MUI haramkan perburuan dan perdagangan ilegal satwa liar

Kalangan penghobi burung Indonesia bakal memasuki babak baru “permainan dunia kicauan” menyusul keluarnya fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk perdagangan satwa liar ilegal. Jika perdagangan satwa liar ilegal di dalamnya termasuk burung yang dilindungi, maka haram hukumnya berdagang apalagi melombakan beberapa burung seperti serindit, atau berjual beli kakatua besar jambul kuning dan semua burung yang dilindungi hasil tangkapan hutan.

kakatua-besar-jambul-kuning-cacatua-galerita
Kakatua besar jambul-kuning (Cacatua galerita) termasuk satwa liar dilindungi

Bagi banyak orang di Barat, kata “fatwa” terkesan tak menyenangkan ketika pada 1989, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khomeini mengeluarkan ancaman mati terhadap Salman Rushdie karena penghujatan dalam novelnya, The Satanic Verses.

Tapi fatwa itu sendiri hanyalah panggilan untuk bertindak. Menjalankan ayat-ayat Alquran , fatwa soal pelarangan memburu dan memperdagangkan satwa liar diyakini menjadi yang pertama dari jenis ini di dunia.

Fatwa itu mengimbau 200 juta umat Islam Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam melindungi dan melestarikan spesies yang terancam punah, termasuk harimau, badak, gajah, dan orangutan.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

“Fatwa ini dikeluarkan untuk memberikan penjelasan, serta bimbingan kepada seluruh umat Islam di Indonesia pada perspektif syariah hukum yang terkait dengan masalah pelestarian hewan,” kata Hayu Prabowo, ketua bidang lingkungan dan sumber daya alam MUI.

Fatwa itu pelengkap hukum Indonesia. “Orang-orang bisa lolos peraturan pemerintah, ” kata Hayu, “tetapi mereka tidak bisa lepas dari firman Allah.”

Fatwa ini terilhami pada September 2013 lewat kunjungan lapangan ke Sumatera bagi para pemimpin Muslim oleh Universitas Nasional (UNAS), WWF-Indonesia, dan Alliance of Religions and Conservation yang berkedudukan di Inggris Raya. Kementerian Kehutanan Indonesia dan organisasi HarimauKita pun menawarkan konsultasi tambahan.

Selama dialog masyarakat dengan perwakilan desa untuk membahas konflik antara penduduk desa dengan gajah sumatera dan harimau, beberapa warga desa menanyakan kedudukan hewan seperti gajah dan harimau dalam Islam.

Para pemimpin Muslim menjawab: “Mereka adalah ciptaan Allah, seperti kita. Adalah haram untuk membunuh mereka, dan menjaga mereka tetap hidup adalah bagian dari ibadah kepada Tuhan . . ”

Hayu menekankan, bahwa fatwa tersebut tidak hanya berlaku untuk individu tetapi juga kepada pemerintah. Penting, bahwa korupsi dapat menjadi masalah ketika satwa liar, hutan, dan kepentingan industri seperti bisnis kelapa sawit menjadi konflik.

Fatwa ini secara khusus menyerukan kepada pemerintah untuk meninjau izin yang dikeluarkan kepada perusahaan yang merusak lingkungan dan mengambil langkah-langkah untuk melindungi spesies yang terancam punah.

Makin Mengkhawatirkan

Fatwa itu datang pada saat kejahatan terhadap satwa liar antarnegara telah mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya , dengan beban khusus pada negara – seperti Indonesia – yang masih kaya akan satwa liar dan tanaman langka atau istimewa.

Fatwa ini juga muncul pada waktu pemerintah sedang berjuang untuk menciptakan hukum dan menyiapkan petugas penegak hukum untuk memerangi kejahatan sindikat perdagangan satwa liar yang semakin canggih dan kejam.

MUI berharap fatwa yang menjembatani kesenjangan antara hukum formal dan kejahatan akan memberikan bimbingan yang kuat untuk umat Islam Indonesia, dan membantu mengurangi perdagangan satwa liar.

