About these ads

Tips perawatan dan ternak ayam serama

Tips perawatan dan ternak ayam serama

Ayam serama mungkin sudah tidak asing lagi bagi Anda, meski sebagian di antaranya belum pernah melihat secara langsung. Ayam hias mungil yang sering berlenggak lenggok di atas catwalk ini sangat menarik untuk dipelihara maupun dibudidayakan. Peluang usahanya cukup menggiurkan. Beberapa pemilik peternakan ayam serama bahkan mengaku bisa memperoleh laba Rp 15 juta – Rp 20 juta per bulan dari penjualan anakan, ayam remaja, dan indukan. Lanjut membaca

About these ads

Laba Rp 14 Juta per hari dari bebek hibrida

Laba Rp 14 Juta per hari dari bebek hibrida

Kehidupan Fajar Santoso memang cukup berliku. Pensiunan pegawai negeri sipil ini pernah menjadi kepala desa Penambangan, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Sejak 2010, dia memilih jadi peternak itik dan memilih bebek hibrida sebagai “ATM hidup” untuk keluarganya. Dalam sehari, tingkat keuntungannya bisa mencapai Rp 14 juta. Mohon dihitung sendiri berapa penghasilannya setiap bulan. Lanjut membaca

Ayam brahma multiguna: Ya pedaging, ya petelur, ya ayam hias

Ayam brahma multiguna: Ya pedaging, ya petelur, ya ayam hias

Tidak banyak varietas ayam yang memiliki tipikal multiguna (multipurpose) seperti ayam brahma. Ayam yang pertama kali dikembangkan di daerah Brahmaputra, India, ini semula dimanfaatkan untuk diambil dagingnya, guna memenuhi kebutuhan gizi masyarakat di wilayah Daerah Aliran Sungai Brahmaputra. Karena produksi telurnya banyak, ayam bertubuh besar ini kemudian dijadikan pula sebagai ayam petelur. Namun ayam berpenampilan tenang ini juga memiliki kaki yang dipenuhi bulu-bulu halus yang cantik, sehingga sekarang malah popular sebagai salah satu jenis ayam hias bernilai ekonomi tinggi. Lanjut membaca

Mengenal ayam kukuak balenggek dari Ranah Minang

AYAM KUKUAK BALENGGEKNama ayam kukuak balenggek mungkin masih asing bagi telinga sebagian penggemar ayam hias. Popularitasnya masih di bawah ayam bekisar, ayam pelung dan ayam ketawa, padahal sama-sama merupakan ayam hias yang khusus dinikmati suara atau kokoknya. Minimnya informasi dan publikasi membuat ayam kukuak balenggek nyaris tak terdengar, padahal potensinya tidak kalah dari tiga jenis ayam hias tersebut. Lanjut membaca

Mengatasi egg binding pada ayam

Referensi Wajib Baca

Seperti halnya burung, kasus egg binding juga bisa terjadi pada ayam. Masalah ini menjadi serius jika gejala ini dijumpai pada beberapa ekor ayam, terutama yang menjadi induk andalan seperti pada ayam bangkok, ayam pelung, ayam ketawa, ayam serama, dan ayam berharga mahal lainnya. Jika hal ini terjadi pada ayam kampung, ayam petelur, atau ayam pedaging pun, Anda sebisa mungkin harus berusaha menyelamatkannya sekaligus menekan potensi kerugian usaha. Bagaimana cara mengatasinya? Lanjut membaca

Benarkah tetelo / ND menyerang ayam dan burung setiap dua tahun sekali?

Penyakit tetelo atau Newcastle Disease (ND) hingga kini masih menjadi momok bagi peternak ayam dan penangkar burung. Penyakit ini kerap menyerang pada ayam (ayam kampung, ayam bangkok, ayam ras petelur, dan ayam ras pedaging). Beberapa penangkar burung murai batu juga sempat panik akibat banyak burung induk dan anakan yang mati. Om Tony Alamsyah, penangkar MB di Cilacap, bahkan menganggap penyakit tetelo menjadi siklus dua tahunan, dan hampir selalu terjadi di tahun genap. Entah benar atau tidak, faktanya tahun lalu (2012) penyakit ini juga menyebabkan ribuan ayam bangkok di sejumlah daerah mati. Lanjut membaca

