Kacer Musafir dan LB Lastri berjaya di Randu Alas BC Adiwerna

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Latber Randu Alas BC di Gang Seruni, Desa Ujungrusi, Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal, Senin (18/4), berlangsung cukup ramai. Peserta datang dari berbagai daerah di Kabupaten dan Kota Tegal. Mereka bukan sekadar ikut lomba, tetapi juga ingin bersilaturrahmi demi menjalin guyup rukun antarkicaumania.

Latber Randu Alas BC Adiwerna, Tegal
Penilaian kelas kenari dalam Latber Randu Alas BC di Adiwerna, Tegal, Senin (18/4).

Gantangan Randu Alas BC sudah beroperasi sejak tahun 2011, tetapi sempat vakum dan njenggelek maning (bangkit kembali) mulai Senin, 28 Maret 2016.

Panitia membuka dua kelas, yakni Mega Bintang (tiket Rp 20.000) dan Bintang (Rp 10.000). Jenis burung yang dilombakan terdiri atas kacer, murai batu, cucak hijau, lovebird, kenari, pleci, dan campuran lokal.

Selain latber rutin setiap Senin mulai pukul 14.00, Randu Alas BC juga mengadakan latber khusus pleci yang dihelat setiap Rabu, mulai pukul 14.00, dengan sistim penilaian dan juri dari PCMI.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Gantangan ini dipandegani Om Yanto Sate (ketua), Om Ipung “Randualas” (pelaksana), Om Waud dan Mas Ujiek Setyadi (korlap), dan H Ali Yahya selaku penasihat.

Om Yanto Sate, ketua Randu Alas BC
Om Yanto Sate (kaos putih), ketua Randu Alas BC.

Tim juri berasal dari Yudhistira BC Slerok Tegal yang dikomandani Om Apito Lahire, dengan pendamping Om Anto Ambon dan Om Marja Assaka.

“Setelah sekian lama vakum, Randu Alas BC kembali menggelar latber dengan dukungan penuh Haji Ali. Om Teguh Mejasem, pimpinan Ora SF, juga turut menyokong uba rampe yang kami butuhkan,” kata Om Yanto Sate.

Dalam latber Senin (18/4), kacer Musafir milik Om Imam W (Adiwerna) dan lovebird Lastri koleksi Om Ojie K (Ora SF Adiwerna) tampil mengesankan, sekaligus menjadi bintang gantangan.

Musafir nyaris meraih double winner. Turun di Kelas Bintang, kacer dengan isian komplet ini tampil sebagai juara 1, unggul atas Suramadu besutan Om Heri (Pagedangan) dan Serok milik Om Han (Ujungrusi).

Kacer Musafir
Kacer Musafir juara 1 dan 3.

Pada Kelas Mega Bintang, kacer Musafir bertengger di posisi ketiga. Kelas ini dimenangi kacer Cobra andalan Om Edi Buser (Saka Rosa SF Pagedangan), disusul Serok.

Ada kejadian menarik usai penilaian kacer Kelas Mega Bintang. Om Apito Lahire, salah seorang juri, tiba-tiba mengeluarkan uang Rp 50.000 dari saku celananya, dan memberikannya kepada pemilik kacer di gantangan 25.

Gantangan itu ditempati kacer Cobra, juara 1. Om Edi Buser, pemilik Cobra, tampak kaget dan menganggap tingkah Om Apito sebagai guyonan. Tapi apa jawaban Om Apito?

“Anda tahu kan? Aku ini kacer mania sejati. Burung Anda tampil menggila, layak mendapat bonus gedoran ini,” kata Om Apito, sambil menyerahkan uang. Om Edi pun menerimanya dengan girang.

Lovebird Lastri juga nyaris double winner. Saat bertarung di Kelas Bintang, lovebird Lastri ngekek enam kali, dengan durasi rata-rata 25 detik. Tim juri pun menobatkannya sebagai juara 1, disusul Centini koleksi H Ali Yahya (Mawar Biru SF) dan Lekha milik Om Andy (PJR Ujungrusi).

Lovebird Lastri
Lovebird Lastri juara 1 dan 3

Namun Lastri harus puas di posisi ketiga pada Kelas Mega Bintang. Kelas ini dimenangi lovebird Relita besutan Om Beni (Tegal Family BC), sedangkan Vely koleksi Om Comeng (Pesayangan) nangkring di urutan kedua.

Latber Randu Alas BC - juara lovebird
Para juara lovebird di Kelas Mega Bintang.
Ora SF dan lovebird Lastri
Ora SF moncer bersama lovebird Lastri
Latber Randu Alas BC - kelas cucak hijau
Suasana penilaian di kelas cucak hijau.

Om Edwin (Yudhistira BC) menurunkan cucak hijau Peluit dan sukses menjuarai Kelas Mega Bintang. Juara 2 dan 3 diraih Paku Alam milik Om Adi Ollin (Ambarawa SF) dan Ianone andalan Om Zahran (Luwung BC).

Om Edwin dan cucak ijo Peluit
Om Edwin: Cucak ijo Peluit terbaik di kelas utama.
Om Zahran , pemilik cucak ijo Ianone
Om Zahran , pemilik cucak ijo Ianone.

Adapun Kelas Bintang dimenangi cucak hijau Bunder besutan Om Jaenudin (Harjosari), disusul Baron milik Om Mamat (Bojong) dan Puyang Maut kepunyaan Om Taip (Ujungrusi).

Meski menjadi juara 2, Om Mamat puas melihat kinerja cucak hijau Baron. “Tidak percuma saya harus turun gunung. Baron tampil memuaskan,” Kata Om Mamat sambil mengangkat Baron dari gantangan.

Cucak ijo Puyang Maut
Cucak ijo Puyang Maut juara 3 Kelas Bintang.

Kenari Haneda milik Om Koprot (Vantavin SF) tampil ciamik dan menjuarai Kelas Mega Bintang, unggul atas Kamandaka besutan Om Yayan (Tim Piknik Tegal). Sayangnya, Kelas Bintang tak dimainkan.

Kenari Kamandaka
Kenari Kamandaka milik Om Yayan juara 2 Kelas Mega Bintang.

Pleci Tevez milik Om El (Ujungrusi Zosterops) terbaik di Kelas Mega Bintang, disusul Gelok 889 koleksi Om Rizqon (Team 889) dan Jalurix milik Om Ukhe (Pakist Team). Kelas Bintang dijuarai pleci Walang Sangit milik Om El.

“Terimakasih saudara-saudaraku kicaumania. Insya Allah kami akan menggelar Medium Class, Senin (25/4), dengan tiket 30 ribu, 20 ribu, dan 10 ribu. Kami tunggu partisipasinya kembali. Mohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan,” pungkas Om Ipung, selaku pelaksana Latber Randu Alas BC. (Julis Nur Hussein)

Om Ipung, pelaksana Randu Alas BC
Om Ipung (3 dari kanan), pelaksana Randu Alas BC, bersama panitia dan juri.

Hasil Latber Randu Alas BC Adiwerna, Tegal (klik di sini)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

3 Comments

Komentar ditutup.