Selama tiga pekan beruntun, cucak jenggot Markonah milik Om Wempi Ardi (Gasspol SF Sumedang) berhasil menjuarai dua lomba burung berkicau tingkat nasional (Presiden Cup IV dan Piala Panglima TNI) dan satu even regional (Piala Kapolres Sukabumi Kota). Burung ini mampu mengimbangi lawan-lawan tangguh seperti cucak jenggot Ratu Jagat dan Karin.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Cucak jenggot Markonah, jawara PresCup IV dan Piala Panglima TNI.

Dalam even PresCup IV di Senayan, Jakarta (2/10), Markonah tampil sebagai juara pertama di Kelas Probiovit, mengalahkan Ratu Jagat milik Om Yayang (Pangkalanbun) yang berada di peringkat kedua.

Seminggu kemudian, Markonah nyaris double winner dalam gelaran Piala Panglima TNI di Cibubur, Jakarta Timur (9/10). Markonah menjuarai Kelas Pur Ronggolawe, unggul atas Indigo yang juga milik Om Wempi Ardi.

Namun di Kelas Ebod Vit, Markonah harus puas menjadi juara kedua di bawah Karin, langganan juara milik Om Martin (Rosa SF Jatibarang, Indramayu). Posisi ketiga ditempati cucak jenggot Indigo.

Stamina yang luar biasa membuat Om Wempi tetap menurunkan Markonah dalam Piala Kapolres Sukabumi Kota di Secapa Polri, Sukabumi, Minggu (16/10) lalu. Penampilannya sangat stabil, terbukti dengan keberhasilan Markonah meraih juara 1, 1, dan 2.

Om Wempi bersama CJ Markonah dan trofi kemenangannya di Sukabumi.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Om Wempi Ardi tak menduga grafik prestasi Markonah bisa meningkat sepesat ini. Padahal dia dulu sempat galau berat, karena Markonah pernah dicuri orang saat sedang disiapkan di pinggir lapangan untuk mengikuti sebuah even,

Ceritanya, Februari lalu, cucak jenggot Markonah disiapkan untuk tampil dalam even akbar Valentine Day PBI di Jogja. Tetapi burung malah mabung, sehingga batal berlomba dan dibawa pulang bersama perawatnya di Tasikmalaya.

Beberapa pekan kemudian, masa mabungnya selesai. Sang perawat hendak menjajalnya dalam even lokalan di Tasikmalaya. Saat itu penampilannya memang belum maksimal.

“Ketika burung ditinggal sebentar di paddock lapangan, ternyata ada yang mencurinya. Modus sang pencuri adalah mengambil burung di dalam sangkar, kemudian dimasukkan ke saku celana,” ujar Om Wempi.

Selama 10 hari, Markonah tak bisa diketemukan. Tetapi berkat informasi sesama kicaumana, burung akhirnya bisa kembali ke Om Wempi. Hanya saja, kondisinya sudah ngedrop dan harus dirawat ulang sampai ketemu setelan / setingan yang tepat lagi.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

“Hampir tiga bulan lamanya Markonah mengalami stres, terutama jika ketemu orang. Baru pulih dan ketemu setelannya saat tampil di Piala Sumedang, tanggal 24 April lalu. Alhamudillah, kini kondinya sudah benar-benar pulih,” jelas Om Wempi yang memang dikenal sebagai spesialis cucak jenggot.

Dalam even Piala Sumedang, Markonah sudah kembali ke jalur juara. Setelah itu, prestasinya justru makin melesat. Misalnya, juara 1 dan 2 dalam Piala Ronggolawe 3 di Bandung (24/7), hattrick dalam Launching Radjawali Indonesia DPC Indramayu (28/8), hingga menjuarai Prescup IV, Piala Panglima TNI, dan yang terbaru nyaris hattrick di Piala Kapolres Sukabumi Kota.

Om Wempi Ardi kini merawat sendiri cucak jenggot Markonah, sehingga tahu betul karakter dan keinginan gaconya itu. Apalagi Markonah agak berbeda dari cucak jenggot pada umumnya. “Burung ini harus dalam kondisi birahi tinggi agar daya tempurnya keluar,” ujarnya.

Nah, bagaimana cara mendongkrak birahi cucak jenggot Markonah agar selalu fight saat menghadapi lawan-lawan di lapangan. Untuk menjaga kestabilan kondisi birahinya, burung cukup diberi 1 ekor jangkrik pada pagi hari, dan 1 ekor lagi pada sore harinya.

Om Wempi merawat sendiri cucak jenggot Markonah.

Mandi tidak setiap hari, tetapi dijadwal pada hari Senin, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Jadwal mandi Jumat-Minggu dimaksudkan agar burung selalu dalam kondisi segar. Adapun mandi pada hari Senin bertujuan sebagai relaksasi setelah menjalani lomba.

“Bahkan pada hari lomba, yakni Minggu, burung wajib mandi sebelum digantang, baik sesi pertama atau ketika akan turun lagi pada sesi kedua dan ketiga. Porsi jangkrik saat mau lomba tidak dibatasi lagi, atau sekenyangnya burung. Markonah bisa menghabiskan sampai 20 ekor jangkrik,” ungkap Om Wempi.

Dengan pengkondisian seperti itulah, Markonah mampu mengeluarkan tembakan panjang-panjang dengan materi burung gereja dan pelatuk, didukung volume yang dahsyat.

Markonah kini menjadi salah satu cucak jenggot terbaik di Blok Barat, di samping Karin. Bahkan kemenangan di PresCup IV dan Piala Panglima TNI menjadi sinyal bahwa Markonah telah menembus level nasional, sejajar dengan Ratu Jagat, Karin, dan Micky Mouse.

Om Wempi (pegang trofi juara PresCup IV) bersama rekan-rekan Cucak Jenggot Mania.

Om Wempi Ardi yang juga tergabung dalam komunitas Cucak Jenggot Mania (CJM) bahkan kerap menurunkan dua gaco hebatnya secara bersamaan, yakni Markonah dan Indigo. Terbukt, kedua burung ini moncer dalam PresCup IV dan Piala Panglima TNI. (d’one)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.