Ada burung sejenis cikrak daun dari wilayah utara Eropa, Asia, dan Amerika yang menjelang musim dingin pasti nyelonong ke Indonesia. Para ahli burung (ornitholog) Indonesia menamakannya cikrak kutub / arctic warbler (Phylloscopus borealis). Biasanya mereka mulai datang pada September atau Oktober, dan berada di negeri kita hingga Maret atau April tahun berikutnya. Spesies ini juga disebut Om Asep Dayat dalam buku Burung-burung Agroforest di Sumatera.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Burung cikrak kutub ras examinandus selalu migrasi ke Indonesia.

Cikrak kutub memiliki postur imut, seukuran serindit, dengan panjang hanya 12 cm. Tubuh bagian atas berwarna zaitun gelap, dengan garis-garis pucat tersamar pada sayapnya. Alis mata mencolok, karena berwarna putih kekuningan. Sedangkan kekang dan strip pada mata kehitaman.

Bagian alis ini menjadi alat bantu untuk membedakan cikrak kutub dari cikrak daun yang mempunyai strip mata dan kekang hitam pula, namun warna alisnya hijau kekuningan, sama seperti warna bulu di bagian pipinya. Lihat gambar di bawah ini :

Burung cikrak daun / pare-pare / tralis / blereng.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Iris mata berwarna cokelat tua. Paruhnya cukup panjang dan sedikit mencuat. Paruh atas berwarna cokelat tua, tetapi paruh bawah kuning. Tubuh bagian bawah terlihat keputihan, sedangkan bagian sisi tubuh berwarna zaitun kecokelatan. Kedua kakinya cokelat.

Burung cikrak kutub (dari depan).

Saat migrasi ke Indonesia, cikrak kutub sering memasuki kawasan hutan terbuka, hutan mangrove, hutan primer, hutan sekunder, dan areal perkebunan, baik di Sumatera, Kalimantan, Jawa, maupun Bali. Cikrak kutub biasanya akan bergabung dengan kelompok burung lain saat mencari makan, dan sering berada di balik dedaunan pohon.

Keberadaan cikrak kutub sesekali dijumpai di beberapa pasar burung di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan, terutama saat mereka bermigrasi ke Indonesia.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Burung cikrak kutub (dari belakang)

Ras cikrak kutub, persebaran, dan jalur migrasi

Ada tiga subspesies atau ras burung cikrak kutub, dengan wilayah persebaran dan jalur migrasi yang berbeda, yaitu :

1. Phylloscopus borealis borealis

Subspesies ini berkembang biak di wilayah utara Eropa, mulai dari Fennoscandia utara dan timur, serta Rusia utara, Siberia utara, Sungai Kolyma, Siberia tengah-selatan, hingga Mongolia dan wilayah timur laut China (Manchuria bagian utara dan timur).

Tetapi menjelang musim dingin, mereka akan bermigrasi ke wilayah tenggara China, Taiwan, hingga Asia Tenggara seperti Myanmar, Vietnam, dan Sunda Besar (Sumatera, Kalimantan, Jawa).

2. Phylloscopus borealis xanthodryas

Ras ini berkembang biak di wilayah timur-laut Rusia (Chukotka dan Kamchatka) dari selatan sampai Pulau Sakhalin, Kepulauan Kuril dan Jepang (Hokkaido, Honshu).

Adapun jalur migrasinya meliputi Taiwan, Kalimantan, Filipina (Luzon, Negros), serta kawasan timur Indonesia termasuk Sunda Kecil (Bali, NTB, NTT).

3. Phylloscopus borealis kennicotti

Nah, kalau ras ini hanya memiliki habitat di wilayah barat-laut Amerika (Alaska Barat). Pada musim dingin, mereka hanya bermigrasi ke Filipina dan Indonesia. Di negeri kita, ras kennicotti hanya dapat dijumpai di kawasan timur Indonesoa, termasuk Sunda Kecil.

Suara burung cikrak kutub

Suara panggilan burung cikrak kutub terdengar “crett.. cret…” tanpa nada lain. Tetapi burung jantan dewasa memiliki suara nyanyian merdu, diawali dengan “cwiit.. cwiit..” dan diakhiri “zit.. zit..” yang lebih tinggi serta lebih sering diperdengarkan.

Suara nyanyian ini bisa dijadikan masteran untuk kenari, finch, dan burung kicauan lainnya. Apalagi suara nyanyiannya seperti mengkombinasikan lagu dan tembakan.

Berikut ini suara panggilan dan suara nyanyian burung cikrak kutub.

Suara panggilan cikrak kutub   l   Download

Suara nyanyian cikrak kutub1   l   Download

Suara nyanyian cikrak kutub2   l   Download

Suara nyanyian cikrak kutub3   l   Download

Suara panggilan-nyanyian cikrak kutub   l   Download

Apabila sobat kicauamania kebetulan melihat burung cikrak kutub di pasar burung, atau dari sumber mana pun, perawatannya sama seperti perawatan burung cikrak daun, alias pare-pare / tralis / blereng. Om Kicau sudah memberikan panduannya di sini.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.