Apakah daerah Anda sudah mulai hujan, atau sering hujan? Saat ini memang peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Hujan sudah turun di beberapa daerah di Indonesia, mulai dari frekuensi rendah hingga sedang. Jaga terus kondisi kesehatan Anda dan keluarga, agar tidak mudah terserang penyakit, terutama dengan sering mengkonsumsi vitamin C. Bagaimana dengan burung piaraan di rumah? Ya sama, jaga agar kondisinya selalu fit. Pada musim hujan, burung mudah mengalami pilek.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Nyekukruk, bulu mengembang, mata terpejam selalu menyertai pilek pada burung.

—-

Setiap musim hujan, banyak sekali burung yang sakit bahkan mati dengan gejala awal pilek. Pilek sebenarnya merupakan gejala penyakit, bukan nama dari penyakit itu sendiri. Gejala ini biasanya menyertai penyakit-penyakit yang berhubungan dengan saluran pernafasan.

Mengapa pilek sering terjadi pada musim hujan? Sebab, pada musim hujan, udara terasa lebih dingin daripada biasanya. Apabila kondisi tidak fit, maka sistem pertahanan tubuh tidak bisa bekerja secara maksimal, alias melemah.

Akibatnya, infeksi agen penyakit yang dalam batas tertentu dan ketika kondisinya fit dapat ditangkal oleh sistem pertahanan tubuh, menjadi lebih mudah masuk ketika kondisi burung tidak fit. Sebagian besar agen penyakit masuk melalui lubang hidung (nares) dan / atau mulut, kemudian menembus ke saluran pernafasan.

Sebagaimana manusia, pilek pada burung ditandai dengan beberapa gejala klinis seperti :

    • Keluar cairan dari lubang hidung.
    • Burung sering bersin, dan terkadang disertai batuk.
    • Burung kesulitan bernafas, atau nafasnya sering bunyi.

    Dampak lain yang terlihat pada burung yang pilek antara lain :

      • Burung sering mengembangkan bulunya, apalagi jika turun hujan lebat.
      • Burung terlihat lesu, alias nyekukruk.
      • Mata terlihat sayu, sering terpejam, dan terkadang berair.
      • Nafsu makan mulai menurun.

      Sepanjang burung “hanya” mengalami gejala-gejala seperti disebutkan di atas, maka terapi yang bisa dilakukan adalah segera mengisolasi burung ke tempat yang tenang, jauh dari burung-burung lain yang masih sehat. Tujuannya agar burung sakit tidak menularkan penyakitnya ke burung yang masih sehat. Selain itu, agar burung sakit mendapat perawatan secepatnya.

      Tempat / ruangan untuk mengisolasi burung sebaiknya tidak sering terkena angin. Selanjutnya, Anda bisa memasang lampu bohlam 5 Watt di bagian atas sangkar, kemudian sangkar dikerodong. Berikan BirdVit setiap hari untuk meningkatkan sistem pertahanan tubuhnya.

      Kandungan vitamin C pada BirdVit akan sangatmembantu meningkatkan sistem pertahanan tubuh burung, sehingga secara berangsur-angsur kondisi fisiknya bisa lebih fit. Pakan dan air minum tetap diberikan seperti biasa.

      Untuk sementara, burung tidak perlu dimandikan, juga tidak perlu dijemur dulu sampai kondisinya benar-benar pulih. Tanda kepulihan bisa dilihat dari gerakannya yang mulai aktif, tidak nyekukruk, dan tidak sering memejamkan mata lagi.

      Adapun cairan/lendir yang keluar pada lubang hidung biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang, sekitar 4 – 7 hari. Yang penting, burung harus benar-benar diistirahatkan dulu, jangan sampai dipertemukan atau mendengar suara burung lain.

      Sekali lagi, terapi ini bisa dipraktikkan kalau burung yang pilek hanya menunjukkan beberapa gejala klinis seperti disebutkan di atas.

      Lendir dari lubang hidung adalah tanda awal burung pilek.

      Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

      —-

      Pilek dengan gejala tambahan

      Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

      Namun kalau muncul gejala klinis lainnya, atau gejala tambahan, Anda patut mencurigai ada penyakit tertentu yang dialami burung. Bagaimana cara mengetahui penyakit tersebut, dan bagaimana mengobatinya? Silakan lihat tabel berikut ini.

      Jenis Penyakit Gejala Tambahan Pengobatan
      Snot / Korisa / Coryza Mata mengeluarkan cairan. StopSnot
      Lendir pada lubang hidung dan mata lama-lama mengental dan berbau.
      Muka bengkak, termasuk lubang hidung, dan kelopak mata.
      C R D Mata juga mengeluarkan cairan. StopSnot
      Lendir pada lubang hidung dan mata tidak berbau.
      Burung sering batuk dan bersin
      Avian influenza Cuping telinga terlihat membiru. belum ada obat yang efektif.
      Ada garis-garis merah pada kaki, seperti habis kerokan.
      Infectious bronchitis Mata mengeluarkan cairan. Belum ada obat efektif. BirdVit bisa digunakan, tetapi sebatas meringankan.
      Sering bersin dan batuk. Kalau bersin sering mengeluarkan lendir.
      Saat bernafas, leher dijulurkan seperti sangat susah bernafas.
      Tungau kantung udara Paruh sering terbuka. BirdFresh
      Bulu ekor sering naik-turun.
      Bulu kusam dan acak-acakan.
      Burung sering mencabuti bulunya.

      —- 

      Tindakan pencegahan

      Kalau bisa dicegah, mengapa harus diobati? Prinsip inilah yang mesti dipegang para pemilik dan penangkar burung. Selama musim hujan, berikut ini beberapa tindakan pencegahan yang bisa Anda lakukan terhadap burung kesayangan Anda:

      • Jaga selalu kebersihan kandang. Usahakan membersihkan kotoran 1 – 2 hari sekali. Jangan dibiarkan menumpuk.
      • Setiap kali mau memberikan / mengganti pakan dan air minum, wadah perlu dibersihkan dulu.
      • Seminggu sekali, semprot sangkar / kandang dengan desinfektan khusus burung seperti FreshAves.
      • Apabila cuaca sedang mendung, apalagi angin cukup kencang, burung segera dimasukkan ke gantangan di dalam rumah, dan dikerodong.
      • Untuk menjaga sistem pertahanan tubuh burung agar dapat bekerja maksimal, berikan multivitamin seperti BirdVit. Selama musim hujan, frekuensi pemberian bisa ditingkatkan menjadi 3-4 kali dalam seminggu.

      Selain pilek, penyakit lain yang perlu diwaspadai selama musim hujan adalah cacingan. Sebab, telur dan / atau larva cacing sering terbawa dari media lain ke dalam kandang / sangkar. Di lain waktu, kita akan bahas masalah ini.

      —-

      Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.