Grafik performa burung

Salah satu kawan kita penghobi burung, Om Irawan,  bertanya mengenai berapa lama setelah burung bertelor pada periode tertentu akan kembali bertelor pada periode berikutnya.

Menjawab pertanyaan itu, secara singkat saya mengatakan bahwa kalau pakan untuk kebutuhan kenari betina di masa subur terpenuhi, dan kondisi fisik serta mental bagus, paling sepekan sudah nelor lagi. Atau paling lama 15 hari. Mengapa demikian?

Berkaitan dengan hal itu, saya menulis mengenai apa yang saya sebut sebagai grafik performa burung penangkaran dan lomba.

Gaya ngentrok bisa muncul jika beberapa kondisi dipenuhi

Burung cucak hijau buisa ngentrok atau tidak, sangat ditentukan oleh kondisi fisik secara umum, mental dan bawaan.

Di kandang penangkaran (beda sekali dengan kondisi burung di alam), dalam kondisi normal dan cuaca mendukung, burung seperti murai batu (MB), cucakrowo (CR), jalak suren  (JS), kacer, anis kembang (AK)  dan sejumlah burung yang sudah banyak berhasil ditangkar lainnya, begitu anakannya diambil dari sarangnya, pada 5-7 hari kemudian sudah bertelor lagi dan mengeram lagi. Begitu seterusnya.

Oleh karena itu, ada MB atau JS yang tidak membuat heran lagi kalau dalam waktu dua (2) bulan bisa menghasilkan 3 kali anakan.
Hitungannya adalah sebagai berikut:

Taruh saja burung bertelur pada hari ke 1, 2 dan 3 (atau bisa juga plus hari ke-4 kalau bertelor empat).  Kapan mengeram? Burung mengeram ya dimulai bersamaan pada hari pertama dia bertelor itu .

Setelah 14 hari sejak telor pertama keluar, anakan menetas. Pada hari ke-16 (2 hari setelah menetas), anak-anak burung diambil untuk diloloh secara “manual” oleh penangkarnya. Dalam kondisi normal terawat, pada hari ke-21 atau paling lama hari ke-23, burung indukan sudah bertelor lagi…begitu seterusnya.
Artinya apa? Burung di penangkaran bisa punya anak lagi dalam waktu 21 sampai 23 hari setelah anak-anak periode sebelumnya keluar sebagai telor.

Jika seandainya semua telor burung yang sedang dierami kita ambil, semua maka dalam waktu 5-7 hari kemudian burung sudah akan bertelor lagi dan mengeram lagi… begitu  seterusnya.

Berikut ini abstraksi hal yang saya sampaikan di atas:

alur-produksi

Catatan 1:

Hitungan ini tidak berlaku untuk lovebird (LB) yang masa mengeramnya 21 hari, atau kenari yang jarang untuk disuapi secara manual oleh penangkarnya (kecuali di banyak penangkaran kenari di Malang, yang para penangkarnya biasa menyuapi anakan2 kenari).
Untuk LB yang diperlakukan sama (anak-anaknya disuapi secara manual oleh penangkarnya), maka bisa menghasilkan keturunan setiap 28 hari (sampai sebulan) sekali.

Catatan 2:

Pada sejumlah penangkaran, dikenal apa yang disebut dengan indukan “babu”, indukan “pelayan” dsb. Istilah ini merujuk pada pasangan-pasangan burung tertentu yang dipelihara dengan fungsi menjadi indukan bagi burung yang ditangkarkan. Burung yang ditangkarkan dengan model inang pengasuh ini  umumnya adalah burung pemakan biji (kenari, LB,  perkutut, parkit dll).

Pemanfaatan inang pengasuh:

Misal kita punya pejantan kenari yorkhsire  (YS) dengan 5 indukan betina kenari colorbred di sangkar berbeda-beda. Nah, ketika ada betina yang “matang” secara seksual (ditandai dengan kloakanya yang terlihat memerah dan membengkak), maka YS  pejantan kita masukkan. Tak berapa lama kemudian akan terjadi 2-3 kali perkawinan.  Setelah itu YS diambil. Keesokan harinya dikawinkan lagi dan dipisah lagi . Demikian sampai betina bertelor.

Perlakuan demikian juga dilakukan ke betina lain secara bergilir. YS pejantan “digilir”? Iya…menurut Mas Kuwat, penangkar kenari di daerah Klewer, Kartosuro, hal itu tidak apa-apa dan biasa dia lakukan. “Tetapi YS diistirahatkan minimal 6 jam untuk setiap sesion pertemuan dengan betina-betina itu,” kata dia.

Cerita berlanjut… setelah para betina kenari itu genap bertelor 3 atau 4 butir, maka telor-telor mereka diambil dan dipindah ke para betina kenari yang dipelihara sebagai kenari pengasuh/ kenari pelayan/ kenari babu/ inang pengasuh. Oleh karena  tidak mengherankan kalau dalam kandang penangkaran untuk menghasilkan kenari F1, banyak dijumpai pasangan-pasangan kenari lokal yang sedang pada  mengeram. Mereka memang disetting untuk seperti itu, yakni menjadi inang pengasuh forever….

Itulah mengapa saya tidak heran kalau seorang penangkar kenari yang hanya punya 3 ekor YS pejantan  bisa memproduksi F1 sebanyak 50-an ekor per bulan heheheheh….

Cucakrowo: Beranak melulu…

kandang-terbuka-cucakrowo

Moulting pada cucakrowo bersifat nyulam.

Melanjutkan cerita tentang grafik perfroma, maka dalam kasus penangkaran cucakrowo (dalam kondisi normal tanpa gangguan), kondisi beranak pinak itu bisa berlangsung sepanjang bulan (sepanjang tahun) karena jenis cucak mengalami masa mabung dengan cara nyulam (tidak pernah rontok bulu secara berlebih).
Lain halnya misalnya dengan JS, MB, kacer, AK dan beberapa jenis burung lainnya yang ketika memasuki masa mabung akan berhenti berproduksi (terutama betinanya; jantan mabung kadang masih bisa membuahi).

Bagaimanakah kita tahu performa burung non-cucak rowo dalam penangkaran?
Secara umum burung dewasa mengalami masa mabung setahun sekali. Prosesnya berlangsung seperti ini:

  • Diandaikan saja pada bulan ke-1 burung sedang dalam kondisi paling fit (selesai mabung dan bulu sudah kencang semua), maka dia akan memasuki masa mabung (tanda-tandanya antara lain bulu kecil mulai jatuh) adalah pada bulan ke-7 dan/atau 8.
  • Pada bulan ke-8 dan/atau 9, bulu lama sudah rontok sampai habis sementara bulu baru sudah sekitar 50% tumbuh (sebagian besar masih berbentuk rebung).
  • Pada bulan 10 dan/atau 11, bulu baru sudah tumbuh secara maksimal.
  • Pada bulan 12, sudah memasuki proses pengencangan bulu, dan burung menuju kondisi fisik yang paling masksimal.

Yup…pada bulan ke-1 berikutnya burung tampil dalam puncak performa.

Berikut ini abstraksinya:

performa-tahunan

Dengan dasar perhitungan itu, maka bisa kita asumsikan bahwa burung non-CR, non-LB dan non kenari (KN) dalam penangkaran bisa beranak-pinak berkelanjutan selama 6-7 bulan. Yakni mulai pada bulan pertama kondisi fit sampai bulu kecil berjatuhan (memasuki masa mabung). Dengan asumsi itu pula, maka selama setahun, burung di penangkaran bisa menghasilkan 8 sampai 9 kali tetasan.

Dengan perawatan yang maksimal dan gangguan lingkungan yang “nol”, bahkan selama memasuki masa mabung (2-3 bulan), burung masih mau dan bisa berproduksi.

BAGAIMANA DENGAN PENANGKARAN ALAM?

Ini adalah sebuah pertanyaan yang sebelumnya tidak pernah ada gambaran jawabannya di benak saya. Setelah saya mendapat sedikit cerita dari Om Ige (Yayasan Kutilang, Jogja) yang akrab sekali dengan konservasi anis merah (AM) di Bali, baru ada pemahaman atas itu.

Ceritanya dimulai ketika AM memasuki masa beranak yang biasanya dimulai saat masuk musim penghujan. “Panen” atas anakan AM dilakukan di ratusan sarang ketika anakan AM sudah berusia antara 5-10 hari. Setiap pasangan AM yang anakannya diambil, selang 5-7 hari kemudian betina akan segera bertelor dan mengeram lagi. Ketika nanti anakannya diambil lagi, si betina akan bertelor lagi dan mengeram untuk menetaskan anakan lagi. Itu semua persis dengan kondisi penangkaran domistik/rumahan.

Nah, untuk menjaga kelestarian penangkaran alam itulah maka anakan ketiga dari pasangan AM tidak diambil dan dibiarkan hidup untuk melanjutkan kehidupan di alam bebas. Hal sperti itu, konon, mulai terancam dengan adanya “ketidakdisplinan” para penangkar alam yang tetap nekad mengambil semua anakan AM pada semua periode tanpa sisa….

BAGAIMANA GRAFIK PERFORMA BURUNG LOMBA?
Grafik performa tahunan burung yang saya sampaikan di atas sebenarnya bisa juga kita gunakan sebagai pedoman melihat performa burung untuk lomba.

Ya… burung untuk kicauan atau lomba pun sebenarnya memiliki masa peforma maksimal hanya 1-7 bulan dalam setahun. Meski dipaksa seperti apapun, burung tidak akan pernah memiliki performa yang bagus ketika seharusnya dia memasuki masa mabung misalnya.
Ketika semuanya direkayasa, maka burung akan menjadi rewel, sulit ditreatmen dan menjengkelkan.

Model rekayasa apakah itu?

1. Penggunaan obat-obatan atau multivitamin yang tidak semestinya:

Penggunaan obat-obatan ini akan mempengaruhi metabolisme burung. Bisa saja bulu yang seharusnya mulai jatuh, tetapi karena burung mengkonsumsi obat tertentu, bulu tertahan. Belakangan…meski sudah terlihat berkerak, lusuh, amburadul…tidak juga mau rontok. Karena hal itu, si pemilik menyemprotkan obat perontok bulu… eh, bukannya bulu yang rontok, malah burung menjadi stres… sulit makan..sulit EF dan pokoknya serba menjengkelkan….

2. Treatment fisik yang berlebihan:

Gudang Kenari Bird Farm

Penjemuran secukupnya saja.

Treatment fisik yang berlebihan antara lain adalah:

(a) Pemberian pakan (termasuk EF) yang melebihi kebutuhan fisik. Pemberian pakan berlebihan, untuk mahluk hidup apapun (termasuk manusia), tidak bagus. Kalau tidak menyebabkan gemuk, dia akan menyebabkan burung jadi pemalas. Kalau tidak jadi pemalas (misalnya kelebihan protein dan bukan karbohidrat) dia akan menunjukkan perilaku birahi yang berlebihan, emosional dan mudah gembos (burung yang tidak terkontrol perilaku ganasnya, malah tidak punya power untuk mengeluarkan kicauan.

(b) Penjemuran berlebihan. Penjemuran berlebihan yang dilakukan sampai siang hari tidak akan menambah performa apa-apa pada burung kecuali burung bertambah ganas dan gacor tetapi sesunggunnya powernya mudah drop. Selain itu, sinar matahari pada siang hari mengandung unsur radioaktif yang berbahaya bagi burung terutama kesehatan bulu (mudah rapuh), kesehatan mata (memacu katarak). Penjemuran sebenarnya dicukupkan untuk mencegah berkembangnya kutu, janur dab mikroba lainnya pada sangkar dan tubuh burung dan pengubahan pro-vitamin D menjadi vitamin D.

(c) Pengumbaran yang berlebihan. Pengumbaran untuk burung diperlukan untuk menumbuhkan jaringan otot dan tulang secara maksimal pada burung terutama burung-burung muda. Pengumbaran berlebihan pada burung dewasa tidak akan “menumbuhkan” performa maksimal karena pada dasarnya performa tersebut akan muncul ketika burung tercukupi kebutuhan pakan dan kecukupan rawatan, serta sesuai dengan datangnya puncak performa bulanan.

(d) Pelatihan ditarungkan (trek) berlebihan. Burung yang kebanyakan ditrek/ditarungkan dengan burung lain justru akan berkurang semangat tempurnya karena mengalami kejenuhan (maaf, definisinya saya tidak bisa merumuskan secara tepat).

Demikian kira-kira yang bisa saya sampaikan mengenai apa yang saya sebut sebagai grafik performa burung penangkaran dan lomba.

Semoga bermanfaat.
Tambahan referensi:

Untuk menambah referensi mengenai performa burung, berikut ini ada tulisan di blog teman rekan kicaumania.or.id,  Om CJ, berjudul:

KAPAN BURUNG SIAP DILOMBAKAN

Grafik di bawah yang saya ambil dari David De Souza’s website http://www.shama.com.sg, yang sangat bagus untuk panduan kita, kapan burung kita siap dilombakan, siap dilombakan dalam hal ini si burung tersebut sudah melewati masa ganti bulu trotol, mabung 1, mabung 2 dan atau setidaknya telah mabung ke tiga. Burung mulai stabil untuk dilombakan minimal umur 3 tahun. Namun selama 2-3 tahun ini burung melalui fase latihan yang rutin untuk melatih mantalnya di lapangan.

Burung rata-rata mabung setahun sekali, bahkan ada yang di atas 1 tahun belum mabung karena faktor makanan, suhu, dan cuaca di sekitarnya.

article-1-11
Dari grafik di atas:
1. Masa Mabung (Molting Periode)
Masa mabung burung antara 3-1/2 bulan, kecuali ada kelainan burung tsb bisa lebih dari 4 bulan, rata-rata 3-4 bulan sdh beres mabung bila burung yg mabung kita perlakuan dengan baik, dalam hal ini: mandi, jemur, dan makanan porsinya sesuai dengan masa mabung.

2. Masa Contest (Ready for Contest Periode)
Sekitar 6 bulan lamanya, dimulai setelah bulan ke-3.5 sampe bulan ke-9.5. Setelah melewati masa mabung. Periode ini masa untuk mengkontestkan burung kita, tentu saja bila burung kita sehat dan sesuai dengan porsi si burung tsb, karena setiap burung mempunyai sifat karakter yang berbeda, dalam hal perawatan, pemberian makanan, masa jemur, dsb. Sering kita denger burung-burung jawara begitu beres mabung pada bulan ke-4 ada yang sdh bisa jawara lagi.

3. Top Performance (Top Form Periode)
Masa ini dimulai pada bulan ke-6 sampe bulan ke-9, merupakan the best time untuk mengkontestkan burung kita.

4. Masa Sebelum Mabung (Out of Form Before Molting Periode)
Masa sebelum mabung, setidaknya dimulai bulan ke-10. Sebaiknya burung tidak dilombakan atau distirahatkan. Jadi ada 6 bulan dimana burung kurang vit, 3 bulan persiapan mabung +/- 3 bulan mabung. Periode 3 bulan persiapan mabung, banyak burung yang masih jawara. Mereka benar-bener mengistirahatkan burungnya bila sudah mabung benar.

Tips dan info lain khusus penangkaran:

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja).

Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.

2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral (klik saja).

Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.

3. Jika Anda masih bingung juga bagaimana cara menangkar burung yang baik, silakan tanyakan detailnya melalui halaman Curhat?

Salam sehat burung Indonesia.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 9 comments

  1. santiago

    om klo liat grafik diatas, performa burung utk setahun. Lha kalau dalam hitungan 1 bulan / 3 bulan & dihubungkan dgn bioritmenya apakah ada hubungannya om?

  2. ardi

    1. permisi om, mau tanya ttg MB saya yang sama sekali g mau makan KROTO
    & MB saya saat ini dalam kondisi mabung.
    2. BAgaimana ya om mengatasi AM macet agar NGEPLONG lagi?

    Jawab:
    Banyak kasus seperti itu. Biasanya terjadi karena sudah dalam waktu lama MB peliharaan itu tidak pernah diberi kroto. Jadi malah merasa asing. Kalau hanya jangkrik atau EF lain tetapi performa sudah bagus ya nggak usah diberi kroto nggak apa-apa Om, Repotnya malah kalau MB nggak mau jangkrik…. Agar MB doyan kroto lagi, ya campurkan saja ke voer sebagaimana kalau kita melatih burung makan voer, yang harus dicampurkan ke kroto.
    Untuk AMnya yang macet, coba deh dirawat secara baik. Intinya, meski terlihat sehat, kondisinya sebenarnya belum sehat, bisa fisik maupun mental (ada burung lain yang membuat tertekan; benda2 tertentu di rumah yang membuat AM takut dll).
    Untuk masalah secara umum, coba deh baca mengenai Mengapa burung bermasalah?

  3. Havidz

    Om mau tanya MB saya, umur -/+ 2,5 thn. pertama dapat setelan jangkrik kata si empunya pagi 7 sore 7 siang kroto 1 sendok tak coba latber kayaknya over birahi (kebraen) mau kerja tp nabrak2 sangkar mau nerjang musuh, tak turunin jd pagi 5 sore 5 kroto tetap, mandi pagi sore selama 3 minggu tak coba lg ke latber, tetep aja nabrak2 sangkar skr tak turunin lg pagi 3 sore 3 kroto tetap, udah jln 2 minggu ini td MB temen dibawa ke rumah cb digandeng kok msh nabrak jg ya om? ada solusi om? selain jangkrik kroto gak pernah tak kasih apa2 MB nya
    sebelumnya makasih om
    salaam.

    Jawab:
    Wah itu jangan2 memang karakternya Om. Soalnya saya dulu pernah punya MB yang juga begitu. Padahal suaranya dahsyat. Ya, meski pernah juara di beberapa event, dan pindah tangan ke Om Reggy (Jkt) dan diterapi dengan berbagai cara, tetap saja nggak habis sifat galaknya.
    Untuk menguranginya, coba semprot sedikit air ketika mau ditrek. Lihat perilakunya. Kalau memang karakter, biasanya tetap nabrak saja meski sudah dibegitukan.

  4. bojezz

    om tips persiapan untuk kacer mo kontes apa aja om? apa d ksih profrma harian aj? trim’s om.

    Jawab:
    Nggak perlu pesiapan macam2 asal kopndisi burung memang sedang dalam puncak performa. Cuma untuk burung2 yang belum biasa ditrek dengan banyak burung, sebaiknya dicoba dengan satu dua burung dulu di rumah / teman. Jangan ambilrisiko menarungkan burung yang belum pernah tarung dengan banyak lawan. Sekali drop, sulit memulihkan kondisi mentalnya.

  5. dion

    Om..DUTO…Om kalo burung umur 3thnan tingkat kegacorannya lebih mahir ato gak?saya dpt MB 3thn giras banget….enaknya di TT ato ttp dirawat nih??coz Yg nawarin sodara sendiri jd ga enak mo nolak akirnya aku beli.berhubung giras bgt aku jd gak yakin ma ni burung..kalo pagi hari sempet bunyi dan sempet sahut2an meski ga ngotot.kondisi uda doyan voer.gmn Om..hematnya tetep dirawat ato di TT nih.dengan 3jangrik pake lidi tiap pg,siang sore.mandi pg n sore jemur rutin sampe jm 12.dengan rawatan itu uda mau bunyi tp gak maxim.maksih Om…

    Jawab:
    Kalau masih giras dan dalam treatmen agar jinak, jangan terlalu banyak jemur sampai jam 12-an. Kasihan karena MB sebenarnya bukan burung yang suka berjemur. Dia lebih suka berteduh.
    Rawat yang baik dan sabar. Cuma kalau sudah nggak sabar, bisa saja di-TT dan cari yang tidak terlalu repot ngrawatnya.

  6. Havidz

    00 gitu Om, sayang jg kl dah karakter. Tp sy tetep penasaran sm MB ini cb deh ntar kl berhasil terapinya saya kabari Om, mgk tambah kemenyan biar gak nabrak hehehe… Makasih masukannya Om Duto.

    JawaB:
    Oke Om, hehehe…

Komentar ditutup.