Gelatik jawa merupakan salah satu jenis burung finch yang mempunyai bulu-bulu cantik. Karena penampilannya itu, banyak kicaumania tertarik untuk memeliharanya sebagai burung hias di rumah. Bahkan tidak sedikit di antaranya yang sukses menangkarnya. Meski mudah diternak, banyak kicaumania yang mengalami kendala. Sebagai panduan, berikut ini beberapa problem dalam penangkaran gelatik jawa dan cara mengatasinya.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Gelatik jawa bagus dijadikan burung hias maupun untuk ditangkarkan.

Gelatik jawa / java sparrow (Padda oryzivora) sebenarnya merupakan spesies burung asli Indonesia, dengan wilayah persebaran di Jawa dan Bali. Karena penampilannya yang sangat cantik, burung ini kemudian diintroduksi di berbagai negara, baik di Eropa, Australia, maupun negara-negara di Asia.

Bahkan para penangkar di Eropa, khususnya di Belgia, Belanda, dan Inggris, sukses menciptakan strain-strain baru dari gelatik jawa, melalui perencanaan program mutasi warna. Strain-strain baru ini kemudian dikawinkan kembali dengan strain-strain berbeda, sehingga tercipta ribuan lebih strain baru gelatik jawa.

Maaf menyela, kalau burung Anda kondisi ngoss terus dan pengin jadi joss, gunakan TestoBirdBooster (TBB), produk spesial Om Kicau untuk menjadikan burung ngoss jadi joss...

( lihat juga Mutasi warna pada burung gelatik jawa )

Di Indonesia, gelatik jawa juga sering dijadikan burung masteran, karena memiliki suara kicauan yang unik (silakan cek suara kicauan gelatik jawa).

Karena dapat dijadikan burung hias, sekaligus burung masteran, banyak kicaumania yang mencoba menangkarnya. Apalagi perawatan dan penangkarannya relatif mudah.

Meski demikian, beberapa orang yang mencoba beternak masih menemui berbagai kendala dalam breeding gelatik jawa. Setidaknya ada lima kendala yang paling umum dijumpai, yakni:

  • Sulit berjodoh/berpasangan
  • Tidak mau bersarang
  • Tak kunjung bertelur
  • Salah satu burung terlalu agresif
  • Indukan membuang telur/anak-anaknya.

Untuk mencegah dan mengatasi kendala dalam penangkaran burung gelatik jawa, berikut ini beberapa solusi yang bisa Anda terapkan, sesuai dengan kasus masing-masing.

Jika kendala yang Anda alami adalah burung sulit berjodoh / berpasangan, maka beberapa solusinya antara lain:

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

  • Sebaiknya gunakan kandang yang berukuran luas, jangan menggunakan sangkar harian. Ini bisa memperbesar peluang burung berjodoh atau menemukan pasangannya.
  • Gunakan kotak sarang yang tepat serta dilengkapi bahan-bahan sarang. Kotak sarang sebaiknya berbentuk seperti gelodok yang biasa digunakan dalam penangkaran parkit maupun lovebird. Mengenai ukuran kandang dan bentuk kotak sarang yang digunakan, silakan simak kembali artikel Cara mudah menangkarkan gelatik jawa.

Bagaimana jika burung gelatik jawa tak kunjung membuat sarang atau tak kunjung bertelur? Biasanya, dua problem ini disebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

  • Burung kurang birahi, sehingga sulit berjodoh apalagi bertelur.
  • Sepasang burung yang dipelihara ternyata berjenis kelamin sama.
  • Lingkungan kandang kurang aman dan nyaman.
  • Salah satu burung terlalu agresif atau sering menyerang burung lain.
  • Terganggu oleh keberadaan burung lain di dalam kandang.

Menangkarkan gelatik jawa dapat dilakukan di dalam kandang koloni yang terdiri atas beberapa pasangan. Namun untuk mendapatkan hasil maksimal, sebaiknya kandang penangkaran tidak dicampur dengan burung-burung yang berlainan jenis. Selain bisa membuat indukan mudah stres dan tidak mau bertelur, ada beberapa jenis burung yang mempunyai sifat mendominasi atau sangat agresif terhadap spesies lainnya.

Selain itu, kondisi lingkungan sekitar kandang pun harus mendapat perhatian. Linkungan yang kurang aman karena terlalu banyak hewan liar / peliharaan yang lalu-lalang di sekitar kandang atau suara yang terlalu ramai / berisik bisa mengurangi minat burung gelatik jawa untuk berkembang biak.

Tak sedikit kicaumania yang terkecoh oleh penampilan dari sepasang gelatik jawa miliknya. Burung yang dikiranya jantan dan betina itu ternyata berjenis kelamin sama. Itu sebabnya, mereka tidak kunjung berjodoh atau bertelur. Untuk membedakan gelatik jawa jantan dengan betina, Anda bisa menyimak referensinya di sini.

Penyebab lain burung tidak mau berjodoh atau tak kunjung bertelur adalah salah satu atau keduanya kurang birahi maupun belum cukup umur. Apabila burung kurang birahi, pemberian pakan tambahan / extra fooding (EF) harus ditingkatkan. EF yang bisa diberikan untuk mempercepat kondisi birahinya antara lain kangkung, kecambah, dan jagung muda.

Untuk menjaga kondisi dan mendukung proses penangkarannya, berikan suplemen khusus penangkaran seperti BirdMature. Jika burung sudah cukup umur, suplemen ini bisa mengatasi masalah induk yang kurang birahi, tak mau berjodoh, dan tak kunjung bertelur.

Itulah beberapa tips mengatasi beragam masalah yang kerap terjadi dalam penangkaran burung gelatik jawa.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.