MENU ARTIKEL BURUNG MURAI BATU
|
BURUNG MURAI BATU Scientific classification
|
REFERENSI |
Umum
Burung murai batu (Copychus malabaricus) adalah anggota keluarga Turdidae. Burung keluarga Turdidae dikenal memiliki kemampuan berkicau yang baik dengan suara merdu, bermelodi, dan sangat bervariasi. Ketenaran burung murai batu bukan hanya sekedar dari suaranya yang merdu, namum juga gaya bertarungnya yang sangat aktraktif.
Jenis-jenis murai batu yang dikenal di Indonesia adalah sebagai berikut:
Selain dari 8 sub-spesies murai batu di atas, masih ada murai batu yang berasal dari negeri tetangga, yaitu :
Murai batu serta kerabatnya dikelompokkan dalam beberapa species, sebagai berikut:
Subspecies, ciri-ciri dan penyebarannya
A. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama) terdiri dari 19 sub-species:
B. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama) terdiri dari 4 subspecies, yaitu :
C. Copsychus niger (White Vented Shama): Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).
D. Copsychus cebuensis (Black Shama): Hidup di wilayah Cebu Philippines.
E. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama): Penyebaran di Way Kambas, Thailand, Malaysia dan Borneo.
Gambar beberapa jenis/sun-spesies murai batu (sumber gambar: planet burung)

+Ciri jantan dan betina burung murai batu
Ciri jantan dan betina murai batu dewasa sebenarnya mudah dibedakan. Untuk murai dengan sub-spesies yang sama, maka untuk warna bulu jantan lebih mengkilat. Hitamnya hitam pekat kebiruan (berkilau, nyambeliler, seperti berhologram), sedangkan warna merahnya atau coklat, terlihat tajam kontras dengan warna di sebelahnya (hitam atau putih).
Murai batu yang satu sub-spesies, ekor jantan lebih panjang ketimbang betinanya. Sedangkan lagunya, jantan lebih bervariasi.
+Cara memilih bahan burung murai batu yang baik
Diasumsikan murai batu bakalan adalah murai batu tangkapan hutan yang belum makan voer dan harganya juga relatif murah.
Yang perlu anda perhatikan dalam pemilihan ini adalah:
+Tips membedakan murai batu Borneo/Kalimantan dan Sumatera
Banyak penghobi yang bingung mengidentifikasi murai batu dari Borneo dan Sumatera, jika tidak sedang berbunyi. Kalau dalam kondisi berbunyi, memang mudah membedakannya, yakni dengan melihat pengembangan bulu pada body.
Untuk murai batu borneo, secara umum mengembangkan bulu sampai hampir menyerupai bola (bulat) dimulai dari bulu bawah leher sampai dubur. Sedangkan murai batu Sumatera tidak mengembangkan bulu, atau kalau mengembangkan bulu hanya sebatas perut ke bawah.
Jadi memang, burung murai batu Sumatera pun ada yang mengembangkan bulu ketika bernyanyi, tetapi hanya mengembang pada bagian perut ke bawah.
Lantas bagaimana membedakannya kalau sedang tidak berbunyi?
Anda bisa melihat dari rona warna coklat di bagian dada sampai dubur. Burung murai batu borneo warna coklatnya cenderung kekuning-kuningan/ cerah. Sedangkan untuk murai batu sumatera agak gelap.
Sedangkan untuk burung yang masih muda/trotol tetapi panjang ekornya sudah mencapai sekitar 3 cm, bisa dilihat dari jarak antara ujung bulu ekor yang putih dengan yang hitam. Untuk burung murai batu borneo, ujung ekor putih dan hitam cederung dekat. Sedangkan murai batu sumatera, cenderung jauh; atau ekor yang berwarna hitam terlihat tumbuh pesat meninggalkan bulu putih.
Jarak antara ujung ekor hitam dan putih ini juga bisa untuk menandai apakah seekor murai batu berasal dari Kalimantan atau Sumatera ketika dia dalam masa mabung. Pertumbuhan bulu putih dan hitam hampir sama pada murai batu borneo, sedangkan pada murai batu sumatera, bulu hitam lebih pesat tumbuhnya.
Meski demikian, tips yang saya berikan di atas tidak mutlak kebenarannya karena hal itu hanya berdasar pengamatan saya selama ini. Jika Anda menemukan hal yang berbeda, saya akan sangat berterima kasih untuk menerima masukan, saran dan kritik Anda.
+Cara perawatan burung murai batu
Tempat/sangkar: Murai batu bisa dipelihara dengan sangkar bulat maupun kotak. Untuk kotak ukuran 50 x 50 x 75 cm sedangkan untuk bulat dengan diameter 50 cm atau 60 cm tergantung dari jenis murai batu yang kita pelihata apakah berekor panjang atau pendek. Sementara tenggeran atau pangkringan bisa dibuat dengan kayu asam diameter 1,3 cm; bisa berbentuk palang bersusun mapun leter T.
Untuk perawatan harian, murai batu tidak perlu dikerodng dan hanya dikerodong malam hari agar tidak kedinginan.
- Pakan: Hal utama yang perlu diperhatikan dalam hal pakan adalah menu yang variatif sehingga kecukupan nutrisi, vitamin dan mineralnya. Pakan yang bagus, selain lengkap nutrisinya seperti protein, karbohidrat, juga lengkap vitaminnya seperti vitamin A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Selain itu, perlu pula mengandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D.
Di samping vitamin, perlu juga kecukupan mineral. Mineral dibutuhkan dalam pembentukan darah dan tulang, keseimbangan cairan tubuh, fungsi syaraf yang sehat, fungsi sistem pembuluh darah jantung dan lain-lain. Seperti vitamin, mineral berfungsi sebagai ko-enzim, memungkinkan tubuh melakukan fungsinya seperti memproduksi tenaga, pertumbuhan dan penyembuhan. Yang termasuk mineral yang diperlukan burung anis kembang adalah Calcium, Phosphor, Iron, Manganase, Iodium, Cuprum, Zinccum, Magnesium, Sodium Chlorin dan Kalium.
Makanan yang sesuai untuk murai batu
REFERENSI TENTANG PERAWATAN BURUNG SECARA UMUM BISA DILIHAT DI SINI
Perawatan dan setelan harian burung murai batu
Perawatan harian untuk burung murai batu relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.
Berikut ini pola perawatan harian dan setelan harian untuk burung murai batu:
Penting
Penanganan burung murai batu over birahi
Salah satu ciri-ciri burung murai batu yang terlalu birahi (over birahi) antara lain: agresif, bulu mengkorok, nglowo (sayap turun) dan mematuk ornamen sangkar.
Penanganan murai batu kondisi drop
+Penanganan burung murai batu untuk lomba
Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.
