Masalah burung berhenti berkicau atau macet bunyi bisa terjadi pada semua jenis burung kicauan, termasuk murai batu. Namun masih banyak kicaumania yang cenderung membiarkan kondisi ini, dan hanya berharap suatu saat burungnya akan pulih seperti semula. Padahal, kalau dibiarkan, burung akan mengalami macet bunyi cukup lama. Diperlukan penanganan khusus untuk burung murai batu yang macet bunyi

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Perlu penanganan khusus untuk mengatasi murai batu macet bunyi.

Ada beberapa penyebab burung murai batu yang semula gacor atau rajin berbunyi, mendadak menjadi macet bunyi, antara lain :

  1. Burung akan memasuki masa mabung.
  2. Burung dalam kondisi kurang sehat atau terkena infeksi pada tenggorokannya, baik karena penyakit atau memakan serangga.
  3. Burung terinfeksi kutu atau tungau.
  4. Burung mengalami stres karena beberapa faktor, seperti kalah mental, sangkar terjatuh, pernah lepas, dan lain-lain.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kita perlu mengetahui apa penyebabnya. Karena hanya dengan mengenali penyebab itulah, kita bisa memberikan perawatan yang tepat.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

1. Macet bunyi menjelang mabung

Jika macet bunyi terjadi karena burung memang akan mabung, yang ditandai dengan rontok atau berjatuhannya beberapa bulu halus dan bulu ekornya, maka yang harus kita lakukan adalah memberikan perawatan mabung.

2. Macet bunyi akibat gangguan pernafasan

Apabila macet bunyi terjadi akibat gangguan pernafasan, termasukinfeksi tungau pada kantung udara (air sac mites), maka yang harus dilakukan mau tidak mau mengobatinya.

Panduan mengenai deteksi gangguan pernafasan pada burung, dan bagaimana mengobatinya, bisa dilihat kembali di sini.

3. Macet bunyi akibat infeksi kutu / tungau

Jika macet bunyi terjadi akibat infeksi atau serangan kutu dan tungau, murai batu biasanya akan lebih banyak diam, serta lebih asyik mematuki atau bahkan mencabuti bulu-bulunya sendiri.

Murai batu yang terserang kutu / tungau bisa terlihat dari adanya bulu-bulu sayap yang nyerit atau rusak. Pengobatan yang tepat harus diberikan, misalnya dengan menyemprot atau memandikan burung dengan obat khusus seperti FreshAves secara bertahap. Sangkar dan tenggeran juga perlu disemprot dengan FreshAves, yang aman bagi burung dan manusia, tetapi sangat efektif efektif membasmi kutu, tungau, bakteri, spora jamur, dan parasit lainnya.

4. Macet bunyi akibat stres

Nah, bagian keempat inilah yang akan kita jelaskan agak panjang. Stres pada burung bisa disebabkan oleh poin 1-3 di atas. Namun yang paling sering dijumpai adalah murai batu mengalami stres akibat kalah mental, baik ketika ditrek, dilombakan, atau mendengar suara burung sejenis di rumah dalam waktu lama.

Selain itu, sangkar yang terjatuh juga bisa membuat murai batu kaget dan drop mental. Demikian pula burung yang pernah terlepas dari sangkarnya, kemudian tertangkap kembali, seringkali tidak bisa kembali ke performa terbaiknya.

Ada beberapa penanganan khusus yang bisa diterapkan di sini, antara lain :

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

A. Memberikan ketenangan pada burung

Dalam hal ini, murai batu yang stres harus dipisahkan dari burung sejenis dan / atau burung jenis lain yang memiliki suara kicauan cukup ramai dan keras.

Burung bisa dipindahkan ke lokasi lain yang lebih tenang. Jika lokasi tidak memungkinkan untuk memindahkan burung ke lokasi lain yang lebih tenang, Anda bisa memberikan full kerodong pada burung tersebut selama beberapa hari.

B. Memberikan pakan full EF selama terapi

Selama masa penenangan, burung sebaiknya diberi pakan full EF (extra fooding) seperti kroto dan jangkrik. Untuk voer, sebaiknya pilihlah yang mengandung zat antistress dan banyak mengandung nutrisi.

Dalam perawatan hariannya, kroto bisa diberikan setiap pagi sebanyak satu cepuk, dan sore hari sebanyak satu sendok teh. Adapun jangkrik bisa diberikan minimal 3-5 ekor, masing-masing pada pagi dan sore hari.

C. Kurangi mandi dan penjemuran selama terapi

Selama terapi atau masa penenangan, murai batu sebaiknya tidak dimandikan atau dijemur terlalu sering, cukup beberapa hari sekali, dengan porsi penjemuran yang tidak terlalu lama.

Sebagian penggemar murai batu bahkan tidak memberikan mandi dan jemur pada burung yang sedang menjalani terapi stres.

D. Berikan suplemen yang bisa meningkatkan metabolisme burung dan memperbaiki kondisi mental

Suplemen TestoBird Booster (TBB) diperlukan untuk memperbaiki metabolisme burung. Dengan demikian, kadar testosteronnya akan lebih cepat meningkat, sehingga burung lebih mudah terangsang untuk bunyi kembali.

E. Putarkan audio brainwave atau terapi

Beberapa suara audio yang mengandung unsur atau frekuensi tertentu selama ini diyakini dapat memberikan ketenangan pada manusia atau hewan peliharaan yang mendengarnya.

Untuk hewan peliharaan, biasanya frekuensi tersebut diatur sedemikian rupa agar bisa dicerna oleh memorinya. Audio ini dikenal dengan nama brainwave. Adapun frekuensi yang digunakan dikenal dengan sebutan Alpha, Theta dan Delta (untuk mengetahui jenis frekuensi tersebut, anda bisa download software brainwave therapy di sini).

Berikut ini tiga audio terapi khusus yang disediakan Om Kicau, dan diyakini bisa membuat burung menjadi lebih tenang dan  lebih cepat berbunyi.

  • Audio terapi untuk burung (Brainwave) | DOWNLOAD
  • Audio terapi untuk burung (Healing terapi) | DOWNLOAD

Download audio terapi di sini

Dengan memberikan perawatan seperti di atas, burung murai batu yang macet bunyi berpeluang besar untuk pulih seperti sediakala.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2