Julang sumba, burung endemik Sumba yang unik

Burung julang terdiri atas beberapa spesies. Mereka termasuk anggota keluarga Bucerotidae, atau masih berkerabat dekat dengan burung enggang, rangkong, dan kangkareng. Indonesia memiliki tiga spesies burung julang endemik, salah satunya adalah burung julang sumba / sumba hornbill (Rhyticeros everetti).

Julang sumba (Rhyticeros everetti)
Burung julang sumba / sumba hornbill (Rhyticeros everetti)

Julang sumba tergolong burung yang cukup unik. Jika melihat penampilannya, julang sumba mungkin masih kalah mentereng ketimbang julang sulawesi. Yang membuatnya unik adalah wilayah persebarannya yang berada di Nusa Tenggara, tepatnya Pulau Sumba, yang tergolong jauh dari kawasan yang biasanya menjadi habitat burung julang.

Menurut beberapa literatur, Pulau Sumba dulu merupakan pecahan dari Benua Asia. Adapun pulau-pulau lain yang berada di Nusa Tenggara merupakan pulau vulkanis yang terbentuk dari aktivitas gunung berapi.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

“Karena itu pula, beberapa jenis burung khas daratan Asia bisa dijumpai di Sumba, meskipun spesies tersebut tidak terdapat di pulau lain di sekitar Nusa Tenggara,” ucap Jihad dari Burung Indonesia, seperti dilansir mongabay.co.id.

Setelah terpisah dari Benua Asia, spesies-spesies tersebut kemudian berevolusi, menyesuaikan dengan kondisi alam Sumba, sehingga menjadi spesies endemik yang unik. Sayangnya, status burung julang sumba saat ini dikategorikan Rentan, karena minimnya populasi dan wilayah persebaran yang sangat terbatas.

Populasi burung julang sumba di Pulau Sumba saat ini diperkirakan tidak lebih dari 10.000 ekor. Meski sudah ada perlindungan terhadap hutan dataran rendah di sepanjang kawasan konservasi, tetap saja terjadi fragmentasi di luar kawasan tersebut. Dampaknya adalah penurunan populasi julang sumba di habitatnya yang mencapai 30 – 49 %.

Bagi penduduk sekitar, burung julang sering dijuluki sebagai burung petani, karena spesies ini memakan biji-bijian dari satu hutan lalu menyebarkannya ke wilayah hutan lainnya. Burung ini juga kerap memangsa hewan berukuran kecil seperti kelelawar, kadal, tikus, serangga, dan ular kecil.

Burung jantan dan betina bisa dibedakan dari penampilannya. Julang sumba jantan mempunyai kepala dan leher berwarna merah, sedangkan betina kehitaman. Paruhnya kekuningan, dengan kantung leher berwarna biru.

Julang sumba jantan (kiri) dan julang sumba betina yang bisa dibedakan dari warna bulu di bagian kepala dan lehernya
Burung julang sumba jantan (kiri) dan betina.

Julang sumba mempunyai ukuran tubuh cukup besar, dengan panjang sekitar 70 cm, dan bisa ditemukan sendirian maupun bersama kelompoknya (hingga 15 ekor). Mereka mendiami hutan-hutan dataran rendah hingga ketinggian 950 meter dari permukaan laut.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam menjaga kelestarian burung julang sumba dengan menjaga hutan yang tersisa di kawasan Sumba. Sebab, julang sumba sejatinya bisa ditemukan di seluruh hutan di Sumba, termasuk pada hutan dataran rendah dengan pepohonan besar bertajuk rapat.

Taman Nasional Manupeu Tanadaru (TNMT) menjadi salah satu kawasan yang dianggap memiliki jumlah populasi burung julang sumba terbanyak di Pulau Sumba.

Untuk menambah pengetahuan Anda, berikut ini suara julang sumba yang eksotis.

Kalau mau mengunduh, klik saja di sini.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.