Burung warisan Gus “Kicaumania” Dur, semoga terawat dengan baik

Cari Artikel Berdasar Kategori

KH Abdurrahhman Wahid atau Gus Dur, sebagaimana dikenal kalangan dekatnya, semasa hidupnya adalah seorang kicaumania, alias penggemar berat burung, khususnya burung kicauan. Ketika beliau meninggal, Rabu 30 Desember 2009 lalu, masih ada tujuh burung warisan Gus Dur.

Memang tidak seperti para kicaumania umumnya yang suka mengikutkan burungnya untuk lomba, Gus Dur hanya menikmati kicauan burung-burungnya tatkala di rumah. Hanya saja, berapa dan jenis apa saja burung yang dipelihara di kediaman beliau, ada banyak versi dari beberapa sumber berita.

Seperti ditulis kompas.com misalnya, kicau burung turut meramaikan suasana kediaman almarhum pada Kamis 31 Desember 2009 pagi. “Gus Dur memang suka burung, burung-burung ini kesayangan Gus Dur,” ujar Habibullah, seorang santri yang turut merawat burung peliharaan Gus Dur.

Burung-burung Gus Dur di akhir hayat beliau terdiri dari burung murai batu, cucak ijo/hijau, jalak bali dan beo. Saat itu, burung-burung tersebut diamankan di sebuah bangunan tertutup di depan rumah utama Gus Dur, Warung Sila, Ciganjur, Jakarta Timur, agar tidak mengganggu upacara pelepasan jenazah Gus Dur.

Seperti ditulis di kompas.com itu, tak lama setelah Gus Dur diberangkatkan ke tempat peristirahatannya, burung-burung ini mulai meramaikan teras rumah utama. “Setiap pagi mereka dikasih makan. Dulu sih pagi Pak Gus Dur sering lihat burung. Akhir-akhir ini tidak,” ujar Onit, salah satu karyawan rumah Gus Dur, saat mengeluarkan burung-burung dan memberi makan burung.

Saat alunan ayat suci Alquran terdengar dari rumah utama kediaman Gus Dur, burung-burung kesayangan Gus Dur tampak lebih tenang seolah turut mendengarkan alunan ayat suci.

Lain dengan yang disebutkan oleg berita di detik.com bahwa Gus Dur suka murai batu, berita yang ditulis di tribun-timur.com menyebutkan Gus Dur adalah penggemar cucak rowo. Jika burung kesayangannya itu tidak terdengar berkicau, biasanya Gus Dur langsung menanyakan kepada tukang kebun yang bertugas memelihara burung tersebut.

“Kadang kalau Bapak lewat mau ke masjid, terus nggak dengar burungnya bunyi, bapak (Gus Dur) pasti langsung nanya. Kalau dengar nggak bunyi, pokoknya pasti langsung nanya. Apakah burungnya sakit atau kenapa,” ungkap Mono, tukang kebun Gus Dur yang juga bertugas mengurusi burung, saat ditemui di kediaman Gus Dur, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jakarta, Jumat 1 Januari 2010.

Mono mengatakan, ada tujuh ekor burung Gus Dur yang dia pelihara. Burung-burung itu antara lain empat ekor cucak rowo (cucakrawa), dua ekor jalak suren, satu ekor cucak Ijo dan satu ekor beo. Dari kesemuanya, Gus Dur paling suka dengan cucak rowo. “Biasanya bunyi di pagi hari. Dan Bapak senang kalau dengar dia nyanyi,” ujarnya.

Sepengetahuan Mono, burung-burung Gus Dur sudah berusia cukup lama. Sayang, tukang kebun yang sudah bekerja selama tiga tahun tidak tahu persis usia tujuh burung yang dimiliki Gus Dur. “Sejak saya kerja di sini, burung-burung itu sudah ada,” kata Mono.

Dijelaskan Mono, tidak ada perawatan khusus terhadap burung-burung tersebut. Burung-burung itu ditempatkan dalam sangkar yang terbuat dari bambu. Setiap pagi, sangkar-sangkar tersebut digantung di garasi mobil di depan rumah Gus Dur. Garasi itu sendiri hanya terdiri dari tiang beton dan atap. Sehingga kicauan burung pun dapat terdengar jelas.

Pada sore hari, lanjut Mono, burung-burung Gus Dur dimasukkan ke dalam ruangan yang ada di belakang pos jaga di pintu gerbang rumah. Sangkar burung kemudian ditutup dengan kerodong yang terbuat dari kain.

Lain cerita Mono, lain cerita Habibullah Siregar. Menurut dia seperti ditulis detik.com, murai batu merupakan burung kesayangan Gus Dur. Semasa hidup, katanya, Gus Dur tidak lupa menanyakan kabar burung-burung peliharaannya walaupun dia tengah terbaring sakit. “Gimana kabarnya si murai batu itu. Kita jawab, iya Kiai masih melengking kok. Gus Dur tersenyum,” kata Habibullah Siregar, menirukan ucapan Gus Dur saat menjenguk Gus Dur di RSCM beberapa hari lalu.

Menurut dia, Gus Dur sebelum sakit sering mengajak burung-burungnya becanda. Namun saat kesehatannya menurun, Gus Dur tidak pernah melakukannya lagi.

“Setiap pagi, Gus Dur hanya minta dilihatkan burung-burungnya saja dari atas kendaraan. Gus Dur juga jarang mantau keadaan burungnya lagi. Kalau dulu selalu tanya sudah mandi atau belum, sudah dikasih makan atau belum,” kata Habibullah.

Meski Gus Dur telah berpulang, para santri bertekad akan tetap merawat burung-burung peninggalannya. “Namanya amanah, kami akan terus merawatnya,” ujar dia.

Ya burung-burung warisan Gus “Kicaumania” Dur, semoga terawat dengan baik. (oM kiCAU)

EH, PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

REKOMENDASI OM KICAU:

  1. Promosikan bisnis penangkaran burung, jual beli burung dan segala bisnis terkait hobi burung Anda secara PREMIUM di omkicau.com untuk menjangkau ribuan kicaumania di seluruh Indonesia. Cek caranya di halaman Promo Kicau. Untuk iklan jual beli burung GRATIS, tulis saja di halaman Iklan & Promo Gratis.
  2. Jika ingin bertanya masalah burung atau hal lain terkait hobi burung atau penggunaan produk Om Kicau, sampaikan melalui halaman Curhat/ Tanya Om Kicau & Tim.
  3. Selalu cek update daftar artikel berisi file MP3 audio untuk didownload di link ini (klik saja).




Aplikasi Android omkicau.com gratis

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS
SCAN SAJA ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE
BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.