TIPS DAN REFERENSI

Umbaran dan doping untuk burung lomba

Ada thread di kicaumania.org yang menggelitik saya untuk menulis lagi soal umbaran untuk burung lomba. Thread tersebut adalah tentang bagaimana membuat burung bisa bernyanyi 35 menit non-stop. Dan satu lagi, yang meski tidak berhubungan secara langsung adalah soal bagaimana membuat burung menjadi jawara.

Thread pertama ditulis oleh Om Cj (Yogi Suprayogi) dan satunya oleh Om ATM.

Pada thread tentang bagaimana burung bisa  bernyanyi non-stop 35 menit itu saya menulis perlunya stop umbaran dan stop kerodong-maniak sebagai berikut. (Sebaiknya baca dulu tulisan “8 dari 10 jawara tidak kenal umbaran” dan “Mengapa saya anti umbaran untuk burung lomba”).

Percaya silakan tidak percaya ya mangga saja, namanya juga pendapat:

1. Jangan suka main umbaran. Nafas jadi kuat? Iya betul kali, tetapi Anda melombakan burung adalah melombakan suaranya. Bukan melombakan burung untuk berjumpalitan di sangkar karena terbiasa gerudak-geruduk di umbaran.

  • Burung yang diumbar (apalagi ekstrim) tidak rajin bunyi tetapi rajin “lari pagi”.
  • Burung yang diumbar tidak pernah berlatih bunyi dalam waktu lama, tetapi mahir terbang dalam waktu lama.
  • Burung yang suka diumbar, sangat sensitif degan lambaian tangan. Ada tangan gerak sedikit saja, dia akan segera nabrak jeruji karena dia ingat sekali bahwa gerakan tangan majikan selama ini adalah pertanda agar dirinya terbang dari satu sisi sangkar umbaran ke sisi lainnya.
  • Burung umbaran tidak konsisten untuk mau nagen di satu tempat dan bernyanyi senyaring-nyaringnya.
  • Burung uimbaran = burung jelek; tidak akan pernah stabil dalam waktu lama (ya itu lagi-lagi menurut saya).

Contoh kasus: MB Alpacino Jr 1 dan Jr 6 yang terbiasa diumbar gerudak-geruduk oleh majikan lama (Mas Samino) terlalu banyak ulah kalau di arena lomba. Menjengkelkan. Alpacino Jr 5 yang sejak kecil di tempat saya kemudian ketika dioper ke Om Arief Sidoarjo tetap tanpa umbaran (“Saya manut Om Duto saja sejak dulu, bahkan kandang umbaran saya tidak punya,” kata Om Arief) kalau di lapangan nyaris tidak pernah ngeruji. Nagen sepanjang waktu lomba/ latber, sampai para juri (khususnya di Latberan terakhir) bergerombol persis di bawah Alpacino Jr 5 mengagumi tembakan-tembakan dan tarian-di-tempat si Alpacino Siodarjo tersebut.

Itu adalah contoh kasus pada MB dari indukan yang sama, kualitas suara sama dan mental yang sama pula, tetapi dengan perlakuan yang berbeda. Karena itulah saya sudah berpesan dengan sangat kepada para majikan baru Alpacino 1 dan 6 untuk “STOP UMBARAN” dan memulai MB untuk berlatih bernyanyi dalam waktu lama dan bukan berlari-lari dalam waktu lama.

Contoh burung MB non-umbaran yang namanya sudah melejit dan selalu stabil di arena (kecuali masa mau masuk mabung atau baru saja mabung dan rekondisi belum full) adalah Suara Sakti. Tanya yang empunya, apakah Suara Sakti main umbaran?….

Nah ini memang khusus MB. Tetapi bagaimana burung lain? Hampir sama… Saya belum pernah mendengar jawara-jawara anis merah yang bisa turun di 4 sampai 5 kelas pada satu kali lomba tetap fit adalah hasil umbaran.

MB atau AM yang tahan banting bisa bernyanyi lama di arena adalah mereka yang biasa bernyanyi lama di rumah, bukan beterbangan lama di umbaran.

Kita melatih burung untuk bernyanyi, sebagai penyanyi, bukan sebagai petinju yang harus tajam jab-nya dan cepat langkahnya. Kalau petinju dilatih bernyanyi juga pasti fatal akibatnya. Pas bertinju dia membuka mulut untuk bernyanyi, pasti langsung rontok semua giginya ketika diterjang upper-cut lawan. Nggak percaya? Coba tanya Chris Jhon, hehehe…

2. Jangan kerodong-maniak.

Jika tidak ada keperluan untuk mengistirahatkan burung agar fit pada masa-masa menjelang lomba, atau melindungi dari terpaan angin malam hari, atau serangan rombongan nyamuk, burung tidak perlu main kerodong.

