satwa yang susah perawatannya.” Pengalaman mengajarkan, saat reptil koleksinya sakit, Budi memilih merawatnya sendiri, dibantu teman satu klub yang kebetulan kuliah di fakultas kedokteran hewan. Budi buka kartu, “Pernah terjadi dokter hewan terkaget-kaget saat memeriksa reptil koleksi saya yang sakit, tak jarang saat rawat inap malah reptil mati.” Hmmm...(Surya Online)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.