Berikut ini pola perawatan dan setelan lomba untuk burung murai batu:
Sebaiknya, mulai H-6 burung diisolasi. Jangan sampai melihat dan mendengar suara burung murai batu lain.
Perawatan dan setelan burung murai batu pasca lomba
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung, dengan pola perawatan dan setelan:
+Perawatan dan setelan burung murai batu mabung
Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu.
Dampak dari ini adalah ketidakseimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.
Masa mabung (moulting) merupakan masa yang sangat menuntut perhatian penghobi burung. Bulu yang hilang dan digantikan selama masa mabung atau meranggas ini menyerap 25% dari total protein yang ada di dalam tubuh burung. Inilah mengapa selama masa mabung perlu ditambahkan juga protein sebesar seperempat total protein dalam tubuh burung.
Bulu-bulu dan selongsong bulu terdiri atas lebih dari 90% protein, khususnya protein yang disebut keratins. Protein bulu berbeda dengan protein pada tubuh dan telur serta memerlukan jumlah proporsional yang berbeda atas asam amino (pembangun sel atau blok protein). Burung harus mengonsumsi makanan dengan kandungan asam amino jenis ini kemudian menyerap dan disimpan sebagai protein (keratin) khusus bagi keperluan pertumbuhan bulu. Proses ini sangat penting bagi burung dan tubuh burung harus bekerja ekstra untuk mendapatkan gizi yang cukup untuk membentuk bulu secara sempurna.
Ketika burung mabung, mereka juga memerlukan energi yang besar untuk memproduksi bulu baru. Keperluan energi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan protein, menyebabkan burung harus mengonsumsi lebih banyak makanan selama meranggas untuk dapat mempertahankan pertumbuhan bulu baru. Untuk diketahui saja, energi yang diperlukan burung selama masa mabung sebesar dua setengah kali lebih banyak ketimbang burung yang sedang memproduksi telur (lihat misalnya penjelasan pada “Moulting in Bird” di situs vetafarm.com yang menjadi referensi utama untuk tulisan mengenai masalah mabung ini).
Faktor-faktor yang berpengaruh pada masa mabung tidak bisa sepenuhnya dipahami, karena sangat kompleks. Umur burung, musim saat mabung, cuaca harian, kadar hormon dan siklus perkembangbiakan, semua menjadi faktor penentu bagi keberhasilan atau kegagalan burung melewati masa mabung.
Hal yang paling utama untuk diingat adalah bahwa pada saat burung mabung, Anda harus memberikan suplai pakan yang cukup sehingga mereka bisa mengembangkan bulu-bulu sesempurna mungkin.
Untuk menyediakan protein yang diperlukan untuk peningkatan produksi bulu, Anda harus meningkatkan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Protein seperti itu bisa ditemukan di dalam daging hewan. Daging dapat diberikan kepada kebanyakan burung yang sedang mabung dalam jumlah kecil plus pemberian suplemen makanan yang baik. Suplemen multivitamin dan multimineral yang baik seharusnya mengandung berbagai vitamin dan mineral serta asam amino untuk memungkinkan tumbuhnya bulu secara normal.
Meskipun pada umumnya mabung berjalan normal, ada beberapa hal yang sering mengganggu masa mabung burung, khususnya tumbuhnya bulu yang tidak merata atau bahkan ada bulu yang tidak rontok (sekadar nyulam).
Penggangu tersebut antara lain:
* Penyakit – Penyakit yang disebabkan virus circovirus (Beak and Feather Disease) dan virus polyoma adalah penyakit paling umum yang menyebabkan burung kesulitan memproduksi bulu. Psittacosis kronis, gangguan parasit dan infeksi bakteri pada usus dapat pula menyebabkan bulu burung sulit tumbuh.
* Gizi buruk – Sebagaimana digambarkan di atas, persyaratan untuk berlangsungnya produksi bulu secara normal memang sangat banyak, dan karenanya makanan yang kurang gizi bisa menyebabkan tumbuhnya bulu yang tidak berkualitas (mudah patah, mudah kusam, melintir/ keriting dan sebagainya).
* Kimiawi – penggunaan bahan kimiawi sering menyebabkan bulu tumbuh tidak sempurna atau bahkan merusak bulu. Salah satu contohnya adalah zat pembasmi cacing pada merpati yang dikenal sebagai Mebendazole. Bahan kimia ini akan menyebabkan bulu burung melintir jika diberikan semasa burung mabung.
* Stres – Hal ini terjadi terutama untuk burung yang disuapi/loloh dengan tangan manusia. Tangan manusia menyebabkan bulu baru tidak bisa berkembang sempurna dan sebagainya.
Apa yang perlu Anda lakukan agar burung dapat memiliki bulu baru sebaik mungkin?
Jika Anda telah melakukan semua hal di atas dan masih mengalami masalah dengan kualitas bulu Anda perlu berbicara dengan dokter hewan khusus burung.
Cara Smart menggunakan BirdVit
Dalam kaitan dengan persoalan mabung inilah disarankan kepada penghobi burung untuk memberikan burung asupan tambahan, misalnya BirdMolting atau juga BirdVit untuk burung yang sedang mabung. Cara ini lebih smart” sebab BirdVit adalah multivitamin dan multimineral yang sangat diperlukan burung selama masa mabung.
BirdVit mengandung hampir semua vitamin dan mineral yang diperlukan burung, seperti:
Vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3. Juga mangandung zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate. BirdVit juga mengandung mineral utama seperti potasium chlorida, sodium chlorida, magnesium sulfate, mangan sulfate, iron sulfate, zinc sulfate, copper sulfate dan cobalt sulfate.
Dengan demikian, selama kita menggunakan BirdVit untuk menangani burung mabung, maka kita cukup memberikan porsi pakan seperti sediakala tanpa khawatir burung kekurangan “energi masa mabung”.
Sebab, memang benar energi yang diperlukan burung ketika mabung bukanlah energi yang hanya akan mengumpul menjadi lemak tetapi energi untuk pertumbuhan bulu seperti asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin.
Murai batu bermasalah
Untuk burung-burung yang sangat bermasalah misalnya bulu mudah patah atau burung sakit-sakitan seusai masa mabung, biasanya dikarenakan asupan mineralnya yang kurang. Selain digunakan BirdVit, Anda bisa menyertakan pula BirdMineral.
Apa beda BirdMineral dan BirdVit?
Untuk diketahui, ada mineral dan vitamin tertentu yang tidak efektif jika digunakan bersamaan. Akan saling melemahkan. Karena keduanya sama-sama dibutuhkan burung dalam jumlah yang proporsional, maka mineral dan vitamin tertentu hanya bisa dicampur dengan komposisi dan volume tertentu.