Kerodong cenderung membuat burung membisu dan karenanya tidak berlatih untuk selalu bernyanyi sepanjang hari. Para kerodong-maniak adalah pelatih burung untuk suka tidur…. Logikanya sama dengan main umbaran… bedanya, yang satu melatih burung jadi petinju, satunya melatih burung jadi pemalas.

DOPING UNTUK BURUNG

Pada thread ini saya menulis tentang “doping” begini:

Kalau ada yang penasaran, saya ada saran yang rada-rada menjerumuskan nih…  pakai doping saja agar burung jadi jawara. Nama tabletnya ******, produk dari ****farm Australia yang biasa untuk kuda, sapi dan merpati balap serta ayam aduan. Isinya, antara lain adalah steroid anabolik. (Titik-titik memang sengaja tidak saya tulis di sana).

Apa itu steroid anabolik?
Secara alamiah, steroid anabolik di dalam hewan atau juga manusia adalah apa yang biasa kita sebut testosteron (jantan dan betina sama-sama memproduksi ini, tetapi untuk jantan 20 kali lebih besar ketimbang betina).
Secara alamiah (mirip pada manusia) testosteron:

  • - menyebabkan “pecahnya” suara burung dan menyebabkan suara burung jantan menjadi dalam sekaligus melengking dan nyaring. Testosteron ini biasnya lebih banyak diproduksi ketika burung sudah beranjak dewasa (akil balik pada manusia).
  • - bertanggungjawab terhadap pembentukan warna jelas pada bulu, memaksimalkan pertumbuhan bulu, atau juga taji pada ayam dsb.
  • - membentuk dan memelihara struktur tulang
  • - membantu pembentukan sel-sel darah merah
  • - membentuk dan memelihara otot-otot
  • - mempertahankan daya juang, konsentrasi, keseimbangan mental, dan secara psikologis mempengaruhi mood (suasana hati) burung
  • - penentu bentuk sempurna tubuh/body burung.
  • - pemain utama pengatur hasrat dan fungsi seksual burung.

Testis sebagai penghasil testosteron pada burung jantan tidak selalu bisa memproduksi testosteron secara maksimal. Nah, oleh karena itulah agar burung bisa kerja maksimal pada waktu yang kita inginkan, kita beri dia steroid anabolik dari luar. Maka disuapilah si burung mak cup… cup.. cup atau disuntik mak juss… dengan steroid anabolik.

Nah karena pekerjaan pemberian testosteron pada hewan adalah tugas dokter hewan, maka untuk mengetahui rahasia yang tepat pemberian testosteron pada burung ya tanya saja ke dokter hewan. Kalau saya memberi resep di sini, pastilah saya akan disebut dokter hewan gadungan.

Yang jelas, kesalahan pada pemberian steroid anabolik akan berakibat fatal pada burung. Ya burung bisa tewas seketika ataupun perlahan-lahan setelah melalui masa ketergantungan yang panjang. Oleh karena itu saran saya pacu saja produksi testosteron alamiah di dalam tubuh burung dengan nutrisi dan sejumlah vitamin serta mnieral yang terukur secara tepat.

Untuk pemberian vitamin, mineral dan sebagainya itupun ada rahasia yang perlu Anda ketahui. Salah satu contoh misal adalah bahwa segala jenis vitamin D tidak akan pernah bisa diserap/diproses oleh metabolisme burung kecuali vitamin D3.

Sebenarnya masih ada tahasia lainnya soal memacu produktivitas testosteron melalui asupan makanan, tetapi ya mohon maaf, karena saya adalah bakul obat, tentunya itu merupakan rahasia dagang. Kalau dibuka semuanya, kan obat saya nggak laku… hwakakaka….

Nah itu teman-teman sedikit sharing atas pendapat saya pada forum kicaumania.org. Kalau belum gabung, silakan gabung.

Salam, Om Kicau

Tentang Om Kicau

Man on the street

Diskusi

24 Tanggapan to “Umbaran dan doping untuk burung lomba”

  1. minyak jangkrik mengandung hormon testoteron dan hormon estrogen untuk burung supaya cepat birahi ,caranya jangkrik diambil minyaknya terserah bagaimana caranya .takaran 80% minyak jangkrik,10%madu,10%minyak ikan ,untuk burung kecil 3tetes,burung gede 5 tetes ulangi per 3 hari biasanya 2hari langsung bunyi.ini baru doping sehat ha ha ha…

    Posted by joko | 22 Mei 2012, 09:54
  2. om salam kenal blehgak saya tau apa nama doping yang mengandung steroit anabolit so aku buat sapi balap tolong om ya

    Posted by MUMU | 1 Mei 2012, 20:13
  3. Om salam kenal
    Klau dengan burung cendet bisa g d doping

    Posted by tuyul kecil | 18 Februari 2012, 09:35
  4. trmaksih tlah bagi2 ilmu

    Posted by dikaarianto | 8 Januari 2012, 10:33
  5. testostreon bisa di beli di man?

