Penangkaran untuk tekan penangkapan liar: Trend burung paruh bengkok (2) – © Om Kicau

Berikut ini adalah bagian kedua dari beberapa tulisan tentang Trend Burung Paruh Bengkok. Artikel-artikel ini diangkat dari tabloid Agrobis Burung edisi 566, Maret 2011 dengan beberapa editing seperlunya. Selamat menyimak.

 

Penangkaran paruh bengkok PT Anak Burung, Bali.

Jika berjalan-jalan ke pasar burung, sedikit sulit untuk menemukan jenis burung paruh bengkok. Terlebih lagi yang punya warna-warna spesial. Sebut saja nuri kepala hitam yang jago bersiul, bayan, atau kakatua. Maklum, jenis burung ini tergolong dilindungi sehingga tidak bisa dipasarkan secara bebas. Hanya yang punya izin dari pemerintah yang berhak menjual burung jenis paruh bengkok. Misalnya saja PT Anak Burung di Singapadu Gianyar Bali.

Di PT Anak Burung yang dikelo la seorang wisatawan yang hobi burung ini kini dikembangbiakkan berbagai jenis nuri, bayan dan kakatua yang jumlahnya ratusan pasang.

Jenis nuri seperti kepala hitam, rambo, black Iori, nuri domisela, nuri merah, termasuk nuri terkecil. Ada juga jenis bayan yang berwarna hijau dan merah (jantan betina). Sedangkan jenis kakatua ada kakatua raja, alba, jambul kuning – seperti triton, medium dan laser, kakatua hitam, rangkong, jambul oranye dan kasturi raja.

Bahkan kakatua raja kini dikembangbiakkan sebanyak lima kandang. Karena PT Anak Burung mengantongi izin jual maka jika membeli burung di PT Anak Burung salalu dilengkapi dokumen resmi semacam sertifikat sehingga pemilik secara sah bisa mempertanggungjawabkannya.

Saat ini pemasaran produksi PT Anak Burung selain memenuhi pasar nasional, baik untuk kebutuhan perseorangan, atau kebun binatang juga untuk memenuhi pasar ekspor. Sayang karena kasus flu burung yang sempat menghebohkan Indonesia sehingga mereka sedikit kesulitan-untuk melakukan ekspor walaupun permintaan tetap tinggi.

Namun, karena didasari hobi dari pengelola, mereka tetap mempertahankan penangkaran ini meski harus menanggung beban pakan burung dan lima tenaga tetap.

Dengan adanya penangkaran semacam ini, manajer Dewa Astawa berharap penangkapan burung di alam bebas bisa semakin berkurang.

Genjot produksi dan hindarkan gagal eram digunakan mesin tetas

Untuk cegah gagal panen, penetasan burung paruh bengkok digunakan mesin tetas

Untuk mempercepat produksi dan menjaga gagal eram, salah satu cara yang dilakukan di PT Anak Burung dengan menggunakan mesin tetas. Namun acara ini hanya dilakukan untuk jenis-jenis tertentu seperti kakatua raja yang punya sensitivitas tinggi.

Biasanya, kakatua yang sedang mengeram termasuk paruh bengkok lainnya jika bertemu dengan benda yang tidak dikenal akan segera menyerang atau lari dan keluar dari sarangnya. Kasus inilah yang sering menganggu pengeraman yang bisa mengakibatkan gagal eram.

Kakatua raja misalnya, jika ada orang asing yang menegok biasanya keluar dari sarang. Entah menyerang atau lari. Jika sudah keluar, untuk kembali biasanya lama. Bahkan bisa tidak kembali jika masih merasa ada ançaman.

Karena itu, jenis kakatua raja termasuk kakatua putih lainnya dieramkan menggunakan mesin tetas. “Tidak saja ditengok orang asing keluar nestbox, merasakan ada hujan saja bisa keluar unuk mandi”.

Hal itu berbeda dengan jenis nuri dan bayan. Di PT Anak Burung, untuk burung nuri dan bayan dibiarkan dieram sendiri dan disapih setelah anakan bisa keluar. Pasalnya, jumlah indukan jenis nuri dan bayan cukup banyak bahkan lebih dari 50 pasang sehingga agar tidak kewalahan menetaskan di mesin eram dan meloloh ketika piyik, maka dibiarkan dibesarkan oleh indukan.

Setelah mulai makan sendiri, atau ada juga yang sudah disapih dan agak besar lalu dimasukkan ke sangkar tunggal untuk dibesarkan sampai siap jual. (Bersambung ke Trend Burung Paruh Bengkok bagian 3)

Artikel terkait:

Terus berkembang: Trend burung parih bengkok (1)

Penangkaran perlu racik pakan sendiri: Trend burung paruh bengkok (3)

Jenis kelamin dan penjodohan: Trend burung paruh bengkok (4)

Asesoris, mulai dari harness sampai pampers: Trend burung paruh bengkok (5)

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain. Agar tidak tertipu, pastikan Anda membaca artikel ini (klik saja).

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

diskusi di siniAda pertanyaan atau pesan, sobat? Mohon sampaikan di sini (klik saja). Navigasi Utama:

Tentang iklan-iklan ini

There are 9 comments

  1. adi

    mas, alamat nya PT. ANAK BURUNG dimana??? kalo ada yang bisa dihubungi tolong dicantumkan nmr HP nya… biar ngasih info ga setengah setengah…. kita juga pengen punya burung dengan cara yang resmi…. ato takut ada saingan kok ga mau ngasih alamatnya PT anak Burung….

  2. n@p

    bagaimana cara melakukan transaksi pembelian burung di PT. ANAK BURUNG?, apakah sertifikat’y memiliki kekuatan hukum yang sah atau cuma sertifat abal-abal….!!! jgn lpa blz komen ke email sya…………………..

  3. dodik

    bagaimana bedakan nuri kepala hitam jantan dan betina soalnya saya punya nuri kepala bhitam jinak total…… sepertinya sih jantan hheheeeeh….

  4. Junet

    nah yang seperti ini yang perlu di informasikan ke pecinta burung dari sisi pelestarian. dilarang keras membeli burung dari tangkapan liar. boikot tangkapan liar terhadap burung. sebaiknya untuk lomba burung, burung yang dilombakan harus dari ternakan yang bersertifikasi. kalau ada LOMBA MENGGUNAKAN BURUNG TANGKAPAN LIAR, sebaiknya ditertibkan, tangkap ! seperti burung yang ditangkap itu

  5. somat

    nah yang seperti ini yang perlu di informasikan ke pecinta burung dari sisi pelestarian. dilarang keras membeli burung dari tangkapan liar. boikot tangkapan liar terhadap burung. sebaiknya untuk lomba burung, burung yang dilombakan harus dari ternakan yang bersertifikasi. kalau ada LOMBA MENGGUNAKAN BURUNG TANGKAPAN LIAR, sebaiknya ditertibkan, tangkap ! seperti burung yang ditangkap itu

Komentar ditutup.