Seperti diketahui di dalam BirdVit ada sejumlah mineral yang sangat diperlukan burung. Namun kandungan mineral di dalam BirdVit tidak sebesar di dalam BirdMineral karena selain sebagai penjaga vitalitas burung, BirdMineral juga bersifat mengcover atau mengobati.
Pola perawatan murai batu masa mabung:
Lakukan pemasteran: Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master.
Untuk pemasteran yang bagus, silakan baca referensinya di sini.
+PENANGKARAN BURUNG MURAI BATU
Meski saat ini semakin banyak saja orang yang menangkarkan murai batu, tetapi prospek ke depannya tetap bagus. Hal ini disebabkan stok pasokan murai batu dari hutan mulai menipis karena terus dikuras, sementara peminat burung kicauan semakin hari semakin banyak saja. Pada saat yang sama, banyak penghobi yang tidak sabar untuk merawat murai hasil tangkapan hutan karena lama jinaknya, dan karenanya harus menunggu setahun dua tahun untuk menikmati burungnya secara maksimal, apalagi untuk dibawa ke arena lomba.
Sementara anakan murai batu hasil penangkaran, selain kita bisa memilih anakan dari indukan-indukan tertentu yang kita sukai, entah karena suaranya atau karena postur tubuhnya, juga cepat bunyi. Bahkan ketika masih trotolpun sudah mulai bisa dinikmati ngriwikannya. Selepas mabung, biasanya murai batu hasil tangkaran dengan indukan yang bagus sudah mulai ngerol dan bahkan ada yang sudah siap masuk arena lomba.
Untuk penangkar, kondisi ini memang menguntungkan. Dan sejauh ini, tidak pernah ada cerita anakan murai batu harganya jatuh. Minimal bertahan tetapi kecenderungannya naik terus. Apakah dengan banyaknya penangkaran nanti tidak akan membuat harga burung murai batu jatuh di pasaran? Saya yakin tidak. Sebab, semakin hari semakin banyak orang yang mencari anakan-anakan murai batu dari indukan bagus, dan para penangkarpun akan harus berlomba untuk mencari indukan bagus. Artinya, kalau kita sudah bisa menangkar dengan indukan yang kualitasnya “biasa saja”, tentu akan terpacu untuk mencari indukan dengan kualitas bagus. Artinya, pemburu murai batu hasil tangkaran tidak hanya penghobi tetapi juga penangkar yang sudah mapan atau para penangkar pemula.
Tentu saja, agar kita bisa bertahan menjadi penangkar murai batu yang produksinya selalu diburu oleh penghobi, haruslah selalu berusaha untuk meningkatkan kualitas produk. Selain diupayakan melalui pencarian indukan di arena lomba, juga bisa dilakukan cross antar jenis murai batu. Misalnya, murai batu ekor panjang untuk betina dan murai batu nias untuk pejantannya. Murai batu nias terkenal punya tembakan-tembakan yang melengking dan kristal, tetapi kurang disukai juri di arena lomba karena ekornya hitam semua. Nah dengan mencoba menyilangkannya dengan murai batu jenis lain, diharapkan akan menghasilkan anakan dengan suara kualitas nias tetapi dengan ada warna putih di ekornya.
Untuk memulai penangkaran, tentunya kita sudah harus menyiapkan kandang penangkaran. Kandang penangkaran murai batu bisa dilihat contohnya pada gambar di bawah ini:
Keterangan:
A + B = lokasi untuk penempatan sarang; dalam satu kandang bisa diberi dua atau tiga tempat biar burung memilih sendiri mau bersarang di mana.
C = Atap tertutup
D= Atap terbuka (digunakan kawat strimin)
E= Wadah air (untuk mandi)
F= Lokasi/wadah pakan/air untuk minum
G=Tangkringan
Panjang x lebar x tinggi: Untuk murai batu dan burung ukuran sedang, disesuaikan dengan lebar kawat strimin di pasaran sehingga tidak repot mengerjakannya ==> panjang dan lebar = 90 cm; tinggi 180 atau 200 cm.
Bahan: bisa dari apa saja asal kuat.
Batas samping kanan-kiri dan belakang = dinding/ tembok atau papan yang tahan lama dsb.
Atas = bagian yang tertutup bisa langsung di atasnya adalah genting dengan semua bagian kandang sudah tertutup kawat strimin.
Tangkringan = kayu asem, kayu jati serutan dll yang penting keras, dengan diameter sekitar 2 – 3 cm.
Papan tempat pakan (F) kayu yang kuat.
Keterangan:
A. Kawat strimin sehingga burung bisa terlihat dari luar untuk pengecekan.
B. Jendela untuk keluar masuk tangan mengganti air minum dan pakan.
C. Papan/tembok tertutup
D. Pintu untuk keluar masuk orang.
KOTAK SARANG
Berikut ini adalah kotak sarang, khususnya untuk burung MB. Bahan dari kayu yang kuat:
KERANGKA SARANG DAN PAKAN ANTI-SEMUT
Untuk tempat sarang dan juga tempat pakan anti-semut, bisa dibuatkan kerangka tersendiri seperti di bawah ini:

BAHAN PENYUSUN SARANG:
Di dalam kandang juga perlu disiapkan bahan penyusun sarang berupa merang atau daun cemara/pinus. Sebagian dimasukkan ke kotak wadah sarang untuk merangsang burung membikin sarang dan sebagian besar lainnya diletakkan di lanyai kandang di tempat yang kering.
Pemilihan indukan dan penjodohan
Sebagaimana pemilihan indukan untuk burung penangkaran pada umumnya, maka untuk memilih indukan jantan, pilih saja murai batu yang sehat, tidak cacat fisik dan gacor dengan perkiraan usia di atas 2 tahun. Sedangkan betinanya, bisa dipilih yang usia di atas 1 tahun, mulus dan sudah mau bunyi kalau didekatkan dengan murai batu jantan. Pilihlah jantan dan betina yang jinak, dalam arti tidak takut lagi dengan manusia. Soal asal murai batu, pilih sesuai keinginan Anda. Bisa asal Lampung, Aceh atau dari manapun.
Untuk penjodohan, sama dengan proses penjodohan cucak ijo pada artikel saya sebelumnya. Tetapi, oke, saya tulis ulang saja di sini. Intinya, proses penjodohan bisa dilakukan dengan kandang penjodohan, yakni sangkar bersekat yang sekatnya bisa kita ambil sewaktu-waktu. Jika tidak punya sangkar sekat, bisa gunakan sangkar harian biasa. Penjodohan dilakukan dengan selalu menempelkan sangkar si jantan dan betina berdempetan. Dengan posisi ini, maka jantan yang sudah birahi pada tahap awal akan selalu berkicau mengarah si betina. Si betina juga akan menanggapi dengan siulan-siulan khas betina. Jika belum mau berjodoh, betina akan menghindar dengan cara menjauh dan bersikap cuek. Proses penjodohan ini bisa berlangsung lama atau sebentar tergantung dari kondisi birahi masing-masing. Yang jelas, murai batu betina yang sudah birahi, tanda-tandanya suka menggetar-getarkan sayap dan selalu berusaha mendekat ke murai batu jantan.
