Pengaruh hormon seksual pada kicauan dan perilaku “over birahi” burung

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Selama ini, saya memendam sebuah pertanyaan yang selalu saya coba cari jawabnya, yakni apa hubungan antara tingkat birahi pada burung dengan tingkat “kegacoran” (frekuensi kicauan). Bentuk pertanyaan itu antara lain adalah, pertama, apakah semakin burung birahi, dia semakin gacor (rajin berkicau)? Pertanyaan kedua, apakah burung yang rajin berkicau berarti dia sedang birahi? Ketiga, apakah burung yang sama sekali tidak birahi berarti dia juga tidak mungkin berkicau sama sekali?

Pertanyaan-pertanyaan itu selalu mengganggu benak saya, sebab jika tingkat birahi berbanding lurus dengan tingkat kegacoran, maka burung yang tidak birahi tentulah tidak mungkin bisa gacor. Faktanya, banyak burung muda atau bahkan masih trotolan (yang secara biologis tidak mungkin dia sudah memasuki masa birahi) yang sangat gacor, tidak henti-hentinya berkicau, baik pagi, siang maupun sore hari.

Pertanyaan ini baru terjawab setelah saya membaca sebuah artikel di www.junglewalk.com. Dalam artikel berjudul A Concert of Bird, disebutkan bahwa kicau burung dapat dibagi menjadi 3 tipe, yakni nyanyian, siulan atau jeritan dan peniruan suara (singing, crying and voice imitating).

Ketika burung berkicau dalam artian “bernyanyi”, burung mengeluarkan suara bersuku kata banyak, melodius dan disuarakan secara terus-menerus. Bedanya “nyanyian” dengan tipe suara lainnya adalah bahwa nyanyian ini berada di bawah kontrol hormon seksual. Hal ini berbeda dengan suara siulan. Meski disuarakan secara terus-menerus dan juga melodius, siulan tidak berada di bawah kontrol hormon seksual. Kicauan dalam artian “bernyanyi” juga berbeda dengan apa yang disebut “peniruan suara” atau voice imitating.

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

Perbedaan lain antara “nyanyian” dan “siulan” adalah bahwa nyanyian disuarakan oleh burung berjenis kelamin jantan, sedangkan siulan disuarakan oleh burung baik jantan maupun betina.

Fungsi dari nyanyian burung jantan adalah sebagai suatu cara bagi burung untuk merayu pasangan, menandai dan mempertahankan wilayah mereka serta memperingatkan burung lain agar tidak masuk kawasan tersebut. Sedangkan fungsi siulan adalah alat berkomunikasi burung satu dengan lainnya, misalnya sebagai sebuah panggilan, pemberi peringatan akan datangnya bahaya, ekspresi keterkejutan, kesakitan dan juga ekspresi senang.

Kadang-kadang sangat sulit untuk membedakan antara siulan dan nyanyian. Namun secara umum bisa disebutkan bahwa siulan tidak dipengaruhi oleh perubahan musim dan perubahan kondisi hormonal, serta bisa disuarakan oleh semua burung, baik jantan maupun betina, tua ataupun muda.

Bagaimana halnya dengan apa yang disebut sebagai voice imitating? Dalam artikel A Concert of Bird itu tidak ada perincian tentang “peniruan suara” tersebut. Bahkan di sana hanya disebut bahwa “makna biologis dari peniruan suara hingga kini belum diketahui secara pasti”.

Meski demikian, dari poin-poin yang disebutkan dalam artikel tersebut, saya sendiri kemudian menyimpulkan bahwa:

1. Semakin birahi seekor burung, maka dia akan semakin sering bernyanyi (gacor atau rajin berkicau).

2. Meski tidak birahi, semakin senang burung pada situasi atau kondisi tertentu, maka dia akan semakin rajin berkicau (dalam konteks bersiul secara terus-menerus dan juga melodius).

Antara over birahi dan galak

Namun pertanyaan lainnya segera menyusul, yakni benarkah burung-burung yang selalu menabrak sangkar dan seakan mau melabrak ketika melihat burung lain disebut over birahi? Menurut saya, burung yang berpeilaku demikian itu tidak bisa disebut over birahi. Burung ini hanyalah ingin menunjukkan bahwa dia tidak mau ada burung lain berada di sekitarnya yang tentunya dia anggap sebagai wilayah teritorinya.

Dengan demikian, usaha mengurangi ekstra fooding dan makanan lainnya untuk mengurangi “over birahi” yang seperti itu tidak akan pernah membawa hasil. Kalau dipaksakan, burung akan terlihat sakit, lemah tak bertenaga. Lantas, apa yang harus dilakukan jikia burung kita terlihat ganas dan garang atau galak terhadap burung lain? Menurut saya, hal yang perlu dilakukan adalah “menanamkan sikap toleran” pada burung itu atas keberadaan burung lain di sekitarnya.

Bagaimana caranya? Yah, caranya dengan mempertemukan burung tersebut dengan burung lain dalam jangka waktu tertentu. Dengan cara ini diharapkan masing-masing burung tidak akan memperlihatkan sikap ganas atau galaknya kepada burung lain yang ada di sekitarnya. Jika sikap toleran sudah terbentuk, barulah bisa diharapkan mereka hanya bersaing memperdengarkan suara atau nyanyian untuk menunjukkan siapa yang paling berkuasa di wilayah tersebut.

Dalam konteks apa yang saya sebutkan di atas itulah kita bisa memahami perlunya cas (charge) pada sesama anis merah (AM) sebelum digantangkan di arena lomba. Tanpa adanya upaya pemaksaan agar burung kita bertelorenasi dengan burung lainnya di arena lomba dengan cara cas sebelumnya, tidak mengherankan kalau anis merah kita hanya naik-turun tangkringan ingin mengejar musuh ketika digantang bersama anis merah lainnya.

Apakah penanaman sikap toleran itu hanya berlalu ketika burung akan digantang di arena lomba? Tentu saja tidak. Penanaman sikap toleran perlu dilakukan juga di rumah, khususnya untuk burung-burung yang terlalu sering bersikap galak dan ganas jika melihat burung lain. Latihlah untuk sering bertemu dengan burung lain, maka dia akan belajar untuk bertoleransi.

Meski demikian harus disadari, ada burung-burung tertentu yang pembawaannya sangat galak atau ganas dan tidak pernah mau bertoleransi meski sudah berkali-kali kita sandingkan dengan burung lain. Jika segala upaya sudah dilakukan namun tidak membawa hasil, maka kita harus menyadari pula bahwa sebagaimana halnya manusia, ada burung dengan sifat dan karakter tertentu yang tidak bisa diubah atau sulit diubah dengan cara apapun.

Cerita tentang burung ganas dan galak serta bagaimana pengendaliannya, bisa kita lihat misalnya pada artikel Prospek MB ganas… dan juga Sangkar delapan tangkring untuk kenari ganas.

Salam sehat burung Indonesia. Om Kicau.

Tulisan terkait:

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

39 Comments

    • ada beberapa kemungkinan, over birahi akibat settingan yang terlalu kencang untuk hariannya, kutu yang bersarang disekitar kloaka, mb kalah mental oleh burung lain yang lebih fight dan gacor. tentukan dulu persoalannya om.

  1. Om mau tanya tentang anis merah saya, 3 bln kemarin mulai mabung ,pertama seluruh leher dan ekor rontok, kemudian udah tumbuh lagi bagus, cuman yang lainnya ada yang ga rontok terutama bagian sayapnya (bulu lama ), perlakuan ke anis gimana yah, apa perlakuannya mandi tiap hari atau perlakuan seperti burung saat mabung

    • over birahi merupakan sifat birahi yang terlalu tinggi (biasanya akibat stelan ef) sementara burung tidak bisa mengkontrolnya atau mengolah rasa birahi tersebut.

  2. om saya mau nanya nih ! pentet saya galak saat tangan saya masukan kesangkar dia patuk ! tapi dia rajin bunyi apa itu yg di sebut birahi ?

  3. burung ku isian sangat bnyak,tapi susah mau keluarkan isian nya…
    kal0 jumpa betina,dgan laju menukar isian..
    bantuu please. . . .

  4. Om sya punya cucak ijo sya tempel pakai Lb yg ad malah naik turun tangkringan sambil bwa mkanan dimulutnya sambil ngoceh ap itu termasuk over birahi

  5. mau tanya om. kacer ane kalo di peremukan ma kacer laen nabrak nabrak sangkar trus matukin buunya ampe bedarah darah kasian banget gimana cara ngatasinya ya mohon pencerahanya../?

  6. siang om,aku punya cendet jabar muda,ekor baru tumbuh sehabis rontok.kenapa kalau malam selalu nabrak sangkar,spt ketakutan..bantu solusinya ya om..kalau bisa ke e-mail saya..mohon bantuan teman-teman para pecinta cendet…..please….

  7. Permisi Om kicau saya rudy dari samarinda pecinta burung berkicau benar2 sangat senang sekali dengan adanya website BIRD CLUB ini karena semua penjelasan permasalahan2 pada asuhan kita memang sangat bermanfaat sekali dan memang yang banyak terbukti kebenarannya saya ucapkan terima kasih atas semua penjelasan2 dari Om kicau semoga BIRD CLUB makin jaya melestarikan kicauan kicauan indonesia Amin…

  8. mau nanya om pentet ku kurang bunyi gacor kalo di adu ef jangkrik 10 ekor bagus gak kalo di kasih kroto trims sebelumnya om

  9. AM qu selalu pengen mengejar aku….kadang kala kayak menggergaji sangkarnya dan yang paling parah kadang mematuk-matuk kakinya…..kalo boleh dikatakan mungkin sudah over birahi…terus gimana solusinya om….padahal porsi eF dan segala sesuatunya udah di kurangi…

  10. Salam Kicaumania……. Saya mau tanya…. Saya punya Love bird Supaya bisa ngekek panjang N cucak hijau macet bagaimana cara mengatasinya…………….

  11. assalamu alaikum om DTS
    semoga sehat dan sukses selalu

    saya punya CR gualak banget udah 2 betina dihajjar hasilnya 1 betina mati dgn sukses hehe…
    saya lagi penasaran dan mau eksperimen kenapa dia galak banget dan bagaimana cara mengatasinya.
    nanti saya ambilkan videonya waktu dia menghajjar tangan yg masuk kekandangnya, setelah “ngerasain” sendiri gak heran kalo dia bisa membunuh burung lain.
    yg terpikