Penggemar burung di Indonesia tentu sudah tidak asing dengan beragam jenis burung finch seperti pipit zebra dan emprit jepang. Selain itu, ada juga jenis finch lainnya yang mulai menarik perhatian, misalnya bullfinch yang punya warna-warna cantik. Burung ini punya ukuran tubuh lebih montok daripada jenis finch lainnya, bersuara unik, dan mudah dirawat.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Eurasian bullfinch (Pyrrhula pyrrhula), burung finch dengan tubuh montok.

Bullfinch / eurasian bullfinch (Pyrrhula pyrrhula) merupakan jenis burung pengicau kecil dari keluarga Fringillidae. Burung jantan mudah dibedakan dari warna bulunya yang cerah, terutama tubuh bagian bawahnya yang berwarna orange dan tubuh bagian atas abu-abu.

Kepala dan sayapnya berwarna hitam, sedangkan bulu penutup ekor bawah berwarna putih, kontras dengan ekor hitamnya.

Bullfinch jantan (kiri) dan betina.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Bullfinch memiliki wilayah persebaran meliputi seluruh wilayah Eropa, serta beberapa negara di wilayah utara Asia seperti Jepang. Sebagian besar spesies burung ini berkembang biak di Eropa dan Asia. Tetapi burung yang berada di daerah utara umumnya akan bermigrasi ke daerah selatan saat memasuki musim dingin.

Ketika bertemu dengan burung sejenis, bullfinch akan membusungkan badannya sehingga tampak gembung seperti murai batu borneo ketika bertemu lawannya. Selain itu, suara kicauannya juga unik. Jika rutin dilatih, suaranya bisa sangat mirip dengan kicauan blackthroat.

Di habitatnya, burung bullfinch memakan biji-bijian dan tunas muda di daerah perkebunan, terutama di musim semi yang menjadi musim berkembangbiak.

Hingga akhir tahun 1996, bullfinch dianggap sebagai burung hama, karena sering merusak ladang pertanian. Alhasil, banyak aksi penangkapan dan perburuan terhadapnya sehingga populasinya di alam liar menyusut drastis. Kini, penangkapan dan perburuan bullfinch harus mendapat izin dari pemerintah setempat.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Bullfinch sempat dianggap burung hama karena sering merusak lahan pertanian.

Pada musim kawin, bulu-bulu burung jantan berwarna lebih cerah yang membuat penampilannya makin menawan di hadapan betina. Setelah melakukan sedikit gaya dan tariannya, bullfinch akan langsung melakukan ritual kawin, kemudian mencari tempat bersarang.

Sangat mudah menjodohkan dan menangkarkan bullfinch, karena burung jantan dan betina tidak tampak agresif. Sarang dibangun induk betina, sedangkan induk jantan akan mengumpulkan bahan-bahan untuk bersarang seperti ranting dan akar-akaran.

Bullfinch tidak termasuk burung teritorial, meski terkadang muncul sikap bertahan atau melawan ketika ada burung lain mendekati sarangnya. Namun, secara umum, bullfinch mudah diternak dalam kandang koloni.

Bullfinch mudah dipelihara dan diternak.

Burung betina akan bertelur 4-6 butir yang berwarna biru pucat, dengan bintik-bintik merah kecokelatan. Masa pengeraman berlangsung selama 12-14 hari dan hanya dilakukan oleh burung betina. Induk jantan akan mencari pakan untuk induk betina.

Setelah menetas, induk betina akan memberi makan dengan campuran serangga dan ijian yang telah dikumpulkan induk  jantan. Perawatan tersebut akan berlangsung hingga 16-18 hari, atau sampai anakan berusia dewasa. Dalam satu musim, bullfinch bisa berproduksi sebanyak 2-3 kali, yang biasanya dimulai sejak awal Mei hingga pertengahan Juli.

Perawatan harian bullfinch tidak jauh berbeda dari burung finch lainnya. Demikian pula pemberian pakan serangga seperti ulat hongkong atau jangkrik kecil, harus diberikan setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu. Untuk menjaga kondisinya agar selalu fit, jangan lupakan multivitamin seperti BirdVit.

Suara kicauan eurasian bullfinch | DOWNLOAD

Semoga bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.