Untuk membuat burung cepat jodoh, dia biasanya melakukan hal sebagai berikut (lihat juga hal yang sama dilakukan untuk penjodohan cucak ijo) :
1. Hari pertama diberi EF yang lebih dari biasa, misal jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengan tujuan agar keduanya terpacu birahinya.
2. Hari kedua, jatah jantan tetap dan jatah betina dikurangi, misal 10 : 5, hal ini ditujukan untuk tetap menjaga birahinya.
3, Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan. Tujuannya pada saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, dan pada saat yang bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan, sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.
Proses ini bisa dilanjutkan untuk beberapa hari ke depan. Lamanya tergantung burung itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulan belum jodoh.
Proses penjodohan seperti itu pula yang biasa dilakukan para penangkar. Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampai jantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.
Kadang, ada juga penangkar yang langsung memasukkan murai batu jantan dan betina dalam satu kandang penangkaran tanpa proses penjodohan terlalu lama. Namun hal ini biasa dilakukan ketika murai batu jantan dan betina sama-sama mabung sehingga tidak agresif terhadap pasangan.
Berkaitan dengan penjodohan murai batu ini, ada tips yang disampaikan Om Rudi Jambi yang sudah sukses menangkar murai batu. Dalam tulisannya di forum KM, Om Rudi menulis seperti di bawah ini.
1. Agar proses penjodohan lebih mudah, iapkan betina lebih dari 1 ekor, dekatkan dengan pejantan yang telah diseleksi, baik dari kualitas suara, katuranggan maupun prestasinya. Bila sudah ada yang tampak rajin bunyi, ngeleper-ngeleper sayapnya sambil ngeriwik, itu pertanda si betina sudah birahi, pilih betina tersebut, dekatkan dengan pejantan ditempat terpisah selama kurang lebih 3 hari.
2. Masukan ke dalam sangkar bersekat, atau biasanya disebut kandang jodoh, atau bila tidak ada sangkar bersekat boleh juga mengunakan sangkar biasa yang diletakan berhimpitan.
3. Harus dilakukan pengamatan secara rutin, untuk memastikan jodoh tidaknya indukan pilihan tersebut.bila sudah terlihat akrab, yakni sering terlihat berhimpitan meski masih dibatasi sekat, baru masukan ke kandang penagkaran.
4. Amati perilaku indukan, amati terus apakah si pejantan sudah benar-benar mau menerima pasangannya. Tanda-tanda penjodohan yang sukses, apabila sepasang indukan sering berduaan, sering kejar-kejaran, tapi bukan saling serang.sebaliknya bila sang jantan mengejar dan menghajar betina, maka segera pisahkan kembali pasangan tersebut, karna bila dibiarkan bisa berakubat fatal…yakni…. kematian pada sang betina…
5. Lakukan penjodohan alternatif, ulangi kembali penjodohan dari tahap pertama selama 1 minggu, kemudian masukan betina kedalam sangkar kecil dan masukan kedalam kandang besar, sementara itu biarkan sang pejantan bebas didalam kandang penangkaran dan merasa lebih berkuasa, langkah ini juga bertujuan mengurangi birahi pejantan.
6. Ganti pasangan bila tidak mau jodoh, ini merupakan alternatif terakhir dan mutlak dilakukan, yakni bila pasangan tersebut tetap tidak bisa jodoh, ganti betina dengan betina baru. Lakukan langkah-langkah penjodohan mulai dari awal sambil diamati perkembangannya.
Nah, lagi-lagi tips saya tetap sama di artikel penangkaran yang sudah saya tulis, yakni jika burung kita sulit atau lama berjodoh, maka kita bisa menggunakan BirdMature. BirdMature adalah produk untuk meningkatkan birahi burung secara cepat, terutama untuk burung-burung penangkaran.
Menurut pengalaman penangkar murai batu, salah satunya adalah Om Didik di Gresik (RR BF), murai batu betina usia muda sudah bisa dijodohkan dan bisa berproduksi dan malah relatif produktif ketimbang yang tua. Murai batu betina usia sekitar 8 bulan, sudah bisa dijodohkan dan ditangkarkan. Sedangkan jantannya, tetap menggunakan pejantan yang usianya lebih tua, minimal usia satu setengah tahun.
Manajemen pakan pada penangkaran murai batu
Untuk masalah pakan, burung murai batu bisa saja diberikan dengan pola standar berupa voer, serangga, kroto dan juga cacing. Namun demikian pemberian pakan untuk burung penangkaran harus lebih banyak porsinya ketimbang burung untuk peliharaan harian.
Perlu diingat, pemberian asupan yang tidak seimbang justru akan memperlama proses produksi. Penggunaan voer untuk ayam broiler misalnya, memang meningkatkan jumlah protein, tetapi pada saat yang sama jumlah lemaknya pun banyak. Padahal, burung penangkaran yang kegemukan, akan sulit bereproduksi dengan baik. Begitu juga dengan voer yang biasa digunakan untuk burung kicau harian, secara umum sudah baik, namun kandungan mineralnya seringkali tidak bisa kita pastikan karena banyak voer yang dijual tanpa disertai keterangan komposisi isi yang memadai. Dalam kaitan inilah saya menyarankan ke beberapa penangkar untuk memberikan multi vitamin dengan komposisi yang pas untuk burung.
Multivitamin yang bagus setidaknya mengandung vitamin utama, yakni A, D3, E, B1, B2, B3 (Nicotimanide) B6, B12, C dan K3; zat esensial seperti D-L Methionine, I-Lisin HCl, Folic Acid (sesungguhnya adalah salah satu bentuk dari Vitamin B) dan Ca-D Pantothenate. Untuk referensi ini, silakan baca tentang produk BirdVit.
Pada saat yang sama, burung di penangkaran membutuhkan mineral yang komplit dan seimbang. Unsur Ca dan K misalnya, harus benar-benar tercukupi sehingga proses pembuatan cangkang telur bisa berlangsung dengan baik. Lebih dari itu, kekurangan mineral pada burung akan menyebabkan beberapa kendala dalam penangkaran, antara lain bulu lemah, tidak mulus, kusam; terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); paralysa (lumpuh); perosis (tumit bengkak); anak burung mati setelah menetas; mengalami urat keting (tendo); terlepas sendinya, tercerai (luxatio); paruh meleset, kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; tidak juga segera bertelur, telur kosong, produktivitas rendah, dan daya tetas rendah, serta kematian embrio tinggi. Untuk menghindari hal itu, ada baiknya Anda mengetahui masalah mineral burung.
