Dua anis merah Bali Dancer batal tarung di Plaza Cup

Dua anis merah jawara, yang sama-sama bernama Bali Dancer, batal bertarung dalam kontes Plaza Cup 2 di Semarang, Minggu (12/1) mendatang. Bali Dancer, anis merah andalan Sonny Lie (Mystic SF Semarang) yang bulan lalu menjuarai Pakde Karwo Cup III, sudah terlanjur dijadwalkan mengikuti 41 Tahun PDI Perjuangan di Sragen, pada hari yang sama.

Adapun Bali Dancer milik Ir Rusli Bogor, yang juga jawara nasional, dipastikan mengikuti Plaza Cup 2. “Ini sekaligus untuk membuktikan kalau Bali Dancer masih di tangan saya, dan tidak pernah saya jual kepada siapapun, termasuk kepada Sonny Lie,” kata Om Rusli.

Beberapa hari belakangan ini, Ir Rusli (Bogor) memang terusik ketenangannya. Itu lantaran komplain sejumlah teman dekat yang pernah mencoba meminang anis merah andalannya, Bali Dancer. Semua pinangan ditolaknya, dengan alasan Bali Dancer tak akan dijual dan mau dipakai sendiri.

Saat muncul kabar anis merah Bali Dancer berpindah tangan ke Sonny Lie, bahkan menjuarai Pakde Karwo Cup III, beberapa kawan yang pernah meminang langsung komplain. Padahal, “Bali Dancer itu masih di tempat saya, bahkan Minggu (12/1) nanti siap turun dalam Plaza Cup 2 di Semarang,” tegas Om Rusli. Bagaimana sih cerita sebenarnya?

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Seperti diberitakan sebelumnya (lihat artikel Tanah merah, rahasia kembalinya Bali Dancer), anis merah Bali Dancer milik Sonny Lie sukses menjuarai even nasional Pakde Karwo Cup III di Surabaya, 15 Desember 2013.

Kepada Om Kicau, Om Sonny mengatakan bahwa Bali Dancer itu adalah eks milik Ir Rusli, yang dia beli melalui kerabatnya. Jadi, tidak langsung kepada Ir Rusli, karena dia tidak kenal secara langsung dengan owner Favorit Bird Farm Bogor itu.

Burung ini memang memiliki kualitas bagus, namun terkadang susah nampil. Dengan terapi tanah merah, Bali Dancer kini kembali berjaya di berbagai even.

Ir Rusli
Ir Rusli: Bali Dancer masih di tempat saya.

Kabar itulah yang membuat Om Rusli terusik. Pasalnya, selama ini dia menolak pinangan kawan-kawan dekatnya, kok sekarang Bali Dancer dikabarkan berpindah tangan ke Sonny Lie.

“Mereka komplain, katanya Bali Dancer tidak dijual, kok di berita tertulis sudah pindah tangan. Tentu saya kaget, karena saya memang tidak pernah menjualnya. Burung ini sampai sekarang masih ada di tangan saya, dan Minggu (12/1) besok akan saya turunkan di Plaza Cup 2 Semarang,” kata Om Rusli.

Selama ini, Om Rusli memang jarang turun ke lomba. Dia hanya sesekali mengikuti even yang benar-benar paten, termasuk melihat siapa kawan-kawan dekatnya yang datang.

“Kehadiran saya ke Semarang, sambil membawa Bali Dancer, sekaligus untuk meyakinkan teman-teman yang dulu pernah meminangnya, namun saya tolak. Sekali lagi, Bali Dancer masih ada di tangan saya. Sejauh ini belum ada rencana menjualnya kepada siapa pun,” kata dia.

Menurut Om Rusli, soal nama yang sama sebenarnya hal biasa dalam burung. Nama Neymar, Messi, Panglima, Ballotelli, dan sebagainya, banyak digunakan untuk beberapa jenis burung, bahkan untuk burung sejenis.

Begitu pula dengan Bali Dancer, yang mungkin dijadikan nama untuk burung milik pemain lain, bahkan untuk sesama burung anis merah. “Kita kan tidak bisa melarang siapapun untuk memberikan nama yang sama,” jelasnya

Yang menjadi masalah adalah kalau seseorang mengklaim burung yang dimaksud dulu punya Om Rusli. Padahal dia sudah berkali-kali menolak pinangan dan mengatakan tak akan menjualnya. “Saya kan jadi tak enak dikomplain sana-sini, dikira ingkar janji, atau pilih-pilih kawan. Padahal, saya memang tidak pernah menjual Bali Dancer,” tegas Om Rusli.

Dengan sanggahan langsung dari yang bersangkutan, berarti Bali Dancer yang ada di tangan Sonny Lie merupakan individu burung yang berbeda dari Bali Dancer milik Om Rusli.

Orang yang disebut-sebut sebagai kerabat Om Sonny tidak ada sangkut pautnya dengan Om Rusli, atau bisa saja mengaku-ngaku memiliki burung eks Ir Rusli untuk menaikkan harga jualnya.

Sonny Lie akan segera hubungi Om Rusli

Sonny Lie dan anis merah Bali Dancer
Sonny Lie dan anis merah yang juga bernama Bali Dancer.

—-

Tentu ini juga bukan kesalahan mutlak Om Sonny Lie, apalagi sebuah kesengajaan. Boleh jadi, dia juga menjadi “korban”. Om Sonny memang tidak mengenal langsung Om Rusli, sehingga proses pembelian menggunakan jasa kerabat dekatnya.

Ketika dihubungi lagi untuk mengkonfirmasi sanggahan Ir Rusli, Om Sonny menyebutkan burung itu dibelinya dalam keadaan selesai atau tuntas mbrodol, sekitar akhir Agustus atau awal September 2013. “Lupa pastinya, tapi beberapa saat sebelum even Bupati Cup Boyolali,” jelasnya.

Burung diantar Mr Tikno Bugen ke rumahnya di Semarang, dalam kondisi bulu masih baru. “Dia bilang, burung itu namanya Bali Dancer. Saya lihat gayanya saat teler bagus sekali, sambil kelonjotan atau melompat, kemudian berputar mengikuti gerakan orang-orang di sekitarnya,” tambah Om Sonny.

Jadi, pada prinsipnya, dia membeli burung tersebut karena sudah melihat kualitasnya bagus, bukan asalnya dari mana dan dulu milik siapa. “Mr Tikno yang membawa burung ke rumah bilang itu Bali Dancer. Ya saya percaya saja, sebab saya lihat memang bagus.”

Kepada Om Kicau, Sonny kemudian meminta nomor kontak Ir Rusli , dan berjanji akan segera menghubunginya langsung untuk mengklarifikasi masalah ini. “Sayangnya, Minggu besok saya mengikuti lomba burung HUT PDIP di Sragen. Jadi, kalau Pak Rusli ke Semarang, saya tidak bisa ketemu. Karena itu, nanti saya mau hubungi beliau lewat telepon, biar clear masalahnya,” tuturnya.

Secara gentle, Om Sonny meminta maaf kepada Om Rusli mengenai pernyataannya bahwa Bali Dancer miliknya adalah eks burung Ir Rusli, yang ternyata keliru. “Saya juga meminta maaf kepada para pembaca omkicau.com. Sungguh, saya tidak bermaksud mengaku-ngaku. Ini murni akibat ketidaktahuan saya, berdasarkan keterangan Mr Tikno,” kata Om Sonny.

Meski bukan Bali Dancer milik Om Rusli, anis merah milik Sonny yang juga bernama Bali Dancer bukan burung sembarangan. Kualitasnya telah teruji, dengan menjuarai sejumlah even besar, mulai dari 1st Anniversary TKKM Jogja (17/11/2013) hingga Pakde Karwo Cup III.

Oke, permasalahan sudah jelas, dan tidak perlu diperpanjang lagi. Kasus disinformasi seperti ini bisa terjadi pada siapa saja. Majulah terus Bali Dancer milik Ir Rusli, dan majulah terus Bali Dancer milik Sonny Lee. (Waca)

—-

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.