Perangko seri “Burung Terancam Punah Indonesia” diluncurkan 15 Juli 2012

Bertepatan dengan peringatan Hari Keragaman Burung Indonesia dan ulang tahun ke-10 Burung Indonesia, Kementerian Kehutanan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi & Informatika, Direktorat Jenderal Pos & Telekomunikasi, dan Burung Indonesia akan meluncurkan empat perangko seri “Burung Terancam Punah Indonesia” di Kebun Raya Bogor, Minggu, 15 Juli 2012.

Pada acara tersebut, seperti dilansir Kantor Berita Antara, akan dilakukan pula penandatanganan Sampul Hari Pertama (SHP) perangko seri “Burung Terancam Punah Indonesia” oleh Menteri Kehutanan. Perangko empat jenis burung terancam punah ini dicetak sebanyak 50 ribu lembar dalam bentuk minisheet dan 300 ribu lembar untuk fullsheet.

Burung terancam punah

Empat jenis burung terancam punah Indonesia yang menghiasi perangko tersebut adalah elang flores (Nisaetus floris), celepuk siau (Otus siaoensis), burung-madu sangihe (Aethopyga duyvenbodei), dan mandar gendang (Habroptila wallacii).

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Elang flores (Nisaetus floris) merupakan burung berukuran 71-82 cm yang hanya terdapat di pulau Lombok (pada batas Taman Nasional Rinjani), Sumbawa dan Flores, serta pulau kecil Satonda dan Rinca. Populasi yang hanya 100 pasang dan cenderung menurun karena kerusakan dan  kehilangan habitat, menjadikan Badan Konservasi Dunia (IUCN) pada tahun 2009 menetapkan sebagai jenis Kritis (Critically Endangered/CR).

Celepuk Siau (Otus siaoensis) merupakan burung hantu yang termasuk dalam kelompok Strigidae. Informasi keberadaan jenis ini hanya berdasarkan spesimen yang dikoleksi di Pulau Siau, Sulawesi Utara, pada 1866. Perkiraan populasi tidak lebih dari 50 individu dewasa, karenanya ditetapkan sebagai Kritis (Critically Endangered/CR).

Burung-madu sangihe (Aethopyga duyvenbodei) merupakan jenis burung-madu berukuran 12 cm yang hanya dapat dijumpai di pulau kecil Sangihe dan populasinya tersebar terpisah. Populasinya di alam diperkirakan antara 13.000-29.000 individu dewasa.

Menyusutnya hutan primer dan sekunder menyebabkan Badan Konservasi Dunia (IUCN) menempatkannya sebagai jenis yang Genting (Endangered/EN). Kepadatannya sangat rendah, kecuali di satu lokasi: Pegunungan Sahendaruman.

Mandar gendang (Habroptila wallacii) merupakan jenis yang hanya dijumpai di Pulau Halmahera, Maluku Utara. Populasinya terus menurun akibat habitatnya yang terfragmentasi sehingga IUCN menetapkannya dengan status Rentan (Vulnerable/VU). Burung tanah berukuran 40 cm yang tidak dapat terbang ini jumlahnya diperkirakan antara 2.500-9.999 individu dewasa.

Kurangi kehilangan habitat penting

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memenuhi target konvensi pelestarian keragaman hayati (UN-CBD) berupa mengurangi kehilangan habitat alami penting; meningkatkan  manfaat alam  seperti layanan ekosistem dan restorasi. Burung-burung dapat menjadi alat untuk memenuhi target tersebut, melalui alat Daerah Penting bagi Burung (DPB), kawasan yang  memerlukan aksi konservasi prioritas dapat diidentifikasi.

Demikian pula aksi konservasi yang dilakukan menjadi terukur dan terarah melalui pemantauan DPB tersebut. Hal ini akan semakin baik pula dengan ditunjang oleh kerjasama dengan para pihak, baik di dalam maupun di luar jaringan kawasan konservasi.

Sebagai negara mega bird diversity, Indonesia merupakan negara kelima terbesar habitat species burung dengan kekayaan sebanyak 1.597 jenis atau 16 % dari total 10.000 species burung yang ada di dunia. Dari hampir 1.600 jenis burung di Indonesia, 126 jenis di antaranya merupakan jenis-jenis terancam punah.

Keempat jenis burung yang menghiasi seri perangko kali ini merupakan jenis-jenis burung terancam punah yang hanya terdapat di kawasan Wallacea. Wallacea merupakan sebuah kawasan yang terdiri dari ribuan pulau kecil yang terletak di antara kawasan Asia di barat dan Australasia di timur. Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara merupakan bagian dari Wallacea. Posisinya yang unik membuat kawasan ini kaya akan fauna campuran dari dua benua tersebut sekaligus ratusan spesies endemik atau sekitar 67 persen.

Seperti diberitakan Antara, Untuk informasi lebih lanjut mengenai pelaksanaan launching empat perangko seri “Burung Terancam Punah Indonesia” silakan menghubungi Ir. Erna Rosdiana, MSi, Kepala Bidang Pemberitaan dan Publikasi, mewakili Kepala Pusat Informasi Kehutanan, Kementerian Kehutanan. (*).
Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

5 Comments

Komentar ditutup.