Masa mengeram
Seperti halnya penangkaran burung pada umumnya, murai batu membutuhkan lingkungan yang tenang. Paling tidak, harus terbebas dari gangguan predator (kucing, tikus dll). Sementara untuk menghindarkan burung dari serangan penyakit yang berasal dari parasit, maka kita harus memastikan kandang yang relatif bebas parsit dan serangga pengganggu seperti semut dan kecoak.
Parasit pengganggu burung di penangkaran ada macam-macam. Jika tidak ditangani secara serius, maka akan menyebabkan betina tidak nyaman dalam mengeram. Akibatnya, burung tidak tenang dan selalu turun dari sarang. Jika ini berulang terjadi, maka dipastikan telur tidak bisa menetas karena tidak mendapatkan suhu pengeraman yang stabil. Kadang-kadang, gangguan parasit juga menyebabkan indukan berlaku agresif dan bisa mengobrak-abrik sarang, makan telur sendiri, dan lain-lain.
Selama masa mengeram, ekstra fooding perlu dikurangi dengan tujuan agar kedua burung tidak naik birahinya yang juga sering menyebabkan mereka berlaku agresif baik terhadap pasangan amupun terhadap telur yang sedang dierami.
Setelah usia pengeraman 14 hari, maka telur burung murai batu akan menetas. Untuk mengantisipasi masa menetas, maka mulai hari ke-12 pengeraman, Anda perlu meningkatkan jumlah ekstra fooding dan menyediakan kroto sebagai pakan pertama yang akan diberikan indukan kepada anakannya.
Manajemen anakan
Jika telur telah sukses menetas, maka anakan murai batu bisa Anda petik antara usia 5-10 hari. Kalau kurang dari 5 hari, kondisi burung terlalu lemah dan kadang menyulitkan kita untuk menyuapkan pakan. Sementara jika lebih dari 10 hari, burung sudah takut dengan manusia. Akibatnya, mereka takut disuapi dan pada saat yang sama mereka belum bisa makan sendiri. Selanjutnya, ya bisa mati-lah anak-anak murai batu.
Anak-anak murai batu bisa Anda letakkan di wadah apa saja yang penting ada landasan dengan bahan yang sama dengan yang dibuat untuk membuat sarang di kandang penangkaran. Untuk landasan teratas bisa kita beri kapas agar lembut dan tidak melukai anakan burung. Anakan di wadah khusus itu kemudian bisa Anda letakkan di dalam kotak kayu atau kotak apa saja, dengan diberi lampu penghangat.
Sedangkan untuk pakan anakan murai batu yang diambil pada usia 5-10 hari, Anda bisa menyiapkan kroto yang benar-benar bersih dari kotoran dan bangkai semut. Suapkan perlan-pelan dengan alat suap yang bisa Anda buat seperti penjepit yang terbuat dari bambu. Atau Anda bisa membuat dengan bentuk apapun yang penting bisa untuk menyuapkan kroto ke paruh burung anakan. Kroto yang akan Anda berikan, perlu ditetes air sedikit sehingga memudahkan burung anakan untuk menelannya.
Untuk burung-burung di atas usia 7 hari, Anda juga bisa memberikan kroto yang dicampur dengan adonan voer. Untuk memastikan kecukupan vitamin dan mineral anakan burung, Anda perlu menambahkan BirdVit ke dalamnya.
Anakan burung pada usia 15 hari ke atas, Anda sudah bisa mulai memberikan jangkrik kecil yang dibersihkan kaki-kakiinya, dan dipencet kepalanya. Atau kalau untuk pemberian di masa-masa awal, jangan disertakan kaki dan kepalanya. Lebih baik lagi kalau Anda bisa memberikan jangkrik yang sedang mabung, yakni masih lembut dan berwarna putih.
Ketika anakan burung sudah mulai meloncat-loncat kuat di dalam boks sarang, Anda bisa memindahkannya ke dalam sangkar gantung. Hanya saja perlu diingat, dasar sangkar gantung tetap diberi landasan bahan yang sama dengan bahan pembuat sarang. Tujuannya adalah mencegah kaki burung anakan cedera. Sementara untuk tangkringan harus dibuat bertingkat agar burung juga belajar meloncat antar tangkringan.
Sementara itu untuk manajemen indukan pasca anakan diambil, Anda bisa menyetting pakan untuk indukan seperti pada masa pasca penjodohan. Setelah anakan diambil, biasanya 7-10 hari setelahnya, betina mulai bertelur lagi. Hal ini berulang terus dan akan mengalami perubahan ketika burung mengalami masa mabung.
Selamat menangkar.
+PROBLEM UTAMA BURUNG MURAI BATU
1. Ngebatman, mbalon ketika diadu.
2. Ekor patah dan tidak tumbuh.
3. Mabung tidak tuntas.
4. Gampang mabung/rontok.
5. Nyekukruk tidak semangat
6. Tidak mau nagen atau nampil di lomba.
7. Turun tangkringan dan gelisah.
1. Ngebatman atau mbalon ketika diadu: Pertanda burung drop secara mental. Pemulihan perlu waktu lama dengan cara dikarantina dan bebas dari suara murai batu lain. Lama karantina kadang perlu sampai masa datangnya mabung lagi. Namun bisa saja lebih cepat dengan cara berikan jangkrik sebanyak burungnya mau. Bisa bahkan sampai 10 ekor kalau masih mau diberikan saja. Untuk obat-obatan tidak perlu, tetapi bisa diberikan BirdVit dan BirdMineral untuk terapi multivitamin dan mineral standar.
2. Ekor patah dan tidak tumbuh: Pastikan bahwa bulu patahan di bagian yang menancap di pantat dicabut secara perlahan dan bisa keluar sampai ke batang bawah. Jika pori-pori tertutup, usap-usap dengan air hangat dan coba bagian itu dibuka dengan bantuan jarum yang disterilkan (dibakar atau diusap alkohol). Bersihkan dengan air hangat, keringkan. Untuk mempercepat tumbuh bulu, berikan terapi dengan BirdMolt.
3. Mabung tidak tuntas: Pertumbuhan bulu baru lambat sehingga tidak bisa mendesak bulu lama. Burung perlu energi tinggi untuk mabung, tetapi bukan dalam bentuk karbohidrat. Penambahan pakan masa mabung yang hanya berupa karbohidrat, hanya membuat burung gemuk tetapi bulu tidak juga tumbuh. Untuk masa pertumbuhan bulu ini diperlukan asam amino yang mengandung sulfur seperti metionin dan sistin. Sumber mentionin dan sistin bisa diperoleh pada BirdVit dan BirdMolt.
