Tips mencegah stres pada burung kacer: Jika terlanjur stres, ini solusinya

Kacer termasuk salah satu jenis burung kicauan yang memiliki sifat petarung (fighter). Namun sifatnya yang terlalu teritorial itu terkadang bisa menimbulkan masalah tersendiri, karena burung menjadi rentan stres. Akibatnya, kacer menjadi selalu gelisah, ketakutan, mbagong, hingga malas bunyi. Berikut ini tips mencegah stres pada burung kacer.

Kacer burung yang agresif dan sangat rentan terhadap stres
Kacer termasuk burung yang agresif dan rentan mengalami stres.

Jika kicaumania rajin membaca artikel di omkicau.com, tentu sudah mengetahui apa saja penyebab burung kicauan mengalami stres. Selain dapat menurunkan penampilannya, stres juga bisa membuat burung akan berhenti bunyi, atau bahkan berubah karakternya.

Stres bisa terjadi pada burung bakalan maupun yang sudah rajin bunyi / gacor. Karena itu, penting bagi rekan-rekan kicaumania untuk memahami faktor pemicu stres, serta bagaimana mengatasinya.

Sebagai burung teritorial, kacer membutuhkan tempat tersendiri yang terpisah dari keberadaan burung peliharaan lain, baik burung sejenis maupun spesies lain seperti murai batu, tledekan, dan anis merah.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

IKUTI OM KICAU DI INSTAGRAM

Yang terpenting adalah bagaimana mencegah kacer stres, berdasarkan beberapa faktor penyebabnya berikut ini:

  • Burung bakalan yang baru dibeli dan belum beradaptasi, tetapi sudah dipaksakan untuk digantang di tempat ramai.
  • Terlalu sering digantang berdekatan dengan jenis burung lain yang sama-sama bertipe fighter seperti murai batu dan tledekan.
  • Terlalu sering dimaster dengan suara kicauan dari burung sejenis yang gacor dan volumenya kencang.
  • Burung selalu merasa terganggu oleh kehadiran hewan liar seperti kucing, tikus, anjing, dan sebagainya.
  • Sangkar baru yang digunakan masih beraroma cat atau pernis.
  • Tenggeran tidak nyaman, misalnya terlalu kecil, mudah goyang, atau terlalu rata / halus.
  • Burung selalu terpapar asap / polusi udara, seperti asap pembakaran sampah, knalpot kendaraan, asap rokok, dan asap dari dapur.
  • Burung terlalu kaget oleh suara keras, seperti suara benturan dan petasan.
  • Ada perubahan pada jenis pakan yang diberikan atau pakan yang diberikan ternyata tidak cocok (biasanya ditandai dengan kotoran yang berbau dan encer).
  • Pemilik terlalu sering memegang burung, terutama jika burung masih dalam kondisi bakalan / belum jinak.
  • Burung jarang dimandikan, tapi sering dijemur di bawah sinar matahari dalam waktu cukup lama.

Apakah pemicu stres pada burung hanya itu? Tentu masih banyak lagi, misalnya:

  • Kondisi tubuh burung kurang fit atau sedang sakit.
  • Burung mengalami trauma akibat sangkar yang terjatuh, atau karena luka yang dideritanya.
  • Burung memasuki masa mabung, atau burung mengalami macet / gagal mabung.
  • Burung terserang kutu yang membuatnya terus-menerus merasa tidak nyaman dan terganggu.
  • Infeksi bakteri akibat pakan dan air minum yang tercemar / kotor.
  • Burung terkena penyakit akibat sangkar yang terlalu kotor / jarang dibersihkan.

Bagaimana jika burung kacer terlanjur stres? Berikut ini beberapa solusi mengatasi burung kacer yang stres:

  • Selama masa terapi, burung sebaiknya digantang di tempat tenang dan jauh dari keberadaan burung sejenis maupun burung lain yang agresif atau bersifat teritorial.
  • Selama itu pula, pakan tambahan / extra fooding (EF) harus lebih rutin diberikan. Berikan pakan serangga terutama jangkrik dan kroto dalam porsi lebih banyak daripada biasanya.
  • Berikan voer yang mempunyai kandungan nutrisi lebih baik.
  • Untuk mempercepat proses pemulihan, tenggeran sebaiknya bersifat tunggal saja.
  • Untuk sementara waktu, air minum yang diberikan ditetesi dengan sedikit garam. Hal ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan iodiumnya yang bisa membantu proses pemulihan. Untuk hasil lebih efektif, sebaiknya menggunakan BirdMineral yang dicampurkan ke dalam air minumnya.
  • Selama masa terapi itu pula, Anda bisa memutarkan beragam audio terapi baik berupa suara alam / natural therapy maupun terapi brainwave.
  • Pengembunan sangat dianjurkan dilakukan setiap hari, terutama jika cuaca sedang baik atau tidak hujan.
  • Mengurangi penjemuran, namun selalu menggantang sangkarnya di tempat yang sejuk dan teduh.

Demikian tips bagaimana mencegah dan mengatasi burung kacer yang stres.

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.