Penampilan Dewi Persik benar-benar memukau publik di Museum Kretek Kudus, Minggu (28/9), saat berlangsung Lomba Burung  Berkicau Kudus Cup 2014. Tidak heran jika lovebird Dewi Persik meraih kemenangan hattrick alias tiga kali juara 1.

Cara gampang mencari artikel omkicau.com, klik di sini.

Even Kudus Cup 2014 digelar secara lebih modern, karena menerapkan software nominasi SapuRegel Bird Contest System. Semua penilaian menggunakan sistem komputerisasi sehingga lebih cepat dan akurat.

SapuRegel menjadi pionir di Indonesia untuk software nominasi, yang belakangan juga diterapkan oleh beberapa event organizer (EO). Aplikasi ini membuat penilaian lomba menjadi lebih fairplay, karena mesin tidak kenal track record burung peserta, maupun siapa pemiliknya.

( baca juga Software nominasi SapuRegel Bird Contest System )

Dari aspek kemeriahan, Kudus Cup 2014 juga berlangsung  sukses. Panitia mampu menjual 956 lembar tiket, angka fantastis untuk sebuah even regional.

Bahkan peserta tak hanya berasal dari daerah-daerah di Blok Tengah (Jawa Tengah dan DIY), karena ada juga yang datang dari Surabaya, Tuban, Lamongan, dan sebagainya. Jatim Raya Team pun mengirimkan personelnya di sini.

Panitia membuka empat kelas lovebird. Dewi Persik milik Hery / Ony dari Pesisir SF menjuarai tiga kelas, yaitu Menara, Sunan Muria, dan Muria Paksi. Adapun kelas utama, Sunan Kudus, dimenangi lovebird Sakura milik Candra Kelet dari Kurnia SF Jepara.

LB Dewi Persik satu-satunya burung yang meraih hattrick di Kudus Cup 2014, Minggu (28/9).

Dewi Persik menjadi satu-satunya burung yang mencetak hattrick. Dua peserta lainnya double winner, yaitu murai batu Barongsay milik Nyoman Sumanata (Legian, Bali) yang dikawal Om Kempong Solo, serta kacer Noisy Boy milik Yus Putra IMI (Duta IMI Cup).

Murai batu Barongsay memenangi kelas utama, Sunan Kudus. Juara kedua diraih Monster milik Hadiyanto (Ratna SF Tegal) dan Cleopatra milik Mr Nanang / Putra Kalong (Kartasura) berada di posisi ketiga.

Om Kempong: Murai batu Barongsay dua kali juara pertama.

Cara mudah punya ribuan file MP3 suara burung, klik di sini.

Barongsay juga menjuarai Kelas Muria Paksi, diikuti murai batu Gatotkaca milik Yudi Sucipto (Aksi SF Kartasura) dan Joko Samudro milik Dhany dari Ababil Jepara. Cleopatra kali ini menjadi juara 4.

Satu sesi lagi, Kelas Menara, dikuasai Pangeran Kumbang milik H Mario dari Jatim Raya Team. Cleopatra menguntit di urutan kedua, sedangkan murai batu Xenia milik Fredy / Yanto (Duta Tuban) menjadi juara 3.

Pertarungan seru terjadi di kelas kacer yang terdiri atas empat sesi, terutama antara Hard Rock kepunyaan H Bayu Kediri, Noisy Boy milik Yus Putra IMI, dan Misteri Bahari milih Hadiyanto (Ratna SF Tegal).

Hard Rock yang kerap berlomba dan menjuarai even di Blok Tengah kali ini menghadapi dua musuh yang benar-benar tangguh. Di kelas Sunan Kudus, Hard Rock masih perkasa dan menjadi juara pertama. Misteri Bahari di posisi kedua, diikuti Black Sabat milik H Fitri BKS Samarinda.

H Budi Kediri (kiri): Kacer Hard Rock juara di kelas utama.

Namun ketika bertarung di Kelas Menara, Hard Rock harus puas menjadi juara 4. Kelas ini dimenangi Noisy Boy. Juara 2 dan 3 masing-masing diraih kacer Teves milik Herumulya (Juwana, Pati) dan Misteri Bahari.

Om Hadiyanto dan kru Ratna SF Tegal moncer di kelas kacer dan murai batu.

Noisy Boy kembali menjadi juara 1, kali ini di Kelas Sunan Muria. Samber Nyawa, kacer langgananan juara milik Mr Kuniawan (Putra Kurma SF), tampil sebagai juara 2. Teves dan Misteri Bahari berada di urutan ketiga dan keempat.

Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis...

Om Yoyok Bima (tengah) sukses mengawal kacer Noisy Boy.

Tiga kelas cucak hijau dimenangi burung yang berbeda, masing-masing Pandawa milik Taufik Mayong (Jepara), Presiden milik Fais (Kudus), dan Raja Tembak milik Bajang / Yogi KM dari Duta KM.

Kalau ada penentuan burung terbaik, tentu Raja Tembak akan menyandang predikat itu karena prestasinya paling stabil di tiga kelas, dengan sekali juara 1, juara 3, dan juara 4. Raja Tembak pernah meraih kemenangan hattrick dalam Piala Bupati Kudus, 18 Mei lalu.

Dua kelas pentet juga berlangsung seru, apalagi pentet-pentet dari kawasan Muria dikenal sangat tangguh (cek artikelnya di sini). Basoka, pentet andalan Sonny Lie dari Mystic SF Semarang, kembali menunjukkan kehebatannya.

Pentet Basoka sebenarnya nyaris nyeri juara 1. Pada Kelas Muria Paksi, Basoka tampil sebagai juara 1 diikuti Buser milik Herumulya (Juwana) dan Sonic kepunyaan Taufik Mayong (Jepara).

Sayangnya ketika berlaga di kelas utama, Sunan Kudus, Basoka harus mengakui ketangguhan Aji Saka, pentet milik Mr Kurniawan dari Putra Kurma SF. Basoka berada di posisi kedua, diikuti Bintang Iklan milik Candra Kelet (Kurnia SF Jepara).

Setelah menghitung total nilai dari peserta perorangan (single fighter / SF) maupun tim atau bird club (BC), panitia menetapkan Kurnia SF Kelet Jepara sebagai juara umum SF, dan Duta IMI Cup sebagai juara umum BC.

Kurnia SF Kelet juara umum SF
Duta IMI Cup juara umum BC
Panitia Kudus Cup sukses meraup 956 peserta.

Hasil Lomba Kudus Cup 2014 (klik di sini)

Cara gampang mencari artikel di omkicau.com, klik di sini.

Page: 1 2