Para kacermania di Indonesia tentu masih ingat dengan kacer-kacer legendaris seperti Setan Hitam, Pendekar Krakatau, Paku Banten, dan Reog. Semuanya merupakan burung orbitan Om Sunarto serta putranya, Om Aldi Giovanni, dan pernah menjuarai even-even nasional termasuk Piala Raja.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Om Sunarto mendapat penghargaan sebagai Bapak Kacer Indonesia dan Legenda Kacer Indonesia.

Tangan dingin Om Sunarto inilah yang membuat sejumlah event organizer memberikan penghargaan kepadanya. H Ebod, bos Roggolawe Nusantara, memberi penghargaan kepada Om Sunarto (dan Om Edy PLN) sebagai Bapak Kacer Indonesia.

Kemudian dalam even Pasundan Cup, Om Sofyan Juandi (Panglima Radjawali Indonesia) dan Om Prio Sutrisno (Radja) memberinya penghargaan sebagai Legenda Kacer Indonesia. “Terima kasih atas seluruh apresiasi yang diberikan kepada saya,” kata Om Sunarto.

Penghargaan untuk Om Sunarto (kanan) sebagai Legenda Kacer Indonesia.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Penghargaan Bapak Kacer Indonesia dari Ronggolawe Nusantara.

Kiprah Om Sunarto di dunia perkaceran tidak berhenti sampai di situ. Lelaki kelahiran Surabaya pada 18 November itu termotivasi agar burung kacer bisa dicintai kalangan akar rumput di Indonesia. Itu sebabnya, dia bersama rekan-rekan mendirikan Perhimpunan Pecinta Hitam Putih Indonesia (P2HP).

“Melalui kerja sama yang baik antarsesama pecinta kacer, sekarang makin banyak komunitas kacer yang muncul di Indonesia,” tambah Om Sunarto.

Om Sunarto dalam acara Kopdar Kacer P2HP.

Banyak sahabatnya yang terkesan dengan kiprah Om Sunarto. Om Kuncoro (RE Muci Tangerang) dan kawan-kawan, misalnya, berencana mengadakan even untuk mengenang dedikasi Om Sunarto. Even yang dimaksud adalah lomba burung berkicau Gebyar Merah Putih Bapak Kacer Indonesia (BKI) Mr Sunarto di Lapangan RE Muci Tangerang, Sabtu 31 Oktober 2020 (brosur ada di Halaman Brosur Lomba Burung).

Di akhir tahun 2020, Om Sunarto bersama semua komunitas pecinta dan peternak kacer juga bakal menggelar lomba burung berkicau Anniversary Bapak Kacer Indonesia di Cileungsi Hijau Ent (22/11) dan Deklarasi APBN Kacer di Cibubur (28/11).

“Terima kasih kepada sahabat-sahabat yang sangat peduli terhadap perkembangan kacer di Tanah Air, seperti Mbah Ibi CPI, KMD, Kang Asep Pro, Papih Andi Wijaya dari KLI, Om Bambang Arkan Rusdy Baihaqi (KMI), Pompy Mbing (P2HP), Om Kuncoro (RE Muci), Bang Adry BnR, Dimas Gipong, dan komunitas lain yang tidak bisa saya sebut satu-persatu,” ungkap Om Sunarto.

Sejak kecil, Om Aldi Giovanni (kanan) sering diajak ayahnya ke arena lomba.

Kacermania yang murah senyum tersebut mulai menekuni hobi burung kacer tahun 1990, saat masih tinggal di Bekasi. Saat itu dia mendapat kacer dari Kota Padang dan diberi nama Setan Hitam, karena materinya suara burung hutan.

Om Sunarto memang lebih senang mencetak kacer prospek, dididik sejak muda sampai akhirnya bisa menjadi jawara. Setan Hitam ternyata mampu memenuhi harapannya.

Burung ini pernah membuat heboh ketika mencetak hattrick (tiga kali juara 1) dalam even Gamako Cup di Ancol. Puncaknya, burung ini sukses menjuarai Jayakarta Cup dan Piala Raja.

Om Sien Ronny (Surabaya) sempat meminang kacer Setan Hitam. Namun Om Sunarto masih sayang dan belum mau melepasnya. “Gaya mainnya eksotik, dengan senjata andalan tembakan cililin yang dahsyat,” jelasnya.