4. Gampang mabung/rontok: Penyebabnya antara lain (1) Makanan mengandung lemak dan/atau kalori tinggi sehingga membuka pori-pori kulit; (2) Bulu belum kuat sudah banyak diadu/ditrek; (3) Selama masa mabung tidak mendapat asupan nutrisi yang baik, terutama mineral. Untuk masalah asupan mineral, bisa gunakan Bird Mineral selama masa mabung atau pasca mabung (ketika mulai terlihat tanda rontok padahal baru saja tuntas mabung).
5. Nyekukruk tidak semangat, biasanya dikarenakan cacingan. Atasi dengan AscariStop.
6. Tidak mau nagen atau nampil di lomba: Penyebabnya adakah adanya gangguan parasit, terutama air sac mite, yakni tungau kantung udara yang kasat mata. Burung sepertinya tidak kutuan, tetapi sesungguhnya membawa tungau di kantung udaranya. Hal ini menyebabkan burung selalu gelisah dan tidak bisa nampil maksimal di arena lomba. Bisa diatasi dengan penyemnprotan Fresh Aves dibarengi pengolesan BirdFresh.
Tidak nagen bisa juga karena kekurangan tenaga. Coba berikan BirdPower sebelum ditampilkan di latbenaran atau lomba.
7. Turun tangkringan dan gelisah: Biasanya disebabkan burung masih terlalu muda dan bisa juga burung tidak fit. Pastikan rawatan harian yang bagus dan bisa gunakan produk rawatan harian BirdVit.
Artikel terkait burung murai batu:

=DAFTAR ISI LENGKAP BLOG, KLIK DI SINI ATAU KEMBALI KE HALAMAN DEPAN, KLIK DI SINI=
Ping-balik: - 19 Agustus 2010
mas setingan mb yg baik tu bgemana ………..?
Posted by dani | 28 Mei 2012, 13:18Hheeehheee kalo ekor cuma 15cm ya namanya medan super pendek itu bos…
Posted by Widi | 15 Mei 2012, 02:31salam untuk om duto sekluarga …
om saya ingin minta info nich … skitar 1 th stngah yg lalu saya beli murai batu medan super ekor panjang jantan kata penjualnya , tp sekarang murai batu saya kok warna dadanya coklat kekuningan dan ekor tdk panjang .. cm sktr 15 cm .. bodi tubuh burung seukuran trocokan tubuh panjang .. yg saya tanyakan nich murai batu jenis apa dan kelamin apa ( jantan atau betina ) ….. kl bunyi bulu dada tdk gembung … kadang dada ceper seperti ular cobra dan memainkan ekor naik turun dan banyk suara bukaan penjak dan labet .. utk lbh jelasnya saya kirm 2 video 1 nampak dr dpn dan 1 dr samping..di http://www.youtube.com/watch?v=VAM1o7k0QsQ&feature=BFa&list=ULVAM1o7k0QsQ
sblmnya trims ya om infonya ….
Posted by sukman ps | 7 Mei 2012, 23:12Siang om kemana aja neh,kok lama ga share neh,…aku mo nanya neh om gmn ya ngatasin murai ciak bulu dada n ekor ya om,mb ku tetep aja gacor tp sexy gt om dada nya bersih hehehehe…nwn
Posted by Rendra | 3 Mei 2012, 14:18Slamat siang om duto..
Saya mau nanya om.
Knapa murai batu saya skrg gk mau mandi sma skali,pdhal sblum rontok bulu rajin mandi.
Trus kpan murai batu hbis mabung mulai bsa gacor lgi.
Mksh bnyak ats infrmasi’a om..
Posted by sapta_aza | 26 April 2012, 12:07salam kenal om, salam sejahtera….
MB sy kok ga mau makan kroto om !!! gmna cara untuk mengembalikan agar mb mau mkn kroto.
Posted by faridian | 24 April 2012, 10:15salam kenal om kicau.
saya mau tanya om, saya punya mb yang di pelihara dari trotol, setelah lepas bulu trotol mb tsb saya ikut kan kontes dan masuk juara 2, setelah 2 kali juara mb saya strees om smpi skrg, punya solusi ga om, saya ikutan strees liat mb nya kyk gt
Posted by alung | 18 April 2012, 09:33Ijin nyimak gan
Posted by BATU MALANG | 15 April 2012, 12:46om duto..saya ma nanya gimana rawatan supaya murai batu nagen saat dilombakan. murai saya cenderung galak saat digantang. padahal saat nembak enak sekali. tp y itu galak. mohon pencerahannya. rawatan harian jangkrik 4/4 plus kroto 1cepuk..terimakasih
Posted by Arif | 9 April 2012, 09:49Met mlm om mhn ijin mo tanya tanya neh,..kl telur MB cm ada 2 butir bisa dipastiin yg netes pertama itu jantan ga ya om,coz selisih netasnya dr telor prtma ma ke dua krng lbh 1 hr om,…mhn jwbnya matur thankyu
Posted by Reyhan | 8 April 2012, 19:53Om mo tanya neh apa to bedanya mb betina borneo ma betina lampung yo om,..mo cr betina lampung neh,..nwn.
Posted by Hendra | 8 April 2012, 19:45Om nimbrung neh,…mo tanya kl telor murai cm 2 butir yang netas pertama bs di pastikan jantan ga ya om,..selisih netas telor prtm dan ke dua krng lbh 1 hr,..thanks berat
Posted by Gill jogja | 8 April 2012, 11:37Om murai saya selalu bersandar di tangkringan dan sering turun kebawah, awalnya tidak, ada tanda coklat kehitaman di ujung sendi ke2 lututnya, apa itu penyebabnya ya om ? Itu kenapa dan apa obatnya om. Please di jawab om, ☆ †h♌nk γ☺u ☆
Posted by OPPY D'may | 8 April 2012, 02:27ASS
om mau nnya
sya pnya MB msh d bsa d blng kra2 ankan
kalo lg di krodong tau ngk liat org dia brbnyi mirip brung kenari & cucak jenggot
pas brbnyi klo liat org lansung berhenti.
gmna sich om cra mmbuatnya mau brbnyi meski lgi di dekat org
Trimss,,,,,,
Posted by kevin | 3 April 2012, 19:44Silakan cek artikel ini dan halaman ini.
Posted by Om Kicau | 5 April 2012, 00:34A”kum semua saya dari brunei baru saja bermula memlehara mb,saya ada 3 ekor,tapi saya tidak tahu bagai mana nak menjadikan mb saya.saya sering memandikan mb dsan mengantikan air pada mb saya.tapi mb saya tetap takut.tapi mb saya sekiranya ia dalam kamar mandibebunyi tapi hadapan saya dia tidak mahu bbunyi.tolong lah berikan saYA BAGAI MANA CARA UNTUK MENJADIKAN MB SAYA MCAM MB ABISKITA.SYA CRUEL_REY BARU BARU NAK MENJADI TUAN MB MCAM BISKITA.