Tindakan Indonesia merupakan tanggapan terhadap perhatian bagi ekosistem negara daripada setiap praktik Islam yang melibatkan satwa liar. Namun , sepanjang sejarah, agama telah memainkan peran penting sebagai pengendali konsumsi spesies hewan yang beberapa di antaranya sekarang terancam punah.

Fakta tentang Satwa Liar

Indonesia adalah negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Menurut Pro Fauna, diperkirakan sebanyak 300.000 jenis satwa liar atau sekitar 17% satwa di dunia terdapat di Indonesia, walaupun luas Indonesia hanya 1,3% dari luas daratan dunia. Indonesia nomer satu dalam hal kekayaan mamalia (515 jenis) dan menjadi habitat dari sekitar 1539 jenis burung. Sebanyak 45% ikan di dunia, hidup di Indonesia.

Indonesia juga menjadi habitat bagi satwa-satwa endemik atau satwa yang hanya ditemukan di Indonesia saja. Jumlah mamalia endemik Indonesia ada 259 jenis, kemudian burung 382 jenis dan ampibi 172 jenis (IUCN, 2011). Keberadaan satwa endemik ini sangat penting, karena jika punah di Indonesia maka itu artinya mereka punah juga di dunia.

Meskipun kaya, namun Indonesia dikenal juga sebagai negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Saat ini jumlah jenis satwa liar Indonesia yang terancam punah menurut IUCN (2011) adalah 184 jenis mamalia, 119 jenis burung, 32 jenis reptil, 32 jenis ampibi, dan 140 jenis. Jumlah total spesies Indonesia yang terancam punah dengan kategori kritis (critically endangered) ada 68 spesies, kategori endangered 69 spesies dan kategori rentan (vulnerable) ada 517 jenis. Satwa-satwa tersebut benar-benar akan punah dari alam jika tidak ada tindakan untuk menyelamatkanya.

Penyebab kepunahan

Penyebab terancam punahnya satwa liar Indonesia setidaknya ada dua hal yaitu:

  • Berkurang dan rusaknya habitat
  • Perdagangan satwa liar

Berkurangnya luas hutan menjadi faktor penting penyebab terancam punahnay satwa liar Indonesia, karena hutan menjadi habitat utama bagi satwa liar itu. Daratan Indonesia pada tahun 1950-an dilaporkan sekitar 84% berupa hutan (sekitar 162 juta ha), namun kini pemerintah menyebtukan bahwa luasan hutan Indonesia sekitar 138 juta hektar. Namun berbagai pihak menybeutkan data yang berbeda bahwa luasan hutan Indonesia kini tidak lebih dari 120 juta hektar.

Konversi hutan menjadi perkebunan sawit, tanaman industry dan pertambangan menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar, termasuk satwa langka seperti orangutan, harimau sumatera, dan gajah sumatera. Perburuan satwa liar itu juga sering berjalan seiring dengan pembukaan hutan alami. Satwa liar dianggap sebagai hama oleh industri perkebunan, sehingga di banyak tempat satwa ini dimusnahkan.

Setelah masalah habitat yang semakin menyusut secara kuantitas dan kualitas, perdagangan satwa liar menjadi ancaman serius bagi kelestarian satwa liar Indonesia. Lebih dari 95% satwa yang dijual di pasar adalah hasil tangkapan dari alam, bukan hasil penangkaran. Lebih dari 20% satwa yang dijual di pasar mati akibat pengangkutan yang tidak layak. Berbagai jenis satwa dilindungi dan terancam punah masih diperdagangkan secara bebas di Indonesia. Semakin langka satwa tersebut makan akan semakin mahal pula harganya.

Sebanyak 40% satwa liar yang diperdagangkan mati akibat proses penangkapan yang menyakitkan, pengangkutan yang tidak memadai, kandang sempit dan makanan yang kurang. Sekitar 60% mamalia yang diperdagangkan di pasar burung adalah jenis yang langka dan dilindungi undang-undang. Sebanyak 70% primata dan kakatua yang dipelihara masyarakat menderita penyakit dan penyimpangan perilaku. Banyak dari penyakit yang diderita satwa itu bisa menular ke manusia.

Huikum Perlindungan Satwa Liar

Satwa liar Indonesia dalam hukum dibagi dalam dua golongan yaitu jenis dilindungi dan jenis yang tidak dilindungi. Menurut Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan Ekosistemnya, perdagangan satwa dilindungi adalah tindakan kriminal yang bisa diancam hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta.

Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi

1.Anoa depressicornisAnoa dataran rendah, Kerbau pendek
2.Anoa quarlesiAnoa pegunungan
3.Arctictis binturongBinturung
4.Arctonyx collarisPulusan
5.Babyrousa babyrussaBabirusa
6.Balaenoptera musculusPaus biru
7.Balaenoptera physalusPaus bersirip
8.Bos sondaicusBanteng
9.Capricornis sumatrensisKambing Sumatera
10.Cervus kuhli; Axis kuhliRusa Bawean
11.Cervus spp.Menjangan, Rusa sambar (semua jenis dari genus Cervus)
12.CetaceaPaus (semua jenis dari famili Cetacea)
13.Cuon alpinusAjag
14.Cynocephalus variegatusKubung, Tando, Walangkekes
15.Cynogale bennettiMusang air
16.Cynopithecus nigerMonyet hitam Sulawesi
17.Dendrlower-alphagus spp.Kanguru pohon (semua jenis dari genus Dendrlower-alphagus)
18.Dicerorhinus sumatrensisBadak Sumatera
19.DolphinidaeLumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Dolphinidae)
20.Dugong dugonDuyung
21.Elephas indicusGajah
22.Felis badiaKucing merah
23.Felis bengalensisKucing hutan, Meong congkok
24.Felis marmorotaKuwuk
25.Felis planicepsKucing dampak
26.Felis temminckiKucing emas
27.Felis viverrinusKucing bakau
28.Helarctos malayanusBeruang madu
29.HylobatidaeOwa, Kera tak berbuntut (semua jenis dari famili Hylobatidae)
30.Hystrix brachyuraLandak
31.Iomys horsfieldiBajing terbang ekor merah
32.Lariscus hoseiBajing tanah bergaris
33.Lariscus insignisBajing tanah, Tupai tanah
34.Lutra lutraLutra
35.Lutra sumatranaLutra Sumatera
36.Macaca brunnescensMonyet Sulawesi
37.Macaca mauraMonyet Sulawesi
38.Macaca pagensisBokoi, Beruk Mentawai
39.Macaca tonkeanaMonyet jambul
40.Macrogalidea musschenbroekiMusang Sulawesi
41.Manis javanicaTrenggiling, Peusing
42.Megaptera novaeangliaePaus bongkok
43.Muntiacus muntjakKidang, Muncak
44.Mydaus javanensisSigung
45.Nasalis larvatusKahau, Bekantan
46.Neofelis nebulusaHarimau dahan
47.Neslower-alphagus netscheriKelinci Sumatera
48.Nycticebus coucangMalu-malu
49.Orcaella brevirostrisLumba-lumba air tawar, Pesut
50.Panthera pardusMacan kumbang, Macan tutul
51.Panthera tigris sondaicaHarimau Jawa
52.Panthera tigris sumatraeHarimau Sumatera
53.Petaurista elegansCukbo, Bajing terbang
54.Phalanger spp.Kuskus (semua jenis dari genus Phalanger)
55.Pongo pygmaeusOrang utan, Mawas
56.Presbitys frontataLutung dahi putih
57.Presbitys rubicundaLutung merah, Kelasi
58.Presbitys aygulaSurili
59.Presbitys potenzianiJoja, Lutung Mentawai
60.Presbitys thomasiRungka
61.Prionodon linsangMusang congkok
62.Prochidna bruijniLandak Irian, Landak semut
63.Ratufa bicolorJelarang
64.Rhinoceros sondaicusBadak Jawa
65.Simias concolorSimpei Mentawai
66.Tapirus indicusTapir, Cipan, Tenuk
67.Tarsius spp.Binatang hantu, Singapuar (semua jenis dari genus Tarsius)
68.Thylogale spp.Kanguru tanah (semua jenis dari genus Thylogale)
69.Tragulus spp.Kancil, Pelanduk, Napu (semua jenis dari genus Tragulus)
70.ZiphiidaeLumba-lumba air laut (semua jenis dari famili Ziphiidae)
71.AccipitridaeBurung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Accipitridae)
72.Aethopyga eximaJantingan gunung
73.Aethopyga duyvenbodeiBurung madu Sangihe
74.AlcedinidaeBurung udang, Raja udang (semua jenis dari famili Alcedinidae)
75.Alcippe pyrrhopteraBrencet wergan
76.Anhinga melanogasterPecuk ular
77.Aramidopsis plateniMandar Sulawesi
78.Argusianus argusKuau
79.Bubulcus ibisKuntul, Bangau putih
80.BucerotidaeJulang, Enggang, Rangkong, Kangkareng (semua jenis dari famili Bucerotidae)
81.Cacatua galeritaKakatua putih besar jambul kuning
82.Cacatua goffiniKakatua gofin
83.Cacatua moluccensisKakatua Seram
84.Cacatua sulphureaKakatua kecil jambul kuning
85.Cairina scutulataItik liar
86.Caloenas nicobaricaJunai, Burung mas, Minata
87.Casuarius bennettiKasuari kecil
88.Casuarius casuariusKasuari
89.Casuarius unappenddiculatusKasuari gelambir satu, Kasuari leher kuning
90.Ciconia episcopusBangau hitam, Sandanglawe
91.Colluricincla megarhynchaBurung sohabe coklat
92.Crocias albonotatusBurung matahari
93.Ducula whartoniPergam raja
94.Egretta sacraKuntul karang
95.Egretta spp.Kuntul, Bangau putih (semua jenis dari genus Egretta)
96.Elanus caerulleusAlap-alap putih, Alap-alap tikus
97.Elanus hypoleucusAlap-alap putih, Alap-alap tikus
98.Eos histrioNuri Sangir
99.Esacus magnirostrisWili-wili, Uar, Bebek laut
100.Eutrichomyias rowleyiSeriwang Sangihe
101.FalconidaeBurung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Falconidae)
102.Fregeta andrewsiBurung gunting, Bintayung
103.Garrulax rufifronsBurung kuda
104.Goura spp.Burung dara mahkota, Burung titi, Mambruk (semua jenis dari genus Goura)
105.Gracula religiosa mertensiBeo Flores
106.Gracula religiosa robustaBeo Nias
107.Gracula religiosa venerataBeo Sumbawa
108.Grus spp.Jenjang (semua jenis dari genus Grus)
109.Himantopus himantopusTrulek lidi, Lilimo
110.Ibis cinereusBluwok, Walangkadak
111.Ibis leucocephalaBluwok berwarna
112.Lorius roratusBayan
113.Leptoptilos javanicusMarabu, Bangau tongtong
114.Leucopsar rothschildiJalak Bali
115.Limnodromus semipalmatusBlekek Asia
116.Lophozosterops javanicaBurung kacamata leher abu-abu
117.Lophura bulweriBeleang ekor putih
118.Loriculus catameneSerindit Sangihe
119.Loriculus exilisSerindit Sulawesi
120.Lorius domicellusNori merah kepala hitam
121.Macrocephalon maleoBurung maleo
122.Megalaima armillarisCangcarang
123.Megalaima corvinaHaruku, Ketuk-ketuk
124.Megalaima javensisTulung tumpuk, Bultok Jawa
125.MegapoddidaeMaleo, Burung gosong (semua jenis dari famili Megapododae)
126.Megapodius reintwardtiiBurung gosong
127.MeliphagidaeBurung sesap, Pengisap madu (semua jenis dari famili Meliphagidae)
128.Musciscapa rueckiBurung kipas biru
