Perawatan pascamabung menjadi kunci sukses menjaga performa anis merah.

Burung anis merah sering disebut memiliki karakter yang mudah berubah, sehingga banyak pemilik yang merasa kesulitan dalam merawatnya. Meski begitu, burung ini masih punya banyak penggemar, meski dalam even lomba hanya ramai di beberapa wilayah saja, terutama Bandung, Blok Timur, serta Bali  dan Nusa Tenggara. Salah satu kunci sukses dalam menjaga performa burung anis merah terletak pada perawatan pascamabung.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Seorang kicaumania sedang hunting burung anis merah di Pasar Burung Pramuka Jakarta. Matanya tertuju pada seekor gaco yang secara katuranggan bagus. Namun sepanjang pengamatannya, burung ini tak mengeluarkan suara kicauannya.

Ketika hal itu ditanyakan, si penjual mengatakan kalau burung ini baru saja rampung mabung, wajar jika jarang bunyi. “Sebelumnya, burung ini rajin bunyi,” kata si pedagang.

Pengakuan pedagang itu bisa benar, tetapi bisa juga sekadar dalih. Jangan terburu-buru membelinya. Sebab banyak juga anis merah dengan kondisi macet bunyi seperti itu, tapi bukan karena baru pulih dari mabung, melainkan karena memang masih berusia muda atau burung bakalan.

Lain soal jika Anda sudah berkawan lama dengan pedagang itu, dan selama ini mempercayai ucapan dia. Jika tidak, dan Anda masih ragu, sebaiknya urungkan niat untuk membeli. Sebab merawat anis merah bakalan sampai bisa bersuara lantang membutuhkan waktu cukup lama dibandingkan apabila Anda membelinya sejak masih trotolan.

Dari ilustrasi di atas, sebagian ucapan pedagang itu memang ada benarnya. Banyak sekali anis merah yang macet bunyi pascamabung. Hal ini tentunya akibat kekeliruan dalam perawatan anis merah pascamabung.

Meski sudah menyelesaikan masa mabungnya, bukan berarti anis merah siap untuk beraksi kembali. Bagaimanapun, burung membutuhkan waktu selama beberapa minggu untuk memulihkan kondisi dan staminanya yang sempat drop.

Hal-hal kecil seperti ini sering kurang difahami sebagian penggemar anis merah. Mereka menganggap burung miliknya bisa segera ditampilkan begitu beres mabung. Alhasil burung akan berubah sifat dan karakternya, mulai dari mendadak macet bunyi hingga burung menjadi galak.

Biasanya hal ini sering menimpa anis merah dewasa tapi kondisinya masih labil. Adapun burung yang sudah mapan cenderung tahan banting.

Sebagai panduan, berikut ini beberapa aktivitas yang perlu dilakukan dalam merawat perawatan anis merah pascamabung:

  • Pengembunan
  • Rutin mandi
  • Cacing tanah sebagai pakan tambahan
  • Multivitamin untuk memulihkan kondisi burung
  • Pakan alternatif untuk merangsang bunyi

Kita kupas satu-persatu yuk!

1. Pengembunan

Burung anis merah yang baru rampung mabung perlu diembunkan secara rutin. Pengembunan ini bertujuan untuk merangsang burung kembali berbunyi.

Secara naluriah, semua jenis burung berkicau akan tertarik untuk bersuara pada pagi buta (sekitar / selepas waktu subuh), untuk mengabarkan keberadaannya. Ini sudah menjadi instink burung di alam liar. Apabila tidak bisa pagi-pagi sekali, pukul 05.00 – 06.00 masih bisa dianggap sebagai waktu ideal untuk mengembunkan burung.

Anis merah yang sering ngeplong saat diembunkan, biasanya menjadi tengara bahwa burung ini akan mudah dalam perawatannya.

2. Rutin memandikan burung

Setelah burung anis merah rampung mabung, hal yang paling disukainya adalah mandi. Frekuensi mandi bisa ditingkatkan daripada biasanya.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Anis merah yang beres mabung sebaiknya lebih rutin dimandikan | Foto : kicaumania.or.id

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Anda juga bisa memberikan terapi air mancur atau air terjun (kucuran air), dengan menaruh plastik berisi air yang telah dilubangi dengan jarum pentul di atas karamba mandi. Selanjutnya air dibiarkan mengucur ke dalam bak mandi. Terapi ini cukup menyenangkan bagi burung anis merah.

3. Cacing tanah sebagai pakan tambahan

Setelah mabung, anis merah membutuhkan pakan berprotein tinggi, terutama yang bersumber dari hewan (protein hewani). Hal ini sangat bagus untuk memulihkan kondisinya yang selama beberapa pekan drop akibat proses ganti bulu.

Hampir semua burung anis atau burung-burung dari genus Zoothera, seperti anis macan / ampenan, anis kembang, anis cendana, dan anis merah, merupakan pemakan cacing tanah. Dengan dua tungkai kaki yang jenjang, mereka sering mengais daun-daun yang membusuk di permukaan tanah untuk mencari pakan alaminya berupa cacing tanah.

Cacing tanah adalah pakan alami burung anis merah.

Karena itu, burung anis merah setelah rampung mabung juga sangat bagus diberi cacing tanah, meski pakan alami ini juga sering diberikan dalam perawatan harian selama ini. Jangkrik dan ulat hongkong jangan diberikan dulu.

Pemberian cacing tanah pada anis merah pascamabung bermanfaat untuk memulihkan stamina dan kondisi burung. Jika kondisinya sudah stabil, tentu burung akan cepat kembali pada kondisi semula yaitu rajin bunyi atau kembali teler.

4. Pakanan alternatif untuk merangsang bunyi 

Selain cacing tanah, Anda juga bisa memberi pakan alternatif lainnya untuk merangsang burung agar segera berbunyi seperti semula. Sesuai dengan tipikalnya sebagai burung pemakan buah, anis merah bisa diberi buah-buahan seperti apel, pepaya, pisang, dan sebagainya.

Anda juga bisa membuat racikan sendiri, yang terdiri atas parutan apel dan kroto, lantas dicampur hingga merata. Pakan racikan ini pernah diulas Om Kicau untuk menggacorkan burung tledekan (silakan baca lagi cara pembuatannya di sini ). Pakan racikan diberikan 2-3 kali dalam seminggu, dengan waktu pemberian pada pagi hari.

5. Multivitamin untuk memulihkan kondisi burung

Bagaimanapun, kebutuhan vitamin tambahan untuk burung-burung yang berada dalam sangkar atau kandang mutlak diperlukan. Ini berbeda dari burung di alam liar yang secara instink bisa mendeteksi kebutuhan vitamin untuknya, dan dengan mudah mendapatkannya di alam.

Burung piaraan hanya bisa memperoleh vitamin dari pakan yang disediakan perawat / pemiliknya. Berdasarkan hasil penelitian (silakan cek di sini), hampir semua burung piaraan manusia kekurangan vitamin dan mineral.

Itu sebabnya, sebagian besar penggemar burung di luar negeri (terutama Eropa, Amerika, Australia) selalu memberikan suplemen vitamin dan mineral, di luar pakan utama dan pakan tambahan.

Burung yang kecukupan vitamin memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih baik, memiliki stamina dan power lebih bagus untuk mengeluarkan suara kicauannya. Apalagi bagi burung yang baru pulih mabung, multivitamin sangat bagus untuk mempercepat pemulihan kondisi tubuh.

Dengan perawatan pascamabung yang tepat, banis merah lebih cepat kembali dalam kondisi top form, bahkan lebih baik daripada performa sebelum mabung.

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.