Posted by CRUEL_REY | 1 April 2012, 13:40Biasanya memang begitu dengan burung yang belum familiar dengan lingkungan manusia. Silakan dibaca artikel ini.
Terima kasih.
Posted by Om Kicau | 2 April 2012, 10:57asslm,,,,om dan tante saya mau tanya ni tentng MB saya,,berapa lama kira2 burung MB yg lgi stres untuk pulih kembali?,,sebab MB saya di terkam kucing dalam sangkar nya,,sekarang MB saya jarang berkicau cuma sexali2,,pd hl poding jangkrik saya kasih 5 pgi 5 sore,,,,,,saya tunggu jawaban nya,,triiimks
Posted by ARDI BW WIRANATA | 27 Maret 2012, 23:27salam kicau mania………!
mo nanya om ,bedanya mb betina medan sama kalimantan ( borneo ) dilihat dari warna serta ekornya,gimana om ?matur suwun.
Posted by cah smg | 27 Maret 2012, 19:16om..murai batu seminggu ini kotorannya item dan bau, bulunya nyekukurk, matanya berair..kena apa ya om?makan sama minumnya masih mau..dikasih apa ya om?mksh
Posted by nytaapriantini | 25 Maret 2012, 11:55Cek dulu artikel ini.
Posted by Om Kicau | 26 Maret 2012, 06:21Sore om duto…maaf sy mau nanya nih…mb sy bunyi cm ngeplong standart suara murai aja,blm prnh dngr ngriwik,padahal kroto tiap pg,jangkrik 5 p/s,UH 5 3hr skli,jemur tiap hr.knp ya om,apa MB sy betina?tp kl dr ciri fisik/warna bulu jantan.tlng pencerahannya om duto.terima ksih…
Posted by Ian | 24 Maret 2012, 18:09Coba lakukan pemasteran untuk murai batu.
Untuk pemasteran, lihat artikel2 di kategori Pemasteran.
Posted by Om Kicau | 26 Maret 2012, 05:47bgmn cr susunan sangkar burung krn d rmh sy ad brng murai batu, kacer, anis kembang cucak ijo n cendet , kicauan burungnya cuma kecer sj dominan… at mungkin krn sngkar terlalu berdekatan… tks
Posted by awin | 23 Maret 2012, 13:48Yang jelas antara murai batu dan kacer jangan satu ruangan. Bisa drop/kalah mental salah satunya. Kalau sama-sama gacor, kedua-duanya malah bisa sama-sama drop karena kelelahan terus berkicau.
Posted by Om Kicau | 24 Maret 2012, 06:33Om obat basmi kutu yg aman n bagus untuk bunuh kutu pd bulu burung terutama murai apa ya om,ane pnh beli om obat di kios brng tp ad peringatan jgn smp keminum burung,padahal pemakaian d semprt pakai sprayer takutnya tetep ada yg keminum kl MB ane pas nguap gt om,hehehehe jd ya ga aku pake lg om, tlg ya om saran n rekomnya, mksh sblme om,..slm
Posted by Theo_jogja | 17 Maret 2012, 18:18Bisa gunakan Fresh Aves. Lihat penjelasannya di sini: http://omkicau.com/bird-top-product/#freshaves
Posted by Om Kicau | 20 Maret 2012, 06:38Mksh bnget neh om dah di jawab,tp msh ada yg ganjel neh hehehe, iseng iseng aku ukur om neh ring murainya,ukuran dimeternya 5mm om,nurut om sesuai dgn kaki brungnya g ya,coz dr pd bahaya untk kakinya mending mau aku lepas om tp kl wajar ya ok ttp lanjt di pake om,mg2 bs tampil di kelas ring tahun depan,amin hehehehehe,thanks berat banget om.
Posted by Rahend | 17 Maret 2012, 17:19Kebanyakan penangkar menyiapkan ring untuk burung mereka sudah sesuai dengan ukuran penggunaan ring bagi burung yang mereka tangkar. Lain misalnya kalau itu ring bodong (aspal) biasanya kedodoran.
Kalaupun Om ingin melepas ring, lakukan dengan ekstra hati-hati. Silakan cek caranya di artikel ini: http://omkicau.com/2010/03/03/cara-memotong-ring-atau-cincin-burung/
Posted by Om Kicau | 20 Maret 2012, 06:33Sore om mo nanya neh,sebenernya ukuran ring buat murai berapa mm|mili| om idealnya diameter dalamny,..coz aku bli lgsng ke breeder tp ak liat liat ky ke dodoran krng pas gt om,mhn pencerahannya,thanks berat om
Posted by Rahend | 17 Maret 2012, 14:49Tidak ada ukuran eksak atau ideal Om. Kalau pun Om beli seperti kedodoran, biasanya itu antisipasi penangkar agar suatu saat kalau burung kakinya bersisik dsb, tidak kejepit.
Posted by Om Kicau | 17 Maret 2012, 15:44om gangu ni mb sy kok napsu makan jangkriknya berkurang malah kadang2 tdk mau kenapa om?
Posted by iwan | 13 Maret 2012, 19:52Cek jangkriknya yang baru/tidak bau dan yang ukuran kecil2 saja.
Posted by Om Kicau | 17 Maret 2012, 09:42mlm om duto biar burung mb mau mkan for kering gimana ya om selama ini mau makan adonan for tapi kalok dikasih for kering selalu di obrak abrik om mohon petunjuk om saya tungu
Posted by Rafael Adystalana | 10 Maret 2012, 23:52Burung baru Om? Ya itu ngobrak-abrik nyari kroto. Tetap dilatih Om. Atau kalau burung lama, berikan voer yang dulu selalu diberikan, jangan ubah2 merk.
Posted by Om Kicau | 12 Maret 2012, 05:19om mau nanya nih mb saya sering grubukan di sangkar bahkan kaki nya sering luka-luka bahkan sampai bengkak2 gara ngatasinya gimana ya om mohon ptunjuk om
Posted by rafael adystalana | 10 Maret 2012, 23:30Masih giras Om? Jinakkan dulu. Lihat caranya di sini: http://omkicau.com/2008/10/07/cara-membuat-burung-jadi-jinak/
Posted by Om Kicau | 12 Maret 2012, 05:17om, berapa harga murai batu lampung ?
