Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Dari Pasty, Giri sampai Pramuka (Wajah Pasar Burung Indonesia-1)

Dari waktu ke waktu, pasar burung di berbagai kota besar se-antero Nusantara terus membenahi wajah mereka. Kesan kumuh, sempit, becek dan pengap, ingin segera mereka gelontor dari depan etalase mereka – menjadi sebuah tempat transaksi sekaligus tempat rekreasi.Bagaimana hal itu dilakukan? Bagaimana wajah pasar burung Indonesia kini? Inilah serangkaian tulisan tentang kondisi sejumlah pasar burung di Indonesia saat ini.Keinginan besar dari berbagai pihak yang berkompeten, mendorong perkembangan pasar burung tidak sekadar menjadi tujuan akhir para pembeli dalam memenuhi kebutuhan hobi mereka. Pasar burung sudah menjadi tempat berkembangya industri hobi kicauan di Nusantara. Bahkan kini pasar burung sudah melebarkan fungsi. Kini tempat yang dulu banyak dikonotasikan kurang nyaman untuk dikunjungi, belakangan mampu menyedot banyak kicaumaia dari akar rumput hingga pemain level atas.

Ambil contoh saja pasar Pasty Yogyakarta. Saat ini kawasan tersebut menjadi salah satu pasar burung paling luas, modern, bersih dan tertata rapi. Pasar aneka satwa dan tanaman hias Yogyakarta (Pasty) berada tepat di zona aneka satwa.

Pasar Satwa dan Tanaman Yogyakarta - Pasty Jogja

Pasar Satwa dan Tanaman Yogyakarta - Pasty Jogja

Pasar pindahan dari Ngasem ini, dibuat untuk merevisi segala sesuatu yang terasa kurang dari Ngasem. Nuansa sempit, kumuh, kotor dan akses jalan macet serta semrawut mencoba dibersihkan dari wajah Pasty.

Pasar yang menempati area sekitar 14.000 m2 di kawasan Dongkelan, Jalan Bantul memiliki akses lebih lancar, parker luas dan secara umum lebih rapi dan bersih. Menurut Lurah Patmana, Ketua UPT Pasty, dari area 14.000 m2 sepertiganya dimanfaatkan untuk bangunan, dua pertiga dipertahankan kealamiannya berupa taman, pepohonan, tempat bermain anak, mushola dan tempat latihan burung. Air bersih juga disediakan cukup, keamanan dijaga selama 24 jam.

Sudah barang tentu, semua kebutuhan burung berkicau bisa dicari di sini. Kendati belum bisa dikategorikan paling lengkap. pasar ini secara kebutuhan tidak diperuntukan sebagai tempat untuk grosir tetapi diarahkan kepada transaksi eceran yang langsung ke penghobi. Digelarnya arena Latber tiap Senin sore juga mendongkrak kunjungan kicaumania ke pasar ini. Selain para penghobi, pasar Pasty juga menjadi tempat  kunjungan wisata.

Banyak wisatawan asing maupun domestic mampir dan melihat berbagai keasyikan serta keunikan di sana. Banyak wisatawan terhibur ketika melihat aneka satwa dan burung.

Latberan dongkrak pengunjung

Kini fungsi pasar burung makin meluas. Tidak semata-mata menjadi arena transaksi para penghobi memenuhi kebutuhan hobi mereka. Di bebarapa kota seperti pasar hewan Purbalingga, pasar burung Giri Gersik dan di kawasan Jabotabek, pasar burung disemarakan agenda latberan.

Pasar hewan Purbalingga misalnya, kawasan ini lebih semarak dengan adanya latberan. Apalagi lokasinya mudah dijangkau kicaumania. Terletak di samping terminal bus Purbalingga, pasar ini makin semarak dengan berdirinya Paguyuban Pedagang Burung Berkicau. Paguyuban ini dimotori Sugeng BM, yang setiap Kamis menggelar latihan burung.

Banyak pemain luar kota juga hadir di pasar ini lantaran mereka tahu dari latber ini banyak lahir burung-burung jawara. “Alhamdulillah dalam waktu tiga tahun berdirinya pasar dan dua tahun latber, para pedagang banyak mendapatkan berkah,” ujar Sugeng BM.

Semua kebutuhan kicaumania juga sudah tersedia di sana. Jadi kicaumania Purbalingga tidak perlu jauh-jauh mencari kebutuhan mereka. Misalnya, berbagai macam burung tersedia, baik bakalan maupun jadi. Semua produk sangkar, akesoris, kerodong maupun pakan burung juga tersaji. Pak Sis salah seorang pedagang, mengatakandunia  perburungan di Purbalingga semakin ramai yang indikasinya terlihat dari kenaikan omset para pedagang.

Begitu juga dengan pasar burung Giri, Gresik. Joko S dan didukung tokoh pasar itu, Gus Maksum, sukses menyulap pasar burung itu semakin berkicau.  Setiap Minggu pagi digelar latihan yang digawangi Gresik Bird Community (GBC).

GBC juga sukses mengundang pemain luar kota dalam agenda latpres. “Pihak pasar sangat responsif mendukung latihan di pasar Giri karena membawa efek positif buat perkembangan  pedagang di pasar ini,” ujar Joko.

Kondisi serupa juga terjadi di pasar burung kawasan Jabotabek. Sepanjang tahun terus semarak. Di Jabotabek sendiri, ada beberapa pasar burung popular. Para pengelola, umumnya menggelar latberan rutin di sekitar pasar. Harapan mereka bisa menarik kedatangan para pengunjung dan akhirnya mendongkrak omset para pedagang.

Ada memang beberapa pasar yang tidak menyediakan fasilitas latberan. Misalnya pasar burung Jatinegara dan pasar burung Barito Jakarta Selatan. Hal itu disebabkan tempatnya memang terbatas. Namun demikian hal itu tak mengurangi minat pembeli memadati kios-kios di pasar tersebut pada setiap akhir pekan.

Kondisi serupa juga terjadi di pasar burung Cipinang Jakarta Timur, pasar burung Narogong Bekasi, pasar burung Lembang Ciledug, Tangerang. Tak berbeda dengan pengunjung pasar Pramuka, Jatinegara maupun Barito, pasar ini dikunjungi beragam penggemar burung baik penggemar rumahan atau pemula hingga kalangan pemain.

Pasar burung Cipinang kini dikenal sebagai tempat berkumpulnya para pemain kawakan yang membaur dengan para new comer. Setiap Kamis, di pasar ini digelar latberan rutin. “Buat ngeramein aja, mengenai keuntungan sih nggak seberapa,” jelas Edo, penyelenggara.

Denga tiket murah, di bawah 50 ribu, para pemain punya kesempatan menjadi juara dengan hadiah uang tunai. Sebulan sekali, even organizer di pasar ini juga menggelar latber spesial dengan tiket dan hadiah lebih besar.

Pada hari sama, di pasar Narogong Bekasi juga digelar latberan rutin. Tujuannya sama, untuk menyemarakkan pasar burung. Dimotori Mr. Gampang dan Paino, pesertanya tidak sekedar dari wilayah Bekasi. Peserta dari kawasan Jabotabek juga hadir. Untuk menyegarkan suasana pasar, latber spesial juga digelar setiap awal bulan.

Berbeda dengan dua pasar tadi, yang mengambil waktu di hari kerja, pasar burung Lembang Ciledug Tangerang lebih memilih hari Sabtu. Menurut penggagas latberan dan pemilik kios terbesar di pasar ini, Edo, tujuan menggelar latber memang untuk menarik pengunjung.

Pasar Burung Pramuka Jakarta

Pasar Burung Pramuka Jakarta

Diakuinya, permintaan burung juga meningkat tajam. Murai batu adalah burung paling banyak peminatnya. Sayangnya, barangnya di pasar-pasar ini terbilang langka. Selain murai, kata Edo, jenis ciblek, lovebird dan kenari peminatnya juga naik.

Berbeda dengan di ketiga pasar tadi, pasar burung Patra dikawasan Jakarta Barat justru lebih semarak menggelar latberan hingga dua kali dalam sepekan, yakni hari Rabu dan Sabtu.

Kemeriahan pasar-pasar yang disebut terdahulu memang berbeda dengan pasar burung Pramuka. Meskipun tidak diramaikan latberan, transaksi di pasar ini kian hari kian padat. Sebab, pasar burung terbesar di Tanah Air ini memang menjadi barometer para pedagang maupun komunitas penggemar burung.

Di pasar burung Pramuka, semua jenis burung dari berbagai daerah bermuara serta dan menjadi ajang transaksi terbesar. Pramuka juga menjadi gudang terlengkap aneka pakan, aksoseris hingga sangkar. Dari pemantauan sepanjang tahun lalu, harga bururng-burung terutama burung bahan di pasar Pramuka, terjadi kenaikan signifikan. (Bersambung, Sumber: Agrobis Burung)

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

5 Comments »

  1. pedagang burung di pasar burung pramuka udh gak bisa dipercaya,banyak yg tukang tipu….burung murai borneo di bilang lampus super ….beughhhhhh

    Suka

  2. OK banget Om artikelnya…. semoga kedepan pasar burung tidak sekedar tempat transaksi jual beli burung namun bisa menjadi tempat edukasi, wahana rekreasi bersama keluarga. Alangkah indahnya jika hobi kita bisa setali tiga uang dengan rekreasi bersama keluarga. semoga saja harapan kita semua

    Suka

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156.027 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: