Meski tidak seramai beberapa tahun sebelumnya, masih banyak penggemar pleci yang tetap setia dengan momongannya. Di beberapa daerah, seperti Kalimantan Timur, pleci justru naik pangkat menjadi burung mewah. Di Jabodetabek, kelas pleci juga masih ramai, bahkan belum lama ini Om Ridho Renan KM berani mentransfer pleci Moreno seharga Rp 40 juta.  Begitu pula dalam latihan rutin yang digelar Penanggungan BC Mojokerto, serta Kamis Ceria Kudus, kelas pleci selalu ramai.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Yang membuat kita senang, makin banyak bermunculan penangkar / breeder burung pleci. Semoga bisa diikuti plecimania lainnya, sehingga sebagian besar burung yang dikonteskan kelak berasal dari hasil ternak. Beberapa plecimania yang telah berhasil menangkar pleci antara lain Om Sugeng dan Om Decky:

Percayalah, tidak ada bedanya antara kualitas burung tangkapan hutan dan burung hasil ternak / penangkaran. Kita buang mitos yang tidak mendasar, dan kita kedepankan logika ilmiah. Performa suara burung selalu dipengaruhi dua hal: faktor genetik dan lingkungan. Lingkungan antara lain mencakup kandang dan perawatan.

Apabila  pleci jawara, yang mungkin berasal dari tangkapan hutan, kemudian kita ternak, maka anakannya yang cewek akan mewarisi bakat bapaknya. Si cewek jika sudah punya anakan cowok, maka anakan itu akan memiliki kualitas sebagus sang kakek.

Jika si cewek tadi kawin dengan pejantan yang juga berkualitas (tidak harus juara lomba, karena belum tentu semua pemilik pleci melombakan burungnya), maka keturunannya akan mengumpulkan semua kehebatan orangtuanya. Kalau didukung perawatan yang maksimal dan konsisten, tentu makin hebat lagi.

Pleci hasil penangkaran bisa diprediksi prospeknya, dengan mengamati rekam jejal genetik dan fenotip kedua orangtuanya. Lain halnya dengan burung placi hasil tangkapan alam, di mana kita hanya bisa memprediksinya hanya dari kebiasaan atau tetenger tertentu (sering disebut katuranggan), yang belum tentu kebenarannya.

Semoga pemahaman di atas bisa membuat Anda makin tertarik untuk menangkarnya. Selain faktor genetik, performa suara burung pleci juga sangat ditentukan oleh pernak-pernik perawatannya mulai dari masalah pakan, sangkar / kandang, mandi dan jemur,  penanganan kesehatan, dan sebagainya.

Om Kicau secara bertahap, per bagian, pernah mengulas masalah perawatan burung pleci, baik untuk dilombakan maupun sebagai hiburan di rumah. Artikel kali ini sekadar rangkuman dari berbagai model perawatan, yang bisa menjadi referensi bagi para plecimania di Indonesia.

Sangkar untuk burung ypleci

Sangkar yang bisa digunakan untuk burung pleci sangat bervariasi, bahkan ada kecenderungan berbeda di masing-masing negara. Kalau plecimania di negeri jiran seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam menggunakan model sangkar tertentu, serta plecimania Indonesia menggunakan model tertentu pula, dan semuanya bisa membuat burung rajin bunyi, dipastikan tidak ada masalah berarti dalam penggunaan sangkar pleci selama ini.

Sekadar pengetahuan kita saja, berikut ini beberapa model sangkar pleci yang biasa digunakan para penggemarnya di negeri jiran seperti Malaysia, Singapura, dan Vietnam.

Beberapa model sangkar pleci di negeri jiran.

Adapun plecimania di Indonesia lebih menyukai sangkar berukuran ramping, tetapi tinggi, dengan tenggeran ganda, baik silang atau sejajar. Silakan lihat gambar berikut ini.

Aneka model sangkar pleci yang umum di Indonesia.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Meski begitu, nanyak juga penggemar pleci di Indonesia yang menggunakan sangkar model lain, seperti sangkar cungko yang banyak digunakan plecimania di negeri jiran.

Jika berminat, Anda tidak perlu repot-repot mengimpornya. Anda dapat memodifikasi sangkar pleci harian yang sudah ada menjadi lebih mewah. Caranya bisa dilihat lagi di sini:

Pleci sering salto dan bertingkah nakal

Salah satu kondisi yang sering dialami burung pleci adalah perilaku  akrobatiknya, yaitu salto. Salto adalah ciri khas burung pleci, namun tidak sedikit penggemar yang merasa risih /  jengkel jika burungnya melakukan aksi tersebut, dengan alasan bisa mengurangi penampilan saat dilombakan.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Salto memang biasa dilakukan burung pleci

Selain suka salto, tingkah nakal pleci lainnya adalah sering melompat-lompat dari tenggeran ke bagian atas sangkar. Hal itu biasanya terjadi ketika pleci bertemu burung sejenis, baik dalam lomba, latber, atau sekadar ditrek.

Sekali lagi, banyak plecimania yang merasa risih atau jengkel dengan kondisi seperti itu. Untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti memasang tali nilon atau karet pada bagian atas sangkar, atau memasang kepingan CD atau benda-benda lainnya di bagian atas sangkar. Dengan begitu, pleci enggan melakukan aktivitas buruknya tersebut.

Untuk mengetahui bagaimana cara memasang tali nilon atau kepingan CD dalam sangkarnya, silakan buka arsipnya di sini:

Pakan khusus agar pleci buka paruh

Pola makan dan jenis pakan yang tepat bisa meningkatkan suara kicauan burung pleci. Selama ini, pleci dambaan sejumlah plecimania adalah yang bersuara lantang dengan membuka paruhnya, atau dikenal dengan istilah “buka” atau “buka paruh”.

Perlu perawatan khusus agar pleci cepat ngalas dan buka paruh.

Umunya, pleci bakalan berbunyi dengan kondisi paruh menutup, dan bersuara melalui tenggorokan saja, alias ngeriwik. Pleci seperti ini sebenarnya punya potensi untuk buka paruh dan bersuara ngalas secara lantang, jika mendapat perawatan dan pakan yang tepat.

Untuk merangsang pleci cepat bunyi dan rajin bunyi, yang bisa mendorongnya bersuara lebih lantang, Anda bisa memberi pakan berprotein tinggi. Ada beberapa jenis pakan racikan yang bisa Anda buat sendiri, antara lain:

Ragam perawatan harian untuk burung pleci

Tentu saja semua hal di atas tidak akan bisa berhasil tanpa perawatan harian yang tepat. Karena di alam liar dikenal sebagai burung koloni, maka dalam perawatan hariannya pun pleci perlu diberi teman. Caranya, Anda memelihara lebih dari seekor pleci, dan pada waktu-waktu tertentu digantang dalam posisi saling berjauhan.

Beberapa penggemar bahkan memanfaatkan kerekan untuk menggantung sangkar plecinya agar burung mau memanggil-manggil burung sejenis dengan suara lantang, sehingga bisa merangsangnya untuk mengeluarkan suara ngalasnya.

Bagaimana cara memberikan terapi kerekan, Anda bisa membuka arsip lamanya di sini:

Bentuk perawatan lainnya adalah saling merendengkan atau menempelkan sangkar ketika malam hari, atau ketika burung mau beristirahat. Tempelkan semua sangkar pleci yang ada di rumah, ketika burung akan istirahat pada malam hari. Pada pagi hari atau saat pengembunan, sangkar mereka kembali digantang secara terpisah dan saling berjauhan.

Pengembunan merupakan salah satu bentuk perawatan harian yang penting untuk pleci. Manfaat pengembunan bagi pleci antara lain bisa membuat burung cepat ngalas. Manfaat lain dari pengembunan untuk pleci bisa dilihat lagi di sini:

Perawatan harian yang tepat bisa membuat burung lebih rajin berbunyi, terutama jika didukung pemberian pakan dengan protein tinggi. Sebab, meski bertubuh kecil, pleci termasuk jenis burung yang sangat aktif.

Selain pengaturan dan penempatan sangkar, pleci juga bisa dipancing untuk bersuara lebih lantang dengan menggunakan suara rekaman dari burung pleci jantan maupun betina.

Suara rekaman pleci ternyata mampu merangsang pleci yang lainnya untuk cepat mengeluarkan suara ngalasnya. Ini diakui beberapa penggemar pleci  di Indonesia. Untuk itu, silakan dengar atau download suara rekaman burung pleci berikut ini:

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.