Cucak hijau merupakan burung bertipe semi-fighter. Artinya, berdasarkan perilaku dan kebiasannya di alam liar, mereka bukanlah burung tipe petarung (fighter) yang sebenarnya, sebagaimana murai batu, kacer, dan cendet. Karena bukan petarung sejati, karakter cucak hijau cenderung  tidak stabil. Bahkan dalam kondisi hujan seperti saat ini, banyak cucak hijau yang kurang nampil di lapangan. Untuk membuat burung lebih stabil, ada beberapa perlakuan yang biasa diterapkan para pemain, misalnya memanfaatkan burung sejenis untuk keperluan ngecas, baik menggunakan burung betina maupun burung jantan.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Cucak hijau memiliki karakter yang cenderung tidak stabil.

Melihat karakternya yang labil tersebut, tidak heran jika sebagian besar cucak hijau sering mengalami pasang-surut prestasi di arena lomba. Hanya ada beberapa pengecualian, terutama pada cucak hijau terbaik nasional saat ini, yaitu Histeris milik Agung Tattoo (Bali). Namun, belakangan ini Histeris mulai beberapa kali dikalahkan gaco lain seperti Aspal milik Fredy KM.

Metode pengecasan hanya merupakan upaya agar burung bisa tampil maksimal, bukan memastikannya menjadi juara lomba, karena banyak faktor penentu di sini (termasuk objekstivitas penilaian dari tim juri, kondisi cuaca, dan tentu saja kondisi burung).

Selain metode pengecasan, ada beberapa perlakuan lain yang dapat diterapkan untuk membuat performa cucak hijau di lapangan lebih stabil, antara lain:

Cucak hijau juga gampang sekali mengalami over birahi. Om Kicau sudah pernah memuat beberapa tips untuk mengatasi cucak hijau yang over birahi.

Adapun untuk penanganan beberapa problem cucak hijau lainnya, silakan simak referensinya dari dua pengorbit cucak hijau jawara berikut ini :

Pengecasan cucak hijau bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu memanfaatkan cucak hijau betina dan cucak hijau jantan.

Dicas dengan cucak hijau betina

Sebelum burung digantang di lapangan, sebagian ijomania mengecas gaconya dengan cucak hijau betina.  Tujuan pengecasan ini adalah memancing birahi gaconya agar siap tempur, atau membangkitkan semangat tempurnya di lapangan nanti.

Namun, perlu diingat, tidak semua cara ini memberikan hasil yang diharapkan, apalagi kalau cara yang dilakukan kurang tepat. Beberapa ijomania mengaku gaconya malah ngedrop. Ada pula yang menjadi beringas dan berujung pada over birahi,  ngeruji, atau seperti hendak mengejar burung lain.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Untuk memberikan hasil yang optimal, sebaiknya pengecasan dengan menggunakan cucak hijau betina dilakukan selama 5-15 menit saja sebelum burung digantang. Berikut ini cara pengecasan yang baik:

  • Gantung kedua sangkar burung secara berdekatan.
  • Buka kerodong sangkar cucak hijau yang akan dilombakan. Adapun kerodong pada sangkar burung betina cukup dibuka sedikit saja, yang penting burung jantan bisa melihatnya.
  • Menjelang aba-aba lomba dimulai, burung jantan kembali di kerodong dan dibawa ke lapangan untuk digantang.

Dicas dengan cucak hijau jantan

Selain pengecasan dengan burung betina, Anda juga bisa mengecas cucak hijau dengan menggunakan burung jantan. Tujuannya sebagai pemanasan, alias memancing emosinya.

Dalam hal ini, Anda dapat membawa cucak hijau jantan non-lomba dari rumah, dengan kualitas di bawah burung lomba. Metode ini biasa diterapkan Mr Harun setiap kali hendak menggantang cucak hijau Kresno. Dalam kontes Piala Raja 2013, Kresno tampil sebagai juara 1 dan juara 3.

Cucak hijau Kresno in action (Foto: Agrobur)

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Kalau tidak mau repot, silakan bikin janji dengan ijomania yang juga akan menurunkan burungnya di even yang sama. Setiba di lapangan, burung bisa dicas dengan beberapa calon rivalnya nanti. Metode ini sudah menjadi tradisi pemain cucak hijau di Jogja, seperti pernah ditulis Om Kicau di sini.

Cas bareng dengan peserta lain di Jogja.

Mengecas cucak hijau dengan burung sejenis yang juga berkelamin jantan dilakukan sebelum lomba dimulai atau sebelum digantang. Caranya, sangkar didekatkan dengan sangkar cucak hijau milik peserta lainnya selama 1,5 – 2 menit saja.

Setelah terlihat siap tarung, yang biasanya ditandai dengan kondisi ngentrok, burung bisa digantang. Jadi, ketika hendak mengecas, Anda harus menyesuaikannya dengan jadwal lomba.

Untuk lebih mendongkrak penampilannya di lapangan, Anda juga bisa menambahkan sedikit kroto. Hal ini juga diterapkan Mr Harun terhadap cucak hijau Kresno.

Metode pengecasan memang cukup efektif untuk cucak hijau yang terlambat panas, juga bagi burung yang kurang fight selama dilombakan.

Namun, sekali lagi, tidak semua cucak hijau cocok dengan metode pengecasan ini. Ada burung yang memang mau jalan jika diberikan perawatan lomba secara tepat melalui pengaturan pakan, terutama extra fooding (EF). Tetapi ada juga cucak hijau yang penampilannya makin trengginas ketika sebelum lomba dicas dengan cucak hijau jantan atau betina.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.