Banyak kicaumania yang menganggap snot adalah penyakit yang menyerang pada mata burung. Sebenarnya, snot / infectious coryza adalah penyakit yang menyerang organ pernafasan burung dan unggas lainnya, termasuk ayam dan itik. Dalam kondisi parah, snot dapat menginfeksi hingga bagian mata. Berikut ini beberapa pengobatan alternatif, herbal, dan medis, untuk mengatasi penyakit snot.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung lovebird terkena penyakit snot.

Penyakit snot pada burung kicauan harus segera diatasi, sebab dikhawatirkan bisa menular pada burung lainnya yang masih sehat. Karena itu, ketika menjumpai seekor burung mengalami gejala snot, segera dikarantina dalam kandang tersendiri.

Selanjutnya, kandang yang pernah ditempati burung terkena penyakit snot juga harus disucihamakan menggunakan desinfektan. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan desinfektan khusus burung seperti FreshAves.

Untuk mengobati penyakit snot pada burung, kita bisa menggunakan beberapa cara, mulai dari pengobatan alternatif, herbal, hingga medis.

1. Pengobatan alternatif menggunakan urine

Pemanfaatan urine dalam pengobatan manusia sudah lama digunakan di Jepang, tetapi belum lazim diterapkan pada burung kicauan. Sebagian kicaumania yang pernah mencobanya meyakini bahwa snot bisa disembuhkan apabila kita rutin meneteskan urine pada kulit dan sekitar mata burung penderita.

Namun perlu diingat, belum ada penelitian mengenai khasiat urine dalam penyembuhan penyakit snot pada burung. Beberapa ahli mengatakan, urine pada umumnya tidak menimbulkan efek samping yang berbahya jika terminum.

Namun, banyak juga pakar yang mengingatkan, dalam situasi tertentu, urine bisa memperburuk masalah. Ketika urine bersentuhan dengan luka di bagian mata, tentu akan menimbulkan reaksi dan menimbulkan rasa sakit.

Bahkan hasil riset yang dilakukan para ilmuwan Loyola University of Chicago menyebutkan, berbagai bakteri hidup di dalam air seni (urine), sekaligus menjadi bukti bahwa urine itu tidak bersifat steril sebagaimana yang diyakini banyak orang.

Jadi, agar para kicaumania tidak salah langkah, maka pengobatan alternatif menggunakan urine untuk mengatasi snot pada burung sebaiknya dihindari.

2. Pengobatan herbal

a. Menggunakan kembang telang 

Kembang telang

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Kembang telang adalah tanaman merambat yang banyak dijumpai di hutan dan pekarangan sebagai tanaman hias. Tanaman ini mempunyai bunga berwarna biru yang dipercaya memiliki beragam khasiat, khususnya untuk mengatasi abses / bengkak bernanah dan kesehatan mata.

Kembang telang mengandung mengandung sejumlah senyawa kimia seperti fenol, alkaloid, flavonoid, saponin, sulfur, ca-oksalat, dan delphimidin.

Bagaimana cara mengobati snot menggunakan bunga ini? Sebelumnya, beberapa kuntum kembang telang direndam dalam segelas air, sampai airnya berubah warna menjadi biru.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Air itulah yang nantinya diteteskan pada bagian mata dan area sekitar mata yang terdampak snot, maupun gangguan mata lainnya.

b. Menggunakan bunga kitolot

Tanaman kitolot.

Kitolot adalah jenis tanaman liar yang banyak tumbuh di pekarangan, pinggir jalan, dan hutan-hutan. Bunganya sudah dikenal masyarakat mampu mengobati beragam masalah pada mata, seperti infeksi, snot, dan sebagainya.

Kitolot mengandung senyawa aktif seperti politerol, alkaloid, flavonoid, dan samponi yang bisa membantu mengatasi masalah pada mata. Namun kitolot harus diberikan secara tepat. Sebab, jika tidak, justru makin memperparah kondisi penderita, baik pada manusia maupun burung.

Anda bisa memperoleh manfaat lebih efektif dari kitolot, terutama untuk pengobatan penyakit snot pada burung, Ya, omkicau.com sudah lama memproduksi KitolotPlus yang merupakan hasil penyulingan bunga kitolot dengan daun pegagan, serta diracik dengan formulasi khusus untuk mengatasi beragam masalah pada burung kicauan.

Produk ini bisa mengobati radang mata akibat snot, serta beberapa gangguan kesehatan pada burung lainnya seperti katarak, infeksi mata, mata bengkak dan berair, bahkan penyakit avian pox / cacar unggas atau kerap disebut patek.

Burung yang terkena snot bisa diobati dengan Kitolot Plus. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, Kitolot Plus bisa diberikan sebagai pendamping pengobatan menggunakan StopSnot.

3. Pengobatan medis menggunakan StopSnot

StopSnot adalah obat tetes yang merupakan kombinasi antibiotik yang sangat ampuh mengatasi infeksi bakteri yang menimpa burung kicauan seperti snot / korisa, berak kapur, Salmonella, maupun infeksi pernafasan.

StopSnot: Pengobatan efektif untuk burung terkena snot.

StopSnot diberikan dengan cara diteteskan langsung sebanyak 2-3 tetes ke daerah mata burung yang bengkak atau mengalami infeksi. Setelah itu dikompres / diusap perlahan dengan air hangat. Setelah kering, pengobatan pun bisa dilanjutkan dengan mengoleskan Kitolot Plus pada area yang terdampak.

Itulah beberapa cara pengobatan untuk mengatasi penyakit snot pada burung. Namun lebih baik mencegah daripada mengobati. Bagaimana cara mencegah snot, simak artikelnya di sini.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.