Foto kacer poci/sekoci (Dari: tangkas.blog.binusian.org)

Dalam beberapa artikel terdahulu pernah saya tulis mengenai burung bersuara “setan”. Dalam salah satu artikel saya katakan suara “setan” adalah suara atau lagu tertentu dari burung yang tidak kita kehendaki. Dalam hal ini misalnya adalah murai batu bersuara perkutut, suara kucing, kokok ayam atau hanya sekadar ngeban berulang (sering disebut “cuma ngukluk”) dan sebagainya. Hal ini merupakan salah satu persoalan yang seringkali menjengkelkan.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Hal lain yang menjengkelkan adalah burung pentet atau cendet atau toet yang suka turun tangkringan ketika kita dekati, berlagak manja dengan mengembangkan bulu, sambil bersuara crik-crik. Burung lain yang suka turun tangkringan ketika kita dekati dan berlagak mau negjar-ngejar seakan mau kita kasih pakan adalah anis merah.

Sedangkan perilaku lain yang tidak kita suka pada burung adalah kacer mbagong atau nguda laut atau uter atau mbalon/ngebalon.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

Semua cara untuk menghilangkan perilaku-perilaku menjengkelkan beberapa jenis burung itu pernah saya tulis dalam artikel terdahulu. Namun dalam artikel kali ini akan saya sampaikan tips berdasar “percobaan” saya yang sedikit banyak sudah menampakkan hasil, yaitu tips menghilangkan suara setan murai, kacer mbagong, dan pentet serta anis merah yang manja. Namun perlu saya tegaskan juga, tips ini sebaiknya dilakukan berbarengan dengan tips terdahulu.

Untuk membuang “suara setan” murai batu misalnya, tetap dijauhkan dari sumber suara setan (ayam, perkutut, katak dan sebagainya) dan dilakukan “pemasteran ulang” terutama ketika masuk masa mabung (Baca: Kalau burung kita kemaster suara setan).  Untuk menghilangkan kacer bagong yang penyebabnya hingga saat ini masih misterius, penuh kontroversi dan menimbulkan diskusi berkepanjangan, tetap dijaga vitalitasnya dengan asupan pakan yang bagus, penjemuran yang cukup, dan bisa juga diterapi mandi pasir (Baca artikel: Mandi pasir untuk burung, fungsi dan tata caranya).

Sedangkan untuk cendet dan anis merah yang suka turun tangkringan, maka Anda atau siapa saja, jangan membiasakan memberi pakan burung-burung itu langsung dari tangan tetapi pakan dimasukkan ke wadahnya ketika burung dimandikan atau langsung kita taruh di wadah pakan.

Nah, sekarang, terapi apa yang harus dibarengkan dengan cara-cara di atas?

Semprotan air dingin

Kali ini yang ingin saya sampaikan adalah terapi semprot air dingin. Hal yang perlu Anda siapkan adalah semprotan air yang biasa kita gunakan untuk memandikan burung dengan cara semprot (sprayer). Siapkan semprotan dengan air bersih di dalamnya dan masukkan ke dalam almari es di bagian sayur (bukan di freezer-nya).  Singkat kata, selalu siapkan air dingin di dalam sprayer, apakah itu dari almari es atau kita buat seketika dengan mencampur air dengan es, tidak begitu penting.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Cara dan jangka waktu terapi untuk masing-masing burung:

1. Murai batu bersuara setan: Ketika Anda mendengar murai batu Anda mengeluarkan suara setan atau suara ngukluk berulang-ulang, segera hampiri semprotan air di dalam almari es. Begitu dia mengambil jeda suara atau ketika masih bersuara ngukluk, semprotkan air dingin ke arah dia. Biasanya, hanya dengan sekali semprot dia akan terkejut dan segera berhenti berbunyi. Oke, tunggu saja di ruang berbeda. Begitu dia mengeluarkan suara setan lagi, ya hampiri lagi dan semprot lagi untuk membuat dia kaget dan merasa tidak nyaman. Ulangi lagi dan ulangi lagi jika suatu ketika murai batu Anda bersuara setan lagi.

Terapi ini akan menyita waktu Anda barang 3-4 hari jika dilakukan secara maraton atau bisa sampai sepekan dua pekan jika dilakukan secara tidak konsisten karena kesibukan Anda atau alasan lainnya. Dasar pemikiran dari terapi ini adalah kita “menghukum” burung atas perilaku tertentu mereka. Dengan “hukuman semprot air dingin” yang mengejutkan dan membuat burung tidak nyaman, si burung akan belajar bahwa “jika aku melakukan ini, akibatnya begini”. Nah, kalau Anda rajin mengawal “proses belajar” ini, maka murai batu Anda akan cepat belajar dan karenanya dia akan dengan terpaksa melupakan suara setannya dan tidak akan pernah menyuarakannya lagi.

2. Kacer mbagong: Kacer mbagong sering dikaitkan masalah mental, kondisi fisik dan sebagainya. Hanya saja, banyak terjadi bahwa kacer bagong disebabkan kacer tersebut ingin bermanja kepada perawatnya atau orang yang lewat di dekatnya. Jika kacer Anda bagong karena sebab yang demikian (terlalu jinak dan sebagainya), maka lakukan terapi semprot air dingin sebagaimana dilakukan terhadap murai batu. Dengan melakukan hal itu secara konsisten, maka kacer Anda tidak akan bagong lagi dalam konteks ingin bermanja. Untuk bagong karena sebab lain, silakan baca artikel ini: Lagi-lagi kacer mbagong.

3. CARA KHUSUS DAN SEDIKIT BEDA bisa Anda lakukan untuk pentet dan anis merah manja. Ya pada intinya sama dengan terapi atas murai batu bersuata setan dan kacer mbagong, maka mengatasi pentet dan anis merah manja adalah dengan terapi semprot air dingin. Hanya saja, terapi pentet dan anis merah bisa lebih intensif. Coba saja secara sengaja Anda selama 2-3 hari beberapa kali mondar-mandir di bawah pentet atau anis merah yang biasa bermanja dengan membawa air dingin dalam semprotan. Begitu pentet atau anis merah turun tangkringan ketika Anda mendekat, semprot saja dengan air dingin. Begitu mereka kaget karena disemprot air dingin, pentet atau anis merah akan segera mengempiskan bulu dan naik tangkringan, bersikap waspada. Lakukan terapi itu secara periodik kapanpun Anda punya waktu.

CATATAN: Jika murai batu suka “mencuri kesempatan” untuk bersuara setan, kacer juga “lupa” tetap bermanja dengan kebagongannya, pentet dan anis merah dengan senang sekali turun tangkringan berlagak mengejar Anda, maka Anda harus siap melakukan lagi terapi semprot air dingin. Jika “hukum” ditegakkan secara konsisten, burung-burung akan bisa belajar dan mematuhi “hukum” dari majikannya. Yang pintar memahami hukum tetapi sering mengingkarinya, justru adalah kita-kita… hehehehe.

Salam sukses Hobi Burung Indonesia.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895