    Posted by yoyo | 21 Desember 2011, 21:42
  6. salm kenal pak saya dari persatuan IKMDS dumai
    thnk bngt ilmunya

    Posted by salam | 20 November 2011, 20:15
  7. mungkin burung2 om Duto kebutuhan Vitamin berkecukupan krn om Duto pakar tentang hal tsb jadi ga perlu kerodong atau umbaran….

    Posted by romeo | 19 Agustus 2011, 13:07
  8. wah duto kita mau gabung ulasannya menarik betul dan penjelasan nya oke banget

    Posted by cion tasik | 12 November 2010, 20:29
  9. wah iya ya om nanti saya mo coba peraktekan…thank om atas masukannya bravo

    Posted by dodi | 12 Juni 2010, 22:55
  10. wah ..kayaknya ini ilmu baru tapi kebalikan dari kebiasaan lama

    Posted by yan | 4 Juni 2010, 17:29
  11. om, boleh kasih tahu nama dopingnya????
    Lewat e-mail aja om, ya!!! tq

    Posted by hendri | 4 Juni 2010, 09:46
  12. wah pakar segala burung………….

    Posted by komputertkj | 3 Juni 2010, 11:47
  13. si om ini pakar nih,,

    Posted by tonosaur | 2 Juni 2010, 21:42
  14. betul…. betu…betul …l mas biar kan burung itu tumbuh dan berkwalitas secara alami …jangan di paksa … untuk jadi “A” dan “B” kalau sampai hasil mengecewakan …tinggal tanggung jawab kita sebagai induk semangnya …dan mereka udah terlanjut di tanggap dan di beli oleh kita ….

    Posted by hamid Palembang | 2 Juni 2010, 21:34
  15. Salam kenal kicau mania nusantara..
    Mau tanya om,pnjual trotolan MB brkualitas d sktr madiun ada g y? Kl ada mhon alamat&nopex..thx om duto

    Posted by Rohmad | 2 Juni 2010, 19:04
  16. Saya kagum dengan kemampuan om. Bukan hanya pengetahuan om, tapi juga cara manufer dalam berpolitik.

    2 jempol untuk om.

    Om benar-benar tau menggunakan apa yang udah diberi Tuhan untuk om, yaitu akal.

    Posted by Arly wirawan | 2 Juni 2010, 15:08
  17. Maf Om, saya mw tanya neh
    Pentet muda saya dulu ada ekornya tp dia gak bs ngerawatnya so patah2 gtu n pe sekarang gak numbuh2, cara biar ekor cepet numbuh gmn y Om? apa mesti saya cabutin dulu bulu ekor yg patah2 y Om?!
    Trus Pentet udah jadi saya tiba2 macet bunyi, gmn ya om byar bunyi/gacor lagi?!
    Mohon pencerahannya Om…
    Terimakasih ^_^”

    Posted by Ade | 2 Juni 2010, 13:59
  18. Wah ini theory yg meruntuhkan theory perburungan yg selama ini dianut para kicaumania manakala mempersiapkan burungnya utk kontes, tapi argumen yg dikemukakan om kicau cukup kuat dan masuk akal. Bravo buat Om Kicau atas tulisannya ug brilyan.

    Posted by Bambang Mulyono | 2 Juni 2010, 13:55
  19. kalau boleh tau om, suplai makanan apa yg bisa merangsang produksi testosteron pd burung.. Thanks om, salam kicau mania..

    Posted by Dwiana prihartanto | 2 Juni 2010, 11:42
  20. maaf om duto,apakah stop kerodong tu brarti spanjang hari sma sekali g plu dikerodong?untuk pemasteran menggunakan CD tetap g plu kerodong jg ya om? mohon jawaban om

    Posted by arief | 2 Juni 2010, 11:07
  21. Salam kenal bos, tulisan ttg burung di sini lengkap sekali, dan menarik jadi pengen ikutan deh.. burung2 saya banyak di rumah.

    Posted by Kurt | 2 Juni 2010, 10:24

Trackbacks/Pingbacks

  1. Ping-balik: Umbaran dan doping untuk burung lomba | Movie Reviews & Film Critics - 2 Juni 2010

Om dan Tante, tanya masalah burung? Gunakan Halaman Curhat. Trims....

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 29.621 pengikut lainnya.