Posted by edi | 8 Maret 2012, 18:10om duto,knpa murai batu saya dh 4 bln tdk mau bunyi ngeriwik jja gk dan kepalanya botak tak kunjung tumbuh kl denger burung apa jja selalu ketakutan kira” murai sya knpa ya om,tolong kasih masukanya ya om,terimakasih
Posted by batu malang | 5 Maret 2012, 19:12Cek ini:
1. http://omkicau.com/2010/02/25/burung-cuma-ngeriwik-cuma-gacor-di-rumah-atau-cuma-gacor-malam-hari/
2. http://omkicau.com/2009/10/21/faktor-faktor-penyebab-perubahan-performa-burung/
Posted by Om Kicau | 7 Maret 2012, 02:27om minta alamat amiex”s malang dan no hpnya? dan n no hp om kicau dan alamatnya di gresik mana ? saya pengen maen ksn om
makasih………………….
Posted by ari | 2 Maret 2012, 16:57bang,,,,,pengen naNYA NI,,,,punya muraib aceh gak
Posted by gilang | 26 Februari 2012, 14:33om mau tanya, om jual MB gak…??
kalau jual berapa om,,,kalau ada MB Lampung,,
Posted by sigit | 25 Februari 2012, 14:26salam kicaumania Om Duto,
om,murai batu saya ke 2 kakinya lemah om.pdhal masih muda,8 blnan.sudah rajin berkicau.kepleset tangkringan stelah terbang.
tolong solusinya dong om…
Terima kasih om Duto.
Posted by doni | 24 Februari 2012, 22:58Alamat digresik dimana ? Nomer telf nya yg bisa dihubungi.trimakasih
Posted by Rina wdyastutik | 22 Februari 2012, 07:54Ijin bertanya om…!!!
Sy punya anak MB..cuma saya ragu entah itu jantan Or betina..
Uda bnyi pelan2 skrg….umur skatar 2bln..
…Yg sy tanya om..!!!
Apa bedanya anak jantan N betina…trim’s.
Posted by rico | 21 Februari 2012, 13:43Om, minta alamat penangkarannya murai batu medan di sekitar malang, sidoarjo dan surabaya.
Matur nuwun…
Posted by Hasan | 20 Februari 2012, 15:41Om, gimana caranya supaya burung murai batu yang baru dapat dari hutan mau makan voer, sering saya mengalami kendala tersebut dan pada akhirnya MB tersebut mati,. Tolong secepatnya dibalas, karena saya tidak mau mencari burung MB sia2 karena mati,. Trims, replay di alamat FB/E-mail : adhydrummer91@gmail.com
Posted by adhy | 14 Februari 2012, 09:36om mau nanya mb borneo saya bunyi nya hanya pada malam hari dan menjelang pagi( subuh) .bgaimana supaya bisa bunyi pada siang atw pagi hari?
Posted by Albert Syafar Bastian | 12 Februari 2012, 16:57om. sya mau tanya kenapa murai sya kpalanya botak dah hampir 3 bulan tak kunjung tubuh malah kepalanyanya putih seperti jamur..kira-kira yg harus sya perbuat untuk murai batu sya gmna ya om dan gmna caranya agar bulu kepalanya mau tumbuh…terimakasih om
Posted by batu malang | 10 Februari 2012, 23:48biar powernya nambah,kasih apa y bos
Posted by Daniel Yudha Purnama | 10 Februari 2012, 12:30biar suaranya ada powernya,dikasih apa ya bos???
Posted by Daniel Yudha Purnama | 10 Februari 2012, 12:27Om, Share dong.. Aq punya MH udah 5 hri di rmh n gak nyangka dah tenang bnget kondisinya di taroh d bwh jga gk klabakan.. Yg jdi masalah kok blm mau ngeriwik/bunyi ya?? Pdhl burung dah tenang Umm..??? Knapa ya Om??
Posted by Werner Pratama | 5 Februari 2012, 13:14slm kenal mas,
mas, saya kan pemula dalam melihara burung yang saya inginkan foto2 burung murai jantan dan betina disandingkan biar saya bisa langsung membedakan mana jant.an dan yang mana betina. trim’s
Posted by Sri Purnomo | 4 Februari 2012, 21:17Om Duto……………….
tolong dijawab dooong……
Saya coba pelihara Murai Batu Muda hutan, masih muda sekali om, ini yang ketiga kali saya beli di pasar burung,
yang pertama 3 minggu sudah mulai bunyi tapi lepas ke alam bebas, yang kedua baru seminggu almarhum,ini yang ketiga sudah seminggu ini alhamdulilah masih terlihat sehat, malah baru 1 hari sejak dibeli sudah mau bunyi suara keras banget om, meskipun ngocehnya masih semaunya sendiri, yang jadi masalah kenapa ya kaki kiri keseringan diangkat kalo pas lagi diem, pernah 3 hari berturut turun saya olesin conterpin, tapi sampai sekarang masih seperi itu, anehnya kondisi burung cukup gesit, seperti tidak merasakan sakit pada kakinya, kenapa ya om dengan murai batu saya ? kondisi sekarang masih mau bunyi, makan lahap gerakannya gesit ……
Posted by shofan | 4 Februari 2012, 11:28om Duto kira2 prospek murai batu borneo di jawa bagaimana ya kedepannya? saya dengar udah ada yg mau ngadain klas murai borneo di jawa apa betul itu?
Posted by maryadi | 31 Januari 2012, 10:18Om Duto dan rekan2… tahu penangkaran Suara Alam ngga ya…. Sy mau baru punya MB ring suara alam. Mau tau kualitas indukannya om.
Sekalian minta tanggapan MB Ring Suara alam sy ini prospek ngga ya. Ini videonya
Posted by andi | 30 Januari 2012, 22:34Mas andi, mbny dijual gak??? Kl dijual hub. Ane di 081286134056
Posted by Echom | 5 April 2012, 20:37numpang nanya, dalam satu kandang hanya boleh satu pasang atau bisa lebih, terimakasih.
Posted by SETIYONO | 30 Januari 2012, 13:35Mau tanya nih om duto.,.
Diantara MB Aceh dngan MB Nias lbh bagus mana om.
Terima kasih sblmnya om duto….
Posted by Ian | 28 Januari 2012, 17:58Salam kenal om KICAU.
Sy seneng bgt bc artikelnya dan malah pengen bgt hobi sy dikampung dulu melihara burng ,skrg sy di jakarta sama skl nggk prnh megang burung kecuali (sensor) saya.om kicau sy seorang pemula saat ini baru melihara brng parkit,sy mnt pndpt dan solusi klo mau menangkarkan brng muari dgn kondisi kanan kr sy gadung dan udr panas
1. Apkh bs untk pnangkaran
2.Klo bs brg murai apa yg cck untk pemula
3.Dmn nyari burung murai di daerah trdkt sy
Tolong di bales
Thanks om’kicau
Posted by haris nug | 27 Januari 2012, 20:56