Ramuan herbal penangkal flu burung dari Desa Kroya – Cirebon

Ketika para peternak itik di daerah lain kelimpungan lantaran ribuan ternaknya mati akibat wabah flu burung, atau ketar-ketir jika virus H5N1 clade 2.3.2 menyambangi desa mereka, para peternak itik di Desa Kroya, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon, terlihat kalem saja. Ramuan herbal warisan leluhur yang digunakan sejak tahun 1964 terbukti mampu mencegah itik dari berbagai jenis penyakit, termasuk flu burung yang sejak 2005 kerap menyambangi Indonesia. Lanjut membaca

Dianggap bawa joki, Agung Djuminten terkena diskualifikasi: Lomba Bekisar Paku Alam Cup

Akibat ulah perawat yang bertindak tanpa ngomong dulu dengan dengannya, Agung Djuminten harus menanggung malu dalam Lomba Bekisar Paku Alam Cup di Jogja, Minggu (16/12). Apalagi ulah sang perawat bekisar ini tergolong curang alias kurang terpuji. Ia membawa dua ekor ayam ke lapangan. Seekor diikutkan di babak pertama, dan ternyata lolos. Tetapi di babak kedua, sang perawat memasukkan bekisar yang satunya lagi, dan ternyata juga lolos. Lanjut membaca

Lestarikan ayam hutan dan bekisar ala Gunawan plus suara bekisar juara: Dengar-download

Mencetak ayam bekisar bagi orang awam memang tidak mudah. Sebagaimana kita tahu ayam bekisar adalah hasil silangan pejantan ayam hutan dengan betina ayam kampung. Selama ini, kebutuhan penjantan ayam hutan didapatkan dengan cara berburu telur ayam hutan, kemudian ditetaskan dan dipelihara dari kecil. Hal itu merupakan salah satu kunci keberhasilan penangkaran bekisar. Lanjut membaca

Ragam suara ayam ketawa plus contoh video dan suara mp3

Banyak penggemar ayam ketawa belum paham kategori suara ayam ketawa. Berikut ini jenis atau ragam suara ayam ketawa mulai dari kategori suara dangdut, slow dan geretek. Diberikan pula beberpa contoh suara ayam ketawa unik dalam format Mp3. Lanjut membaca

Tips rawatan ayam bekisar ngadat bunyi

ayam bekisarSetiap peserta lomba ayam bekisar pasti berharap bisa membawa pulang trophy kemenangan usai turun kontes. Sebab trophy menjadi bukti nyata akan kualitas bekisar yang dimilikinya. Namun tidak semuanya bisa merealisasikan keinginan tersebut…. Lanjut membaca

Suara dan karakteristik ayam pelung

Sebagaimana halnya ayam ketawa, ayam pelung banyak dipelihara orang karena suara kokoknya yang khas. Panjang berlagu dan juga mendayu. Ayam pelung yang merupakan ras ayam lokal unggul dari daerah Cianjur, Jawa Barat.  suara kokokannya yang panjang dan memiliki lagu. Tentu saja hanya ayam jantan yang memiliki sifat ini.

Ukuran ayam ini relatif besar dengan bulu yang berkilau. Tidak ada standar khusus untuk fisik, tetapi telah ada standar bagi alunan suara kokokan. Ayam dewasa berukuran 5-6 kg dengan tinggi 40-50 cm.

Contoh-contoh suara ayam pelung

Suara-suara ayam pelung dalam sebuah kontes:


Suara ayam pelung (juara?)


Suara ayam pelung Cakra Buana


Suara ayam pelung Ewon Rahwana


Suara pelung si Qura


Sejarah dan karakteristik

Penangkar dan pemulia pertama ayam ini adalah seorang petani dan tokoh agama dari Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, bernama H. Djarkasih (Mama’ Acih). Ia memulai penangkaran sejak tahun 1850 dengan mengambil seekor ayam jantan muda yang diamatinya memiliki kokokan lebih panjang daripada yang lainnya. Penangkaran dilakukan pertama kali dengan mengawinsilangkan dengan ayam betina biasa.

Kontes dan lomba ayam pelung telah menjadi kegiatan rutin bagi penggemar-penggemar fanatiknya. Bahkan dalam kunjungan ke Indonesia, Pangeran Mahkota Naruhito dari Jepang, yang dikenal sebagai pemulia ayam ras, menaruh perhatian terhadap ras ini dan membawa beberapa contoh ke Jepang untuk dibiakkan lebih lanjut.

Kelebihan  ayam pelung dibanding ayam buras lain:

1. Postur badan yang besar

Ayam pelung merupakan jenis ayam buras yang paling besar bobotnya bila dibanding ayam buras lain. Ayam pelung jantan dewasa bisa mencapai bobot 5 – 6kg/ekor, sedang ayam pelung betina maximum bisa mencapai 3,5kg/ekor. Besarnya pertumbuhan bobot ayam pelung ini menjadikan ayam pelung  juga berpotensi sebagai ayam buras pedaging.

2. Perkembangan ayam lebih cepat

Bila dibanding dengan ayam buras lain, pertumbuhan ayam pelung lebih cepat besar,  hal ini karena ayam pelung  memiliki postur tubuh yang besar, sehingga perkembangan ayam pelung dari mulai anakan hingga ayam pelung dewasa akan lebih cepat besar.

3. Suara berkokok yang berlagu dan panjang

Yang paling menarik dari ayam pelung adalah suara berkokoknya yang khas yaitu berirama/berlagu dan panjang. Ayam pelung yang berkualitas mempunyai suara yang tidak sekedar panjang, akan tetapi suara kokok ayam pelung yang mengalun panjang dengan berirama/berlagu seperti ketukan bunyi burung perkutut.

Selain kelebihan-kelebihan di atas, ayam pelung juga memiliki ciri-ciri yang membedakan ayam pelung dengan ayam buras lain, antara lain:

1. Badan: Postur badan ayam pelung besar, tagap dan kokoh

2. Kaki: Biasanya kaki ayam pelung lebih besar dan berwarna hitam kebiru-biruan

3. Bulu: Bulu pada ayam pelung terlihat lebih mengkilap, dan untuk warna pada  bulu ayam pelung tidak memiliki warna yang khas, pada umumnya warna ayam pelung yaitu campuran antara hitam dan merah ataupun campuran antara kuning dan putih ataupun campuran hijau.

4. Pial : Pial pada ayam pelung besar, bulat dan berwarna kemerahan

5. Jengger : Ayam pelung memiliki jengger dengan jenis jengger tunggal, bentuk jengger ayam pelung  besar, tebal dan tegak, meskipun ada sebagian ayam pelung  yang juga memiliki jengger miring, dan warna jengger ayam pelung adalah merah.

6. Suara : Suara berkokok pada ayam pelung lebih berirama/berlagu dan lebih panjang dari suara ayam buras lain.

Pada umumnya para penggemar ayam pelung tertarik memelihara ayam pelung karena postur tubuhnya yang besar, perkembangan ayam pelung yang cepat dan makin tertarik setelah mendengar alunan suara berkokok ayam pelung yang berirama/berlagu dan panjang.

Selain itu juga, karena postur tubuh ayam pelung jantan yang besar dengan bobot terbesar, sehingga ayam pelung berpotensi menjadi ayam buras pedaging. Sedang pada ayam pelung betina biasanya mulai memproduksi telur dari usia 160 hari – 210 hari, produktivitas bertelur ayam pelung betina bisa mencapai 70 butir telur/tahun, sehingga ayam pelung betina bisa berpotensi menjadi ayam buras petelur.

Sekarang ini sudah banyak orang yang membudidayakan ayam pelung selain untuk hobi juga bertujuan agar nantinya kelestarian ayam pelung tetap terjaga dan tidak punah. Salah satu cara yang digunakan untuk menumbuhkan rasa kecintaan dalam membudidayakan ayam pelung adalah dengan diadakannya kontes-kontes ayam pelung , terutama di daerah Jawa Barat.

Diadakannya kontes ayam pelung, selain sebagai sarana untuk melestarikan ayam pelung juga untuk mencari bibit-bibit ayam pelung yang berkualitas.

Sekarang ini sangat sulit menemukan bibit ayam pelung dengan suara berkokok yang bening, mengalun berirama/berlagu dan panjang. Kebanyakan ayam pelung sekarang bersuara panjang namun tidak berlagu dan suaranya pun juga tidak melengkung bening. Oleh karena itu perlu adanya kontes ayam pelung supaya bisa menemukan bibit –bibit ayam pelung yang tidak hanya bagus postur tubuhnya tapi juga suara berkokok ayam pelung yang mengalun berirama/berlagu dan panjang. (Sumber Artikel: wikipedia.org, ayampelung.com, video/audio: youtube.com)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 42.269 pengikut lainnya.