129.Mycteria cinereaBangau putih susu, Bluwok
130.NectariniidaeBurung madu, Jantingan, Klaces (semua jenis dari famili Nectariniidae)
131.Numenius spp.Gagajahan (semua jenis dari genus Numenius)
132.Nycticorax caledonicusKowak merah
133.Otus migicus beccariiBurung hantu Biak
134.PandionidaeBurung alap-alap, Elang (semua jenis dari famili Pandionidae)
135.ParadiseidaeBurung cendrawasih (semua jenis dari famili Paradiseidae)
136.Pavo muticusBurung merak
137.PelecanidaeGangsa laut (semua jenis dari famili Pelecanidae)
138.PittidaeBurung paok, Burung cacing (semua jenis dari famili Pittidae)
139.Plegadis falcinellusIbis hitam, Roko-roko
140.Polyplectron malacenseMerak kerdil
164.Batagur baskaTuntong
165.Caretta carettaPenyu tempayan
166.Carettochelys insculptaKura-kura Irian
167.Chelodina novaeguineaeKura Irian leher panjang
168.Chelonia mydasPenyu hijau
169.Chitra indicaLabi-labi besar
170.Chlamydosaurus kingiiSoa payung
171.Chondropython viridisSanca hijau
172.Crocodylus novaeguineaeBuaya air tawar Irian
173.Crocodylus porosusBuaya muara
174.Crocodylus siamensisBuaya siam
175.Dermochelys coriaceaPenyu belimbing
176.Elseya novaeguineaeKura Irian leher pendek
177.Eretmochelys imbricataPenyu sisik
178.Gonychephalus dilophusBunglon sisir
179.Hydrasaurus amboinensisSoa-soa, Biawak Ambon, Biawak pohon
180.Lepidochelys olivaceaPenyu ridel
181.Natator depressaPenyu pipih
182.Orlitia borneensisKura-kura gading
183.Python molurusSanca bodo
184.Phyton timorensisSanca Timor
185.Tiliqua gigasKadal Panan
186.Tomistoma schlegeliiSenyulong, Buaya sapit
187.Varanus borneensisBiawak Kalimantan
188.Varanus gouldiBiawak coklat
189.Varanus indicusBiawak Maluku
190.Varanus komodoensisBiawak komodo, Ora
191.Varanus nebulosusBiawak abu-abu
192.Varanus prasinusBiawak hijau
193.Varanus timorensisBiawak Timor
194.Varanus togianusBiawak Togian
195.Cethosia myrinaKupu bidadari
196.Ornithoptera chimaeraKupu sayap burung peri
197.Ornithoptera goliathKupu sayap burung goliat
198.Ornithoptera paradiseaKupu sayap burung surga
199.Ornithoptera priamusKupu sayap priamus
200.Ornithoptera rotschldiKupu burung rotsil
201.Ornithoptera tithonusKupu burung titon
202.Trogonotera brookianaKupu trogon
203.Troides amphrysusKupu raja
204.Troides andromancheKupu raja
205.Troides critonKupu raja
206.Troides haliphronKupu raja
207.Troides helenaKupu raja
208.Troides hypolitusKupu raja
209.Troides meorisKupu raja
210.Troides mirandaKupu raja
211.Troides platoKupu raja
212.Troides rhadamantusKupu raja
213.Troides riedeliKupu raja
214.Troides vandepolliKupu raja
215.Homaloptera gymnogasterSelusur Maninjau
216.Latimeria chalumnaeIkan raja laut
217.Notopterus spp.Belida Jawa, Lopis Jawa (semua jenis dari genus Notopterus)
218.Pritis spp.Pari Sentani, Hiu Sentani (semua jenis dari genus Pritis)
219.Puntius micropsWader goa
220.Scleropages formasusPeyang malaya, Tangkelasa
221.Scleropages jardiniArowana Irian, Peyang Irian, Kaloso
222.Anthiphates sppAkar bahar, Koral hitam (semua jenis dari genus Anthiphates)
223.Birgus latroKetam kelapa
224.Cassis cornutaKepala kambing
225.Charonia tritonisTriton terompet
226.Hippopus hippopusKima tapak kuda, Kima kuku beruang
227.Hippopus porcellanusKima Cina
228.Nautilus popilliusNautilus berongga
229.Tachipleus gigasKetam tapak kuda
230.Tridacna croceaKima kunia, Lubang
231.Tridacna derasaKima selatan
232.Tridacna gigasKima raksasa
233.Tridacna maximaKima kecil
234.Tridacna squamosaKima sisik, Kima seruling
235.Trochus niloticusTroka, Susur bundar
236.Turbo marmoratusBatu laga, Siput hijau
237.Amorphophallus decussilvaeBunga bangkai jangkung
238.Amorphophallus titanumBunga bangkai raksasa
239.Borrassodendron borneensisBindang, Budang
240.Caryota noPalem raja/Indonesia
241.Ceratolobus glaucescensPalem Jawa
242.Cystostachys lakkaPinang merah Kalimantan
243.Cystostachys rondaPinang merah Bangka
244.Eugeissona utilisBertan
245.Johanneste ijsmaria altifronsDaun payung
246.Livistona spp.Palem kipas Sumatera (semua jenis dari genus Livistona)
247.Nenga gajahPalem Sumatera
248.Phoenix paludosaKorma rawa
249.Pigafatta filarisManga
250.Pinanga javanaPinang Jawa
251.Rafflesia spp.Rafflesia, Bunga padma (semua jenis dari genus Rafflesia)
252.Ascocentrum miniatumAnggrek kebutan
253.Coelogyne pandurataAnggrek hitan
254.Corybas fornicatusAnggrek koribas
255.Cymbidium hartinahianumAnggrek hartinah
256.Dendrobium catinecloesumAnggrek karawai
257.Dendrobium d’albertisiiAnggrek albert
258.Dendrobium lasiantheraAnggrek stuberi
259.Dendrobium macrophyllumAnggrek jamrud
260.Dendrobium ostrinoglossumAnggrek karawai
261.Dendrobium phalaenopsisAnggrek larat
262.Grammatophyllum papuanumAnggrek raksasa Irian
263.Grammatophyllum speciosumAnggrek tebu
264.Macodes petlower-alphaAnggrek ki aksara
265.Paphiopedilum chamberlainianumAnggrek kasut kumis
266.Paphiopedilum glaucophyllumAnggrek kasut berbulu
267.Paphiopedilum praestansAnggrek kasut pita
268.Paraphalaenopsis deneveiAnggrek bulan bintang
269.Paraphalaenopsis laycockiiAnggrek bulan Kaliman Tengah
270.Paraphalaenopsis serpentilinguaAnggrek bulan Kaliman Barat
271.Phalaenopsis amboinensisAnggrek bulan Ambon
272.Phalaenopsis giganteaAnggrek bulan raksasa
273.Phalaenopsis sumatranaAnggrek bulan Sumatera
274.Phalaenopsis vilower-alphacoseAnggrek kelip
275.Renanthera matutinaAnggrek jingga
276.Spathoglottis zureaAnggrek sendok
277.Vanda celebicaVanda mungil Minahasa
278.Vanda hookerianaVanda pensil
279.Vanda pumilaVanda mini
280.Vanda sumatranaVanda Sumatera
281.Nephentes spp.Kantong semar (semua jenis dari genus Nephentes)
282.Shorea stenoptenTengkawang
283.Shorea stenopteraTengkawang
284.Shorea gysberstianaTengkawang
285.Shorea pinangaTengkawang
286.Shorea compressaTengkawang
287.Shorea semirisTengkawang
288.Shorea martianaTengkawang
289.Shorea mexistopteryxTengkawang
290.Shorea beccarianaTengkawang
291.Shorea micranthaTengkawang
292.Shorea palembanicaTengkawang
293.Shorea lepidotaTengkawang
294.Shorea singkawangTengkawang

