Skip to content
Tentang iklan-iklan ini

Gairah kicaumania Kaltim tak didukung ketersediaan pasar burung

Wajah perburung di kawasan Kalimantan Timur mulai bergairah dalam kurun waktu setahun ini. Jadwal lomba mulai memadati etalasi kicauan Kaltim dan para pemain pun makin menambah koleksi besutan. Ironisnya, kawasan itu belum memiliki pasar burung seperti di kota-kota Iainnya. Khususnya kawasan Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera.
Di kawasan-kawasan itu, pasar burung tidak sekadar menjadi ajang transaksi jual beli para pedagang dan konsumennya. Fungsi pasar burung di berbagai kawasan sudah makin melebar, yakni menjadi tempat para kicaumania untuk memenuhi segala kebutuhan hobinya.

Apalagi sebagian pasar burung sudah ditata sedemikian rupa agar terlihat cantik, representatif dan nyaman untuk didatangi.

Di Balikpapan sebenarnya ada pasar burung Rengganis, tapi fungsi dan tujuan untuk kegiatan pasar burung itu sendiri jauh dan fungsinya. Banyak kios tutup bahkan kosong tak berpenghuni.

Banyak faktor yang menyebabkan kondisi ironis itu. Antara lain kurangnya sosialisasi dan dinas terkait serta belum terbiasanya para pedagang berjualan di pasar. Banyak pedagang lebih memilih berjuálan di kiosnya yang tersebar di berbagai sudut.

“Memang keberadaan pasar burung atau hewan di Kaltim kurang mendapat dukungan dari pemerintah, Untuk mengumpulkan para pedagang guna membulatkan satu suara sangat susah terwujud,” ungkap Agung MC salah satu kicau mania Kaltim.

Dengan tidak adanya pasar burung di Kaltim maka banyak berdiri kios burung yang tersebar.

Kios-kios tersebut tersebar di berbagai wilayah. Lazimnya mereka memanfaatkan halaman rumah atau menyewa ruko. Walau rupiah yang diraup tak sepesat di pasar burung Jawa, namun omzet dan kios burung di Kaltim relatif tinggi. Bahkan para pedagang mengklaim nyaris sama dengan para pedagang di pasar-pasar Jawa.

Seperti kios Kalimantan Jaya milik Tau Lie yang merupakan salah satu pionir kios bùrung di Samarinda. Ia menuturkan, sirkulasi penjualan di kios sangat merata, mulai pembelian pakan sampai kebutuhan asesoris.

Omzet kios makin tinggi apabila di kawasan tersebut banyak diramaikan para pemain. Sedangkan menurut Tau Lie, kini para pemain sedang berburu beberapa jenis kicauan dan sangkar yang sedang jadi trend di Kaltim.

Kalimantan Jaya - pionir kios burung di Samarinda

Kalimantan Jaya - pionir kios burung di Samarinda

Jenis yang banyak diburu antara lain murai borneo, cucak hijau, kacer, kenari, ciblek. Khusús ciblek, peminatnya relatif tinggi. Pasalnya, jenis ini sedang naik pamor.

Sedangkan untuk trend sangkar, para pemain mulai ramai mengoleksi sangkar lomba tanpa tiang. Nyaris sama dengan para pemain jawa, besutan milik mereka yang sudah disiapkan ditampilkan ke lomba besar, sèlalu dimasukkan ke sangkar-sangkar unik. Satu di antaranya sangkar tanpa tiang. (Referensi: Agrobur)

Ada pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

2 Comments »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 156.088 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: