Selama ini, nama Om Syaifudin Zuhri lebih dikenal sebagai penggerak kicaumania Sampit, sekaligus menjadi event organizer (EO) latber dan lomba burung di ibu kota Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, itu. Makanya, ketika beliau bercerita sudah empat tahun menangkar lovebird, dengan mengibarkan bendera SZ Bird Farm Sampit, Om Kicau sangat tertarik dan memintanya untuk mengirim video. Dan, inilah video Putri Mentaya, hasil breeding sendiri, yang berkali-kali menjuarai even lomba di Kalimantan Tengah.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Lovebird Putri Mentaya, durasi ngekek lebih dari 40 detik.

Juli mendatang, Putri Mentaya (PM) genap berumur 2 tahun. Durasi ngekeknya cukup panjang, lebih dari 40 detik. Dalam berbagai even di Kalimantan Tengah, PM sudah berkali-kali menjadi juara. Yang terakhir menjuarai Danlanud Cup VII di Pangkalanbun, Minggu (14/4) lalu.

Dalam even tersebut, penampilan PM sangat memukau para pelomba, penonton, maupun tim juri. Sebab sejak burung mulai digantang hingga akhir lomba, PM tak pernah berhenti ngekek. Prestasi ini sudah berlangsung lama.

Om Syaifudin

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Ketika PM berusia 14 bulan, Om Syaifudin menurunkannya dalam Latpres September 2012, dengan hasil juara 1 di Kelas Eksekutif dan juara 3 di Kelas Bintang. Sebulan kemudian, PM sukses mencetak hasil nyeri dalam Lomba Burung di RM Bambu Kuning, Sampit. Saat itu, PM menjuarai Kelas Bintang dan Kelas Favorit.

Prestasi itu terus dipertahankan hingga kini, termasuk dalam even Danlanud Cup VII. Sayangnya, karena kesibukan sebagai anggota Polri dan bertugas di Kesatuan Brimob Sampit, Om Syaifudin belum memiliki waktu untuk membawa burungnya dalam even lomba di luar provinsi.

Apalagi di sela-sela kesibukannya, dia juga menangkar lovebird dan secara berkala menggelar latber atau lomba di Sampit. Praktis waktunya sudah habis tersita. Om Syaifudin mensyukuri masih dapat menggelar latber dan lomba, sesekali mengikuti lomba di Kalimantan Tengah, menangkar lovebird, dan berkumpul bersama keluarga.

Sekilas mengenai SZ Bird Farm Sampit

Om Syaifudin menceritakan kesukaannya pada lovebird, yang akhirnya mengantarnya menjadi seorang penangkar. “Saya sejak mengenal pertama kali yang namanya lovebird, kok langsung senang melihatnya. Bahkan saya pernah memelihara lovebird nonklep sampai delapan tahun. Dari lovebird nonklep itulah, saya mulai belajar beternak secara otodidak. Paling=paling cuma belajar dari internet,” kenang Om Syaifudin.

Mengingat di Sampit belum ada seorang pun yang menangkar lovebird, maka empat tahun lalu dia mendirikan SZ Bird Farm. Tujuannya tidak muluk-muluk, yaitu agar lomba burung di kelas lovebird makin ramai, baik di Sampit maupun di Kalimantan Tengah. “Kalau burungnya susah didapat, bagaimana mungkin bisa dilombakan,” pikirnya waktu itu.

Kini SZ Bird Farm menjadi sandaran bagi para lovebird mania di Kalimantan Tengah, khususnya di Sampit, Pangkalanbun, dan Palangkaraya. Apalagi banyak produknya yang moncer di lapangan. Selain Putri Mentaya, ada beberapa produk SZ Bird Farm yang sudah berada di tangan koleganya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Misalnya Casper milik Yayang, bos Aneka Sport Pangkalanbun, yang juga pemilik cucak jenggot terbaik nasional saat ini, Ratu Jagad. Ada lagi Lintang, yang kini berada di tangan  Om Sonie Sampit, dan  pekan lalu nyeri dalam latberan di Palangkaraya. Semuanya merupakan hasil penangkaran Om Syaifudin. Yang menarik, kedua burung tersebut sempat bertarung melawan PM di Danlanud Cup VII.

Inilah sebagian lovebird hasil breeding SZ Bird Farm Sampit.

Saat ini, Om Syaifudin masih fokus untuk menangkar lovebird khusus  lomba. Kriteria ini biasanya dijumpai pada warna biru, hijau, dan hijau kepala hitam (dakocan). “Untuk warna-warna lain, ya hanya sebagai pelengkap warna saja,” ujarnya.

Sebenarnya sudah banyak yang berusaha meminang Putri Mentaya, termasuk H Iwan Palangkaraya,  tokoh kicaumania senior di Kalimantan, yang sempat bertemu dengannya dalam even di Danlanud VII. Hanya  saja, sampai saat ini Om Syaifudin belum berniat melepasnya, karena masih sayang dan ingin diambil keturunannya.

“Sayang kalau burung bagus hanya untuk lomba saja tanpa memikirkan keturunannya. Lagi pula, kalau bisa diambil anakannya, nantinya makin banyak lovebird mania yang kebagian trah juara. Biar kelas lovebird makin ramai,” tuturnya.

Beberapa bulan lagi, anakan lovebird ini juga bakal berprestasi.

Video lovebird Putri Mentaya

Mengenai isian Putri Mentaya, Om Syaifudin mengatakan yang paling menonjol adalah suara cucak jenggot. Tetapi ada dua isian lain yang mendukung, yaitu cililin dan belalang. “Kalau ngekek, Putri Mentaya sering melakukannya sambil memutarkan tubuhnya di atas tangkringan, kemudian jalan ke kiri dan ke kanan, tetapi masih di atas tangkringan,” kata Om Syaifudin.

Oke, berikut ini tayangan video Putri Mentaya :