Tepus pipi-perak, burung endemik Jawa dan Bali yang dilindungi

Tidak banyak kicaumania yang mengenal tepus pipi-perak, burung endemik di Jawa dan Bali. Spesies ini memiliki hubungan kekerabatan dengan tepus gelagah (kaso-kaso). Namun berbeda dari tepus gelagah, tepus pipi-perak termasuk burung dilindungi, sehingga tidak sembarangan orang boleh memeliharanya.

Burung tepus pipi-perak yang dilindungi | Foto: Pramana Yuda , OBI
Tepus pipi-perak termasuk burung yang dilindungi | Foto © Pramana Yuda (OBI)

Burung tepus pipi-perak / crescent-chested babbler (Stachyris melanothorax ) bertubuh kecil dengan panjang hanya sekitar 13 cm. Penampilannya mirip tepus gelagah, tapi yang membedakan adalah warna hitam pada bagian dadanya.

Bulubulu tubuhnya didominasi warna cokelat karat, dengan alis putih, serta mahkota dan sayap berwarna cokelat kemerahan. Tubuh bagian atas / punggung dan ekor berwarna cokelat zaitun. Di tenggorokannya terdapat bercak putih yang dibatasi warna hitam tidak teratur. Adapun tubuh bagian bawah abu-abu mutiara.

Wilayag persebaran burung tepus pipi-perak terbatas di Jawa dan Bali. Tercatat ada lima subspesies / ras burung tepus pipi-perak yang tersebar di kawasan tersebut, yaitu:

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

  1. Stachyris melanothorax melanothorax, habitat wilayah barat dan tengah Pulau Jawa.
  2. Stachyris melanothorax mendeni, hanya ada di Indramayu, Jawa Barat.
  3. Stachyris melanothorax albigula, hanya ditemukan di Gunung Papandayan, Jawa Barat.
  4. Stachyris melanothorax intermedia, habitat di wilayah timur Pulau Jawa.
  5. Stachyris melanothorax baliensis, hanya ditemukan di Pulau Bali.

Kelima ras tersebut memiliki suara yang hampir sama. Suara kicauannya penuh getaran pendek, dengan kecepatan bervariasi. Suara kicauan itulah yang menjadi kekhasan burung ini. Adapun suara yang lainnya sangat mirip dengan suara yang dikeluarkan oleh tepus merbah-sampah.

Tepus pipi-perak termasuk burung dlindungi Pemerintah sesuai dengan PP Nomor 7/1999 dan UU Nomor 5 / Tahun 1990. Perlindungan diberikan karena habitatnya terus berkurang, juga karena daerah persebarannya yang terbatas pada beberapa lokasi di Jawa dan Bali.

Burung tepus pipi-perak termasuk pemalu, dan suka bersembunyi dalam kerapatan tumbuhan bawah serta semak belukar. Mereka hidup dalam kelompok kecil, memakan serangga dan laba-laba. Habitatnya antara lain areal hutan perbukitan, pinggiran hutan, dan tak jarang memasuki pekarangan dan perkebunan dalam rentang ketinggian 500-1.500 meter dari permukaan laut (dpl).

Penampilan yang mirip burung kas0-kaso (tepus gelagah)
Penampilan tepus pipi-perak mirip burung kas0-kaso (tepus gelagah).

Musim kawin berlangsung setiap bulan, kecuali Juli, dengan puncaknya pada Mei dan Juni di Jawa Barat. Burung betina menghasilkan 2-3 butir telur yang berwarna putih. Sarang berbentuk kubah berongga yang terbuat dari susunan daun-daun palem dan rumput kering. Sarang umumnya dibangun tak jauh dari permukaan tanah.

Meski tak banyak kicaumania yang mengenali jenis burung ini, tidak sedikit yang yang penasaran ingin tahu suara ocehan burung tepus pipi-perak. Tapi karena termasuk burung dilindungi, lebih baik cukup mendengarkan suara kicauannya saja ya.

Berikut ini suara kicauan burung tepus pipi-perak :

DOWNLOAD

DOWNLOAD

Simak juga tulisan mengenai kerabat tepus pipi-perak yang lain berikut ini:

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.