Seri Pamungkas Liga Benua Enam Plus: Ini dia burung-burung terbaik, serta tim dan SF terbaik

Lega! Itulah perasaan Om Ahmad Fanany SE (owner Mitra EO) dan rekan-rekan, setelah berakhirnya Seri Penutup (VI) Liga Benua Enam Plus di Lapangan Pahlawan Amuntai, Kalimantan Selatan, Minggu (13/11). Puas! Itulah perasaan para kicaumania yang secara berkala mengikuti even serial ini, karena bisa menjajal ketangguhan stamina dan kestabilan penampilan masing-masing jagoannya.

Lomba burung sistem serial ini berlangsung sejak grand opening di Aby Emas Hitam Arena Binuang, Kalimantan Selatan, 27 Maret 2016. Lima seri berikutnya berlangsung di Kandangan (24/4), Tabalong (24/7), Barabai (14/8), Balangan (23/10), dan Amuntai (13/11).

Seri VI Liga Benua Enam Plus
Suasana kelas murai batu dalam Seri VI Liga Benua Enam Plus di Amuntai, Minggu (13/11).

Seri penutup sempat diadang hujan deras pada sesi-sesi terakhir, tapi tidak mengurangi antusias para kicaumania untuk tetap menggantang burung-burung andalannya.

Secara keseluruhan, gelaran Liga Benua Enam Plus yang digawangi Om Fanany (ketua pelaksana) serta H Khair (pemilik Aby Emas Hitam SF Binuang) selaku penanggungjawab ini berlangsung sukses.

Murai batu Halilintar 21 milik Om Agus Alay (Amandit Dwiwarna BC) yang pada lima seri sebelumnya berada di posisi kedua klasemen sementara, akhirnya meraih gelar murai batu terbaik, menggeser posisi MB Matador milik Om Awi dari TJM BC Banjarmasin.

Murai batu Halilintar 21
Halilintar 21 tampil sebagai murai batu terbaik di Liga Benua Enam Plus.

Dalam seri terakhir, Halilintar 21 selalu moncer pada lima kelas yang diikutinya, dengan hasil juara 1, 2, 2, 3, dan 5. Adapun Matador meraih juara 4 dan 5.  Penampilan apik juga diperlihatkan murai batu 505 milik Om Herlan (Barabai BC), yang meraih juara 1, 2, 5, dan 6.

Om Agus Alay
Om Agus Alay (kanan) dan perawat murai batu Halilintar 21.

Kacer terbaik diraih 1000 Sungai andalan H Robby dari Robby Motor SF Tanjung, mengungguli lawan-lawan tangguhnya seperti Kumala Datu milik Wafa ZR SF Banjarmasin yang terus menguntitnya pada lima sesi terdahulu.

Kacer Kumala Datu sebenarnya sukses mencetak double winner pada seri penutup. Tetapi tambahan 200 poin membuat total nilainya hanya 500, sedangkan 1000 Sungai sudah mengoleksi 750 poin.

Gelar kacer dada hitam terbaik diraih Cobra. Hingga seri kelima, gaco milik H Wahyu (Amuntai BC) ini sudah mengoleksi 625 poin, unggul tipis atas Raja Angin milik Om Apap (Amandit Dwiwarna BC).

Kacer Cobra kemudian meraih double winner pada seri pamungkas, sehingga nilainya melonjak jadi 825 poin. Adapun Raja Angin harus puas menjadi juara kedua di Kelas Bintang.

Amandit Dwiwarna BC
Amandit Dwiwarna BC menjuarai tujuh kelas pada seri pamungkas.

Om Rahman Cell (Amuntai BC) meraih sukses besar di kelas lovebird. Dari lima kelas yang dimainkan, empat di antaranya dimenangi Om Rahman, melalui lovebird Sekar Taji dan Ratu Jr. Keduanya sama-sama meraih double winner.

Sekar Taji, lovebird pendatang baru, sukses menjuarai Kelas Executive dan Bintang B. Aksinya hari itu sangat menawan, rajin bunyi, ngekek panjang, dan gaya mainnya yang aduhai. Para penonton dibuat terpesona dan memberikan applaus.

Lovebird Ratu Jr juga nyeri juara 1, masing-masing di Kelas Sejati A dan B. Satu kelas lainnya (Bintang A) dimenangi lovebird Dozer milik Om Sulistno (BBM BC).

Amuntai BC
Amuntai BC merajai kelas lovebird, setelah Sekar Taji dan Ratu Jr double winner.

Meski demikian, gelar lovebird terbaik tetap dalam cengkeraman Chelsea andalan H Amad (Amandit Dwiwarna BC) yang sebelumnya sudah mengoleksi 1.200 poin, jauh melampaui lawan-lawannya.

Cucak hijau Raja Mugal andalan Om Rahmani Ampah (Satria Muda BC) mampu menggeser pimpinan klasemen sebelumnya, Pasopati, milik Om Angga dari tim yang sama. Meski tak meraih juara 1 pada seri terakhir, Raja Mugal mampu menambah poin berkat prestasinya sebagai juara 2 dan 3.

Penampilan gemilang ditunjukkan cucak ijo PKK 07 milik Om Sauki Amak (Satria Muda BC). Burung ini meraih double winner dan juara 3. Tiga sesi lainnya dimenangi cucak hijau Satria besutan Om Amang Asep (Amandit Dwiwarna BC), Serdadu milik Najwa (Amuntai BC), dan Badai andalan Wafa ZR SF.

Amandit Dwiwarna BC (Kandangan / Barabai) tampil sebagai juara tim / bird club dan memperoleh uang tunai Rp 10 juta. Gelar juara single fighter (SF) diraih Wafa ZR SF Banjarmasin.

Amandit Dwiwarna BC
H Khair (kaos hitam) menyerahkan hadiah juara tim kepada Amandit Dwiwarna BC.
Wafa ZR SF Banjarmasin
Wafa ZR SF Banjarmasin tampil sebagai juara single fighter.

Om Fanany dan H Khair mengucapkan terimakasih kepada para peserta yang telah meramaikan even ini, baik dari Kalsel, Kalteng, maupun Kaltim. Selanjutnya, Mitra EO akan mengadakan even Amuntai Bersatu Cup II di Lapangan Pahlawan Amuntai, Minggu 4 Desember 2016. “Mohon dukungannya,” pintanya. (Reza Faisal)

Burung terbaik serta juara tim dan SF

  • Murai batu: Halilintar 21 – Agus Alay (Amandit Dwiwarna BC)
  • Kacer: 1000 Sungai – H Robby (Robby Motor SF Tanjung)
  • Kacer dada hitam: Cobra – H Wahyu (Amandit Dwiwarna BC)
  • Cucak hijau: Raja Mugal – Rahmani Ampah (Satria Muda BC)
  • Lovebird: Chelsea – H Amad (Amandit Dwiwarna BC)
  • Juara Tim: Amandit Dwiwarna BC (Kandangan / Barabai)
  • Juara SF: Wafa ZR SF (Banjarmasin)
Liga Benua Enam Plus
Para peraih gelar burung terbaik dalam Liga Benua Enam Plus.

Hasil Liga Enam Benua Plus Seri VI (klik di sini)

Salam sukses, Salam dari Om Kicau.

loading…


loading…





Aplikasi Android omkicau.com gratis

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS
SCAN SAJA ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE
BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Jika Anda kesulitan mencari artikel di blog ini, silakan dicari dengan memasukkan kata kunci artikel yang Anda cari, pada kolom kosong yang tertera pada halaman ini.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.