Mengapa pemberian kangkung yang sangat baik untuk lovebird perlu dilakukan hati-hati? Bagian apa yang berbahaya pada kangkung? Baguskah lovebird induk diberi makanan olahan seperti BR1? Apa efek pemberian BR1? Silakan simak serangkaian artikel “Tips pemberian makanan anak lovebird” oleh Ir Dudung Abdul Muslim ini.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

INDUK BETINA lovebird secara naluri akan meloloh anak-anaknya yang baru menetas. Proses meloloh ini berlangsung hingga masa sapih, atau masa di mana anakan sudah bisa makan sendiri (sekitar umur 8 minggu). Tugas penangkar hanya menyediakan bahan pakan berkualitas untuk induknya, yang sebagian akan diolah dan diberikan (dilolohkan) kepada anaknya. Pakan berkualitas untuk induk lovebird saat meloloh anaknya antara lain kangkung dan jagung.

Yang perlu diwaspadai adalah pemberian kangkung. Ketika induk membawa kangkung ke glodok atau kotak sarang, kita sulit memantau apa yang terjadi di dalam. Salah satu kemungkinan yang terjadi adalah tidak semua kangkung habis dikonsumsi induk. Akibatnya, kangkung menjadi busuk sehingga akan meningkatkan kadar amonia di dalam glodok yang tidak baik untuk kesehatan induk dan anakan. Kangkung juga memiliki kadar air tinggi. Jika sampai tersisa, tentu membuat bahan sarang menjadi lembab dan bisa menimbulkan gangguan pernafasan pada induk maupun anakan.

Untuk mengurangi kemungkinan buruk seperti itu, sebaiknya yang diberikan hanya daun kangkung saja, tanpa menyertakan batangnya. Batang inilah yang kerap tidak habis dikonsumsi dan mengandung kadar air tinggi. Lebih baik lagi jika daun kangkung dipotong kecil-kecil, sehingga induk tidak membawanya dalam jumlah banyak.

Sebagian penangkar terkadang menambahkan pakan ayam pedaging seperti BR1, untuk memastikan kecukupan gizi induk dan anakan. Metode ini memang bisa membuat anakan cepat bongsor. Cara ini boleh-boleh saja dilakukan, tetapi jumlahnya sebaiknya dibatasi. Sebab sekitar 35-40% komposisi BR1 sebenarnya berasal dari jagung juga (terutama jagung kuning).

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Jika pemberian BR1 tidak dibatasi (ad libitum), dikhawatirkan induk akan kegemukan dan mengurangi performanya, terutama dalam proses reproduksi berikutnya. Jika anakan sudah bisa makan sendiri, pemberian BR1 harus dihentikan.

Plus Minus

Meloloh anakan lovebird melalui induknya memiliki keuntungan dan kerugian. Keuntungannya, induk secara naluri sudah tahu apa yang dibutuhkan anaknya. Yang penting, penangkar menyediakan pakan yang cukup untuk induk tersebut.

Beberapa penangkar juga meyakini cara alami membuat anakan lovebird lebih sehat. Tetapi anggapan itu tidak sepenuhnya benar, karena pertumbuhan dan kesehatan anakan sangat tergantung dari asupan gizi dari makanan yang diberikan serta manajemen kesehatan yang diterapkan breeder.

Yang pasti, meloloh anakan lovebird melalui induknya membuat kerja breeder lebih ringan. Sebab ia tidak perlu menyediakan waktu khusus untuk meloloh anakan lovebird.

Lalu, apa kerugiannya? Masa meloloh berlangsung sampai anakan lovebird bisa makan sendiri. Artinya, diperlukan waktu bagi induk untuk mengasuh anaknya selama 8 minggu. Hal ini jelas menghambat program reproduksi selanjutnya. Induk tidak bisa dipacu untuk menghasilkan anakan-anakan lagi yang merupakan stok utama bagi para penangkar lovebird.

Makanan instan untuk lovebird bergizi tinggi

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Bayangkan, untuk proses perkawinan hingga pengeraman diperlukan waktu sekitar satu bulan. Jika ditambah dua bulan waktu meloloh, berarti dalam sekali proses reproduksi diperlukan waktu tiga bulan, atau dalam setahun induk hanya bisa mengalami empat kali periode peneluran. Jika induk bertelur sebanyak 4-5 butir dalam satu periode peneluran, dan rata-rata telur menetas adalah 3-4 butir, berarti dalam setahun hanya bisa dihasilkan 12-16 anakan.

Bandingkan jika penangkar mengambilalih proses meloloh anakan. Induk hanya diberi kesempatan meloloh anaknya selama 1 atau 2 minggu saja, sehingga tiga atau dua minggu berikutnya diperkirakan sudah bertelur lagi. Dengan metode ini, induk dipastikan bisa bertelur 45-60 hari sekali. Melalui perhitungan yang sama, setiap tahun bisa dihasilkan 18-24 anakan!!! Tetapi, semua pilihan terserah kepada para penangkar sendiri. (Artikel I dari 6 Artikel Bersambung)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

-7.550085110.743895