Banyak kicaumania yang beranggapan, Setan Hitam adalah ikon kacer hitam putih, yang menggeser dominasi kacer dada hitam saat itu.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Om Aldi Giovanni mewarisi hobi dan talenta ayahnya.

Beberapa waktu kemudian, Om Sunarto mendapat kacer muda dari Kios Burung Pak Udi di Cilegon. “Jumat saya take-over seharga 3,5 juta, hari berikutnya saya turunkan ke lapangan dan bisa meraih double winner. Minggu, saya turunkan lagi di Lapangan Hompimpa Cikrang, dan kembali mencetak double winner. Saat itu sempat ditawar 50 juta,” tuturnya.

Kacer muda itu kemudian saya beri nama Pendekar Krakatau. Semula, dia mendapat masukan agar burung diberi nama Pendekar Banten. Namun karena di Cilegon ada Gunung Krakatau, akhirnya saya kasih nama Pendekar Krakatau.

Om Sunarto (kanan) saat mengikuti even akhir Agustus 2020.

Sebagaimana Setan Hitam, kacer Pendekar Krakatau juga kerap menjuarai even nasional, termasuk Piala Raja. Burung ini juga termasuk salah satu kacer legendaris di Indonesia.

Lima tahun lamanya Pendekar Krakatau merajai even-even akbar di negeri ini, sampai akhirnya dibeli Om Prapto HI dengan harga fantastis. Burung kemudian dirawat Om Aan Ronggo.

Sepeninggal Pendekar Krakatau, Om Sunarto diminta teman-reman Cilegon untuk mencari lagi kacer berbakat dari daerah tersebut.

“Kebetulan saya senang dengan kacer milik Pak Haji Nikmat dari Cilegon. Setelah saya rawat, burung saya kasih nama Paku Banten, dan akhirnya bisa menjadi jawara pula,” kata Om Sunarto yang sering mengajak putranya, Om Aldi Giovanni, ke arena lomba.

Tak hanya itu. Dia juga mulai mendidik kacer lagi. Burung didapatkan dari seorang juri PBI Bandung, kemudian diberi nama Top Speed. Setelah beberapa kali menjadi jawara, Top Speed ditake-over oleh Om Kuncoro DJ.

Jika dikupas lebih lanjut, masih banyak kacer jawara hasil orbitan Om Sunarto, antara lain:

  • Reog: hattrick di Soeharto Cup 4, Jogja.
  • Kaisar Langit dan Senopati: ditake-over Om Apiu / Om Chandra Pontianak.
  • Pendekar Bintaro dan Bara Api: ditake-over H Muniri (Pontianak).
  • Panglima Naga: ditake-over Om Yayak (Sangau, Pontianak).
  • Setan Hitam Jr: ditake-over Om Hendy (Dewa Sakti SF), sekarang masuk kandang ternak APBN Kacer.
Kacer Reog saat tampil dominan dalam even Piala Pasundan 2017.
Kacer Setan Hitam Jr kini jadi ancaman di even-even akbar berikutnya.

Saat ini, Om Sunarto masih mengorbitkan beberapa kacer bahan agar bisa menjadi jawara. Misalnya, kacer Angin Surga, Maradona, dan Naga Geni.

Untuk para kacermania pemula, Om Sunarto memberikan tips ringan bagaimana cara mencari kacer bahan yang prospektif. Menurut dia, katuranggan tak bisa dikesampingkan. Misalnya, bentuk kepala harus cepak / papak / ceper, paruh tipis dan ada celah, ada kumisnya, serta mata belo biasa.

“Pilihlah kacer dengan bodi besar, kaki standar doyong, tapi jangan tinggi, serta bulu penopang ekor tebal,” tutur Om Sunarto.

Bagi yang ingin bertemu langsung dengan Om Sunarto dan Om Aldi Giovanni, silakan datang dan ikuti lomba burung berkicau Gebyar Merah Putih Bapak Kacer Indonesia (BKI) Mr Sunarto di Lapangan RE Muci Tangerang, Sabtu 31 Oktober 2020, mulai pukul 11.00. (OK-1)

Om Sunarto bersama Om Kuncoro RE Muci.
Om Sunarto saat menghadiri Kopdar Komunitas Kacer Tasikmalaya.
Om Sunarto bersama rekan-rekan kacermania.

Semoga bermanfaat.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.