Sumber: nationalgeographic.co.id, kompas.com dan profauna.net
Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

10 Comments

  1. Ternyata yang di fatwakan itu tentang binatang langka, bukan hanya burung… intinya marilah kita bredding burung-burung yang biasa dikonteskan, toh kualitas burung bredding lebih baik dari tangkapan hutan, karena dari kecil udah dikasih pakan yang seimbang gizinya….

  2. Ini uda dikaji belum, takutnya hewan2 yg kita konsumsi protes mintak dilindungi juga “̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮”̮♡hϱ♡hϱ♡h.trus manusia makan apa?

  3. Para pemimpin Muslim menjawab: “Mereka adalah ciptaan Allah, seperti kita. Adalah haram untuk membunuh mereka, dan menjaga mereka tetap hidup adalah bagian dari ibadah kepada Tuhan . . “ setau saya kalau menyiksa atau membunuh tanpa ada manfaatnya… kalau memelihara burung sendiri diperbolehkan dalam Islam. Dalam salah satu hadist Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik akhlaknya. Saya memiliki seorang adik lelaki, namanya Abu Umair. Usianya mendekati usia baru disapih. Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang, beliau memanggil, ‘Wahai Abu Umair, ada apa dengan Nughair?’ Nughair adalah burung yang digunakan mainan Abu Umair. (HR. Bukhari 6203, Muslim 2150, dan yang lainnya). sumber

  4. semoga muslim indonesia khususnya, dan umumnya rakyat indoneisa bisa menjaga hewan2 langka dengan cara tidak usah memburunya
    tp kalau tujuanya Breeding/menangkarkanya agar tidak semakin menipis jumlahnya
    saya rasa gak haram lah…

  5. Secara pribadi saya mendukung hal-hal ideal seperti ini. MASALAHNYA, nanti akan kita kupas lebih jauh, MUI tidak menjelaskan apa batasan “ilegal” dan “satwa liar” itu. Kalau semuanya berdasarkan PP tentang satwa yang dilindungi, lantas apa ada “pahala” bagi orang-orang yang sudah bisa menangkarkan satwa liar langka? Kalau semuanya karena desakan dari Barat melalui LSM-LSM di Indonesia yang berperspektif “Barat” dan taunya cuma kampanye dan kampanye karena didanai Barat, ya MUI telah mendzalimi umatnya sendiri, yang masih banyak kesrakat dan hanya bisa bertahan hidup dari memetik langsung hasil hutan sebagaimana yang dilakukan oleh nenek-moyang mereka.
    Apa alternatif hidup bagi mereka? Kasih mereka solusi dan bukan sekadar vonis!!!
    Jangan sampai MUI malah jadi kaki tangan Barat dengan aneka kepentingan mereka!!!
    Hal ideal memang bagus, tetapi melihat kenyataan lapangan, itu lebih bagus. Lihat dulu sebelum berfatwa dan perjelas juga fatwa Anda wahai para ulama!!!

    • Kalo burung tangkapan hutan apakah termasuk didalam kriteria satwa liar ? Ada beberapa yang susah untuk di breeding sendiri misalkan cucak ijo, kebanyakan merupakan tangkapan hutan. Batasannya jelas ini, Kalo tangkapan kemudian di pelihara baik2 apa yg salah? Rasulullah pernah bertanya kepada sahabatnya tentang burung peliharaannya yang artinya Rasulullah tidak melarang memelihara satwa liar. Fatwa kita terima tapi harus jelas dimana batasannya. Saya setuju kalo hanya mencakup satwa yang dilindungi karena terancam kepunahannya.

    • Masya allah mengharamkan apa apa yg tidak ada dari asalnya meng ada ada dari yg tida ada bukan kah sudah jelas bangkai darah dan babi yg haram dalah alquran………selebihnya hanya dalam ilmu fikih seperti hanya najis nya air liur anjing hewan bertaring toh tetap dalam alquran hanya darah bangkai dan babi yg haram…….bagai mana dgn orang yg sukses menangkarkan melestarikan hewan langka yg nyaris punah hanya untuk cerita kelak anak cucunya selain menyambung hidup untuk keluarganya………untuk saat ini saya kira orang yg paham agama mari kita bersama sama untuk belajar tidak harus memvonis masih banyak pr pr kita di masarakat……..

Komentar ditutup.