Kenari Lembah Manah milik Om Teguh Wahyudi belakangan ini menjadi buah bibir. Dalam beberapa even terakhir, kenari Lembah Manah selalu menang. Dimulai dari even Danbrig 6/2 Kostrad di Palur, Solo Raya, 12 April 2015, hingga even nasional Danjen Kopassus Cup 2015 di Markas Grup 2 Kandang Menjangan, Kartasura, Minggu (26/4) lalu.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Nama Om Teguh Wahyudi mengorbit dalam lomba burung berkicau tingkat nasional, karena menjadi penyelenggara kontes akbar In Memorial Jenderal Besar Soeharto di Universitas Mercu Buana Jogja, yang sudah memasuki tahun kedua.

Om Teguh Wahyudi, pemilik kenari Lembah Manah.

Kenari Lembah Manah tidak disimpan di kediamannya, tetapi dititipkan di rumah Om Anton Bonbin, yang sekaligus dipercaya merawatnya.

Belum lama ini, Om Kicau mampir ke rumah Om Anton, tidak jauh dari bangjo Ring Road Blok O, atau sebelah timur Jogja Expo Center, Jl Janti Argomulyo, Jogja.

Menurut Om Anton, Lembah Manah merupakan kenari jenis F2 warna kuning bond. Kenari ini belum lama diboyong Om Teguh Wahyudi. Sebelumnya gaco ini bernama Platinum, milik Om Puji dari Trah AB-E Sleman.

Lembah Manah, kenari F2 warna kuning bond.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Kalau dirunut lagi, Platinum dulunya milik Om Wahyu 8055 Semarang, kemudian dibeli Om Inu Jogja. Saat mbrodol, Om Inu menjualnya kepada Om Puji. Di tangan Om Puji pun tidak lama. Selepas beres mabung, Platinum dua kali dicoba dalam even latber dan selalu meraih juara.

Kebetulan Om Teguh punya beberapa kiermaster (ahli / pemantau burung prospek), yang menonton aksi ciamik kenari Platinum di arena latber. Akhirnya Om Teguh pun meminangnya, mengganti nama menjadi Lembah Manah, dan menyerahkan perawatannya kepada Om Anton Bonbin.

Perawatan kenari Lembah Manah

“Perawatan kenari Lembah Manah cukup simpel. Setiap pagi, selepas mandi, burung dijemur, namun hanya setengah jam saja,” jelas Om Anton. Usai penjemuran, burung diangin-anginkan dalam kondisi sangkar tanpa kerodong.

Om Anton Bonbin bersama kenari Lembah Manah.

Khusus hari Senin dan Kamis, Lembah Manah dimasukkan dalam kandang umbaran kecil yang biasa digunakan untuk kenari. Namun di umbaran juga tidak lama, hanya sekitar 30 menit.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Pakan tambahan diberikan secara bervariasi. Jagung muda dan daun sawi diberikan berselang-seling sejak Senin hingga Kamis. Adapun Jumat dan Sabtu diganti dengan buah apel. Pada hari Minggu atau hari lomba, Lembah Manah diberi diberi telur dan sawi.

Hari Senin s/d Kamis diberi jagung muda, diselang-seling dengan sawi.

Jika mau dilombakan, maka sejak Jumat burung harus dikerodong penuh, agar tidak sering berkicau yang akan menghabiskan energi dan staminanya.

Kenari Lembah Manah memiliki suara yang cukup kristal. Ketika berlaga, sekali narik durasinya rata-rata 40 detik, dan nyaris tanpa spasi. “Setelah itu berhenti sebentar untuk tarik nafas, lalu langsung narik lagi. Begitu seterusnya,” jelas Om Anton.

Boleh dibilang, lanjutnya, kenari Lembah Manah kurang memiliki gaya. Burung rajin bunyi dan tetap anteng di satu titik tangkringan. “Tipe kenari seperti ini sekarang sedang ngetren kan? Tetap anteng di satu titik,” imbuh Anton.

Video kenari Lembah Manah

Om Kicau sempat merekam penampilan Lembah Manah di rumah Om Anton. Rekaman ini dilakukan tanpa perlu dipancing. Artinya, Lembah Manah tetap rajin bunyi, tanpa perlu disediakan lawan latih tanding di rumah agar mau bunyi.

Video ini berdurasi 1 menit 7 detik ini, terdiri atas dua tarikan nafas. Tarikan pertama bunyi selama 31 detik. Adapun tarikan kedua berdurasi 36 detik.