Trainer adenium Indonesia go internasional

Ini bukan rekayasa bukan pula cerita ngibul, karena memang salah satu trainer Adenium kita sudah mulai dipercaya Ademania Thailand untuk membetulkan pohon-pohonnya. Masak iya sih?

Maaf foto sudah dialihkan!

Kejadian ini sungguh membuat bangga penulis dan rombongan dari Indonesia yang tengah melakukan kunjungan ke negeri Gajah putih itu demi lawatan seputar Adenium di mana salah seorang trainer Adenium asal pulau Dewata, Bali yang juga turut dalam rombongan didaulat oleh salah seorang Adenium mania (Ademania) asal distrik Pathumtani, Thailand untuk menggarap salah satu pohon kesayangannya agak bisa tampil lebih menarik.

Pohon Adenium berjenis Thai Soco Petch Bana berukuran jumbo yang akan digarap waktu itu memang nampak tidak begitu terawat walau sempat disentuh sedikit oleh seorang trainer yang hasilnya memang tidak begitu maksimal.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Menurut Kadek Marute, sang trainer dari Bali itu, bahwa sebenarnya pohon yang akan Ia percantik itu memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pohon bagus bahkan sangat mungkin kelak menjadi pohon jawara, namun karena kemungkinan sang pemilik tidak memahami besarnya potensi sang pohon maka tidak terlalu diperhatikan untuk menumbuhkan potensinya.

Al hasil, setelah beberapa saran diajukan oleh Kadek maka Diapun didaulat untuk merubah total penampilan sang pohon agar muncul potensi jawaranya. “Saya sangat sayang pada pohon ini dan ingin sekali Ia tampil cantik dari saat ini,” kata Anucha sang pemilik pohon pada Kadek yang selanjutnya mendesak agar Kadek segera memermak si Thai Soco itu.

Bertindak memang tidak semudah berbicara, ketika mendapat desakan, Kadek, walau dengan sedikit keragu-raguan akhirnya juga memperagakan ke lincahan tangannya dalam mentraining pohon demi membuat sang pohon menjadi tampil maksimal. Langkah pertama, dengan mulai tanpa ragu, Kadek langsung memelototi tiap sisi dan sudut dari pohon, selanjutnya, jari-jemarinya mulai melepasi beberapa kawat aluminium yang sempat melilit beberapa cabang yang menurut Kadek tidak berada pada posisi yang benar.

Langkah kedua, dibantu beberapa rekan, Kadek melakukan pruning daun total hingga tak tersisa sedikitpun daun di pohon itu.

Sang pemilik pun sempat terkejut dengan langkah ini, karena hal ini dinilai Anucha cukup frontal, dan dia sempat bertanya apakah harus dihabiskan semua daunnya dalam proses training ini?

Dengan sigap Kadekpun menjawab, “Tentu, dengan pruning daun akan mudah terlihat posisi cabang atau anak cabang mana yang tidak tepat hingga harus diarahkan ke arah yang benar,” jawab Kadek.

Nampaknnya jawaban Kadek itu cukup memuaskan Anucha hingga langkah selanjutnyapun mulai dilancarkan Kadek. Ya, langkah selajutnya adalah dengan mulai melilit-lilitkan kawat aluminium besar pada cabang-cabang utama sembari mengarahkan cabang-cabang itu.

Nggak hanya cabang, anak-anak cabang pun mulai dihinggapi kawat lewat tangan Kadek, sekali lagi demi mengarahkannya ke arah yang benar hingga tidak saling menutupi antara satu cabang dengan cabang lainnya.

Setelah langhak mengawat dan mengarahkan tuntas, kini giliran mata sang trainer mengamati satu persatu cabang dan anak cabang yang masih patut dipertahankan atau tidak. Setelah ditemukan beberapa target pemangkasan langsung saja tangannya mengambil pisau dan memangkasnya.

Hampir tuntas memang, namun masih ada satu langkah lagi yakni menyesuaikan ukuran kanopi (bagian atas pohon) dan center top pohon hingga sang pohon nampak proporsif dalam bentuknya, mulai dari caudek, batang hingga anak cabang atau bahkan ranting.

Di sini memang ada sebutan ranting karena memang pohon ini memiliki tahapan yang sudah cukup tinggi walau di berjenis Thai Soco, di mana kalau di Indonesia masih sangat jarang pohon Soco yang memiliki tahapan hingga ranting.

Sudah Tuntas?, “Ya dan sekarang Mr. Anucha sudah boleh berkomentar lagi soal hasil trainingan orang Indonesia,” kata Kadek sambil tertawa.

“Saya pikir pohon ini memang sudah berubah drastis, dan saya cukup setuju dengan gaya tariningan Anda,” jawab Anucha dengan bahasa Inggris yang kental logat Thai itu sambil tersenyum dan menyalami Kadek.

Wah nampaknya Kadek sukses merebut simpati orang Thailand dalam training pohon. Buktinya, beberapa pohon yang lain yang ada di rumah Anucha ingin juga dipermak Kadek. Wah, bisa nggak pulang-pulang ke Indonesia nih kalau ordernya semakin banyak.

Selamat deh buat Kadek yang sudah menambah kebanggaan Ademania Indonesia di negeri orang. (Senja Agroburung; Penulis, Editor)

Maaf foto sudah dialihkan!
Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

3 Comments

Komentar ditutup.