Suatu ketika saya bermimpi bisa memelihara burung-burung liar di kebun rumah, dengan menyediakan pakan dan minuman untuk mereka, sehingga mereka bisa terbang ke manapun dia suka dan pulang ketika perlu makan. Di Eropa atau Amerika, hal itu sudah umum dilakukan. Namun hal itu tampaknya mustahil untuk diwujudkan di Indonesia. Jangankan di kebun, di hutan pun jumlah burung kicauan semakin menipis. Mengapa? Anda sudah pasti tahu jawabannya, hehe.
Oke, sembari terus bermimpi, yuk kita lihat bagaimana perilaku burung-burung goldfinch Eropa ketika berpesta pora menikmati santapan yang disediakan manusia. (Video dari youtube, diupload oleh fredciel)
Sementara di bawah ini adalah video kicauan burung goldfinch yang diupload oleh Camerago.
Video goldfinch lainnya:
Kicauan keras dan kasar goldfinch, bagus untuk memaster kenari:
Ini profile goldfinch:
Selamat ber-goldfinch ria.






Apa nama Indonesia untuk burung goldfinch ini? Apakah bisa disebut sebagai burung kutilang?
Posted by Eko | 11 November 2011, 14:49Bukan. Belum ada bahasa Indonesia baku-nya.
Posted by Om Kicau | 13 November 2011, 00:14wah itu om….borneo …ato nias berekor putih…kalau ditempatku (sumatera selatan)…kalau lahat panjangnya tu tidak hanya setengah dari warna hitamnya….sedangkan kalau lebih dari setengah hitamnya itu sudah termasuk dalam kategori borneo…..
Posted by tri poksai | 18 Februari 2011, 12:33SUGENG, OM DUTO…………………
saya juga beli MB di pasar depok di dalem…..cerita ini mungkin sama dengan “jee40″
yang jual bilang kalau MB Lahat…..bulu ekor putih terpanjang memiliki stengah warna hitam…..ekornya panjang +15cm
Burung yang saya beli ini Lahat atau Borneo OM ??????>>>>>Jawab ya OM…cz pemula MB
Posted by reza sera | 16 Februari 2011, 12:06Kalau bunyi gfelembung tidak? Kalau gelembung borneo.. tetapi burung borneo pun bagus suaranya, nggak kalah dengan MB sumatera. Hanya kalau diadu di Jawa atau Sumatera kurang peminat.
Posted by Om Kicau | 16 Februari 2011, 14:21