Kisah pemain bola yang juga penggemar dan penangkar burung

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Sejumlah pemain bola diketahui memiliki hobi memelihara burung. Di markas Persib Bandung, misalnya, sejumlah sangkar burung tergantung di teras belakang kamar mess para pemain seperti Haryono, M Nasuha, dan Jajang Sukmara. Rupanya mereka sengaja memelihara burung untuk mengisi waktu senggang di tengah kesibukan berlatih dan bertanding.

HARYONO
HARYONO

Kegilaan mereka bermula dari gelandang bertahan timnas, Haryono. Pindah dari klub lamanya Deltras Sidoarjo, empat musim lalu, Hariyono datang ke Bandung dengan membawa beberapa ekor burung beo dan kenari.

Di teras belakang kamar mess, ia menggantungkan beberapa sangkar burung kenari dan beo. “Saya memang sudah memelihara burung sejak lama. Hitung-hitung untuk menemani saya di kala sendirian di kamar,” ujar Haryono.

Beberapa pemain yang tinggal di mess seperti M Nasuha dan Jajang Sukmara pun kepincut. Jajang mengikuti jejak Haryono, meski lebih fokus di kenari saja. Nasuha malah lebih ekstrem: memelihara gagak.

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

Jajang membeli kenari dengan uang yang diperolehnya sebagai hadiah acara “One Stop Fottball Chalenge” di sebuah stasiun televisi swasta. Dalam acara ini terdapat game menembak bola dari tengah lapangan dan kotak 16 meter yang diikuti hampir seluruh pemain Persib di Stadion Siliwangi Bandung, beberapa waktu lalu.

Jajang ternyata memenangi game ini, dan uang hadiah itu digunakannya untuk membeli kenari. “Saya lihat asyik juga memelihara burung seperti Haryono. Sekarang kalau sedang istirahat di kamar, paling tidak ada kegiatan selain tidur dan nonton televisi,” katanya sambil tersenyum.

JAJANG SUKMARA
JAJANG SUKMARA

M NASUHA
M NASUHA

Selain kenari, ia juga mulai tertarik memelihara jenis burung lainnya, seperti wambi dan branjangan. Total, di teras belakang kamarnya, ada tujuh ekor burung piaraannya.

“Kalau mendengar kicauan burung di pagi hari, rasanya ada yang beda. Gimana ya, susah juga jelasinnya. Pokoknya ada rasa yang berbeda,” kata Jajang, yang kini sedang memburu beo seperti yang dimiliki Haryono.

Menjadi Penangkar Kenari

JOHAN MANAJI
JOHAN MANAJI

Lain lagi dengan Johan Manaji, gelandang serang Persiba Bantul. Ia memelihara burung kenari dan kacer. Tetapi khusus kenari, ia bukan sekadar memelihara, melainkan sudah merambah ke bisnis penangkaran.

Burung, menurut Johan, bisa menjadi penghilang kejenuhan di tengah rutinitas berlatih dan bertanding di lapangan sepakbola. “Untuk menghilangkan suntuk, saya mendengarkan kicauan burung,” kata Johan Manaji.

Johan mengaku usaha penangkaran kenarinya masih kecil-kecilan. Namun, jika ada modal, dia akan lebih serius menekuni bisnis ini sebagai pegangan masa depannya. “Karir sepakbola kan hanya bertahan beberapa tahun saja. Jadi harus mulai merintis usaha kecil-kecilan,” tuturnya.

Meski belum terlalu besar, karena modalnya tidak banyak, setidaknya, usaha tersebut sudah merupakan ancang-ancang untuk menyikapi masa depannya, terutama jika sudah tak terpakai lagi di kancah sepakbola nasional.

Ya, burung sudah menjadi satwa universal yang tak memandang batas siapapun penyukanya. Pemain bola pun butuh wahana menghibur diri, dan sebagian pemain mendapatkannya dari memelihara burung.

Salam sukses dari Om Kicau.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.