Perawatan ciblek gunung yang kurang gacor dan macet bunyi

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini

Burung ciblek gunung (cigun) mempunyai suara kicauan yang dikenal dengan suara tembakan alias ngebren. Banyak kicaumania yang memeliharanya, baik untuk dilombakan maupun dijadikan masteran bagi jenis burung kicauan yang lain. Tapi apa jadinya kalau cigun mendadak kurang gacor atau bahkan macet bunyi. Berikut ini perawatan ciblek gunung yang kurang gacor dan macet bunyi

Tips rawatan ciblek gunung kurang gacor dan macet bunyi
Tips perawatan ciblek gunung yang kurang gacor dan macet bunyi.

Di kalangan kicaumania terdapat beberapa jenis ciblek yang cukup popular sebagai piaraan, antara lain ciblek jawa / kebun, ciblek alang-alang hingga ciblek gunung. Jenis ciblek yang disebut terakhir itu paling banyak diminati karena suara kicauannya yang lantang.

Lagu-lagu ciblek gunung mempunyai irama yang cepat dan dikenal dengan sebutan ngebren. Banyak kicaumania tertarik memeliharanya untuk dijadikan masteran bagi jenis burung kicauan lainnya. Sampai saat ini, kicauannya yang berupa tembakan tajam masih diminati, terutama untuk memperkaya variasi isian burung-burung lomba.

Tetapi, sebagaimana jenis burung lainnya, cigun yang dipelihara untuk masteran pun bisa mendadak menjadi kurang gacor atau macet bunyi.  Ada beberapa faktor yang menyebabkan perubahan kondisi tersebut, yaitu:

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com
  • Pola perawatan yang kurang tepat
  • Burung memasuki masa mabung
  • Stres / trauma akibat sangkar terjatuh atau diserang predator
  • Drop mental.

Secara umum, perawatan ciblek gunung yang kurang gacor dan macet bunyi tidak jauh berbeda. Sebagai panduan, berikut ini beberapa pola perawatan harian yang bisa diterapkan untuk memulihkan kondisi burung tersebut:

1. Pengembunan rutin 

Selama masa terapi, ciblek gunung perlu diembunkan secara rutin. Pengembunan ini bertujuan untuk memulihkan kondisi dan mentalnya, terutama dari stres atau trauma.

2. Berikan pakan tambahan (EF) secara teratur 

Pakan tambahan / extra fooding (EF) diberikan dalam porsi lebih banyak daripada biasanya. EF untuk ciblek gunung terdiri atas kroto, jangkrik kecil, dan ulat hongkong / ulat kandang. Untuk menambah variasi pakan, Anda juga bisa memberikan belalang hijau kecil, telur rebus, dan tepung daging.

3. Berikan pakan racikan 

Untuk mengatasi burung kurang gacor atau macet bunyi, beberapa ciblek mania membuat pakan racikan. Bahan baku dan cara pembuatannya bisa dilihat dalam artikel: Membuat pakan untuk ciblek agar rajin bunyi dan ngotot

4. Mengatur ulang jadwal mandi dan jemur 

Jadwal mandi dan jemur bisa diatur-ulang selama terapi pemulihannya. Mandi yang biasanya dilakukan setiap hari bisa dikurangi menjadi 2-3 hari sekali. Adapun durasi penjemuran diatur sedikit lebih lama daripada biasanya.

5. Simpan di tempat tenang 

Untuk mempercepat pemulihan, ciblek gunung disimpan di tempat tenang dan jauh dari keberadaan burung lain yang sudah gacor / bersuara kencang. Sangkar sebaiknya tidak dikerodong, kecuali ketika hujan turun atau angin berembus cukup kencang.

6. Ditempel burung betina 

Hal lain yang bisa dilakukan untuk membantu pemulihan adalah menyiapkan ciblek gunung betina yang sudah lenjeh / manja. Sangkar burung betina digantang dalam posisi berdekatan setiap pagi hingga siang hari. Pada siang hingga sore harinya, kedua burung dijauhkan dan tidak saling melihat (hanya terdengar suaranya saja).

7. Putarkan suara terapi 

Alternatif lain jika tidak memiliki burung betina adalah memutarkan suara terapi untuk membantu proses pemulihan. Suara terapi ini terdiri atas berbagai macam suara, mulai dari suara terapi alam hingga suara panggilan ciblek gunung betina. Hindari memutarkan suara ciblek gunung jantan yang gacor sebelum kondisinya benar-benar pulih.

8. Mandi hujan pada pagi hari 

Kalau kebetulan hujan turun pada pagi hari, namun tidak begitu lebat, Anda bisa memberi kesempatan hujan-hujanan kepada ciblek gunung yang kurang gacor / macet bunyi tersebut.

Hujan yang turun pada pagi hari bermanfaat untuk pemulihan stres dan mental burung yang ngedrop. Namun jangan menghujan-hujankan burung jika hujan turun pada siang atau sore hari, karena airnya mengandung asam yang tidak baik bagi kondisi dan kesehatan burung.

Dengan menerapkan pola perawatan di atas, biasanya dalam waktu tidak terlalu lama, ciblek gunung yang bertambah gacor dan mulai mau berkicau kembali. Semoga bermanfaat.

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.