Murai batu Naga Emas memiliki tembakan cililin panjang-panjang, dengan isian cucak cungko, burung gereja tarung, siri-siri, dan serindit, juga ngekek panjang lovebird. Semua itu dibawakannya dalam durasi nyaris tiada henti,

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Murai batu Naga Emas orbitan anyar Om Fuksin Sunter.

Belum genap sebulan burung ini di tangan Om Fuksin Sunter. Tapi  melalui perawatan yang tepat dan konsisten, terutama pemasterannya, murai batu Naga Emas tidak membutuhkan waktu lama untuk meraih tangga juara.

Ujicoba pun dijalaninya dalam even Road to BnR Award di Dakota Kemayoran Jakarta, Minggu (21/12). Hasilnya, Naga Emas tampil sebagai juara 2 Kelas Media BnR.

“Padahal jumlah pesertanya 63 ekor, dan Naga Emas mendapat gantangan pinggir. Meski persaingan sangat ketat, dan suasana di pinggir agak ramai, Naga Emas tak terpengaruh,” kata Om Fuksin.

Om Fuksin Sunter konsisten main di kelas murai.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Karena itu, dia yakin Naga Emas punya masa depan yang sangat bagus. Mentalnya sudah teruji, tinggal meningkatkan jam terbang saja. Suatu saat, tambah Om Fuksin, Naga Emas bakal menjadi ancaman di Blok Barat.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Perawatan Naga Emas relatif gampang. Burung ini hanya mandi dua kali seminggu, yaitu Senin dan Jumat. Sehari-hari dijemur 1-2 jam, tergantung kondisi panas matahari. “Naga Emas juga tidak menggunakan kandang umbaran,” jelasnya.

Extra fooding (EF) sehari-hari berupa jangkrik dan kroto fresh. Tetapi porsi jangkriknya memang luar biasa, yaitu 20 ekor pada pagi hari dan 20 ekor lagi pada sore hari.

“Yang tak kalah penting adalah proses pemasteran. Selama ini saya menggunakan sonic master produk sendiri. Bisa pakai ukuran standar maupun mini,” kata Om Fuksin, yang juga pemilik produk sonic master burung.

Waktu yang cocok untuk memaster adalah sejak pukul 18.00 hingga dinihari, atau bahkan hingga pukul 07.00. Dia biasa menyetel sonic master dengan volume suara yang sayup-sayup.

“Ya, rentang waktu jam enam malam hingga tujuh pagi merupakan waktu yang pas untuk memaster burung, karena burung sedang nyenyak beristirahat,” ungkap kicaumania yang mukim di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Dimaster sejak jam enam sore hingga tujuh pagi

Menggunakan sonic master lebih praktis, lantaran sudah dilengkapi dengan aneka suara burung masteran seperti lovebird, cucak jenggot, tengkek, kapas tembak, jalak suren, siri-siri, kenari, jangkrik, belalang, pelatuk dan lainnya.

( baca juga Om Fuksin Sunter luncurkan sonic master mini  )

“Suaranya bersih dan jernih, volume dan speed bisa disetel sesuai dengan daya tangkap burung terhadap suara isian yang didengarnya. Jadi bisa disetting senggang, tidak terlalu rapat, dan berulang-ulang,” bebernya.

Bagi sobat kicaumania yang ingin konsultasi tentang cara pemasteran burung kicauan, silakan kontak Om Fuksin via Pin BB 7D2F3261, 24BFE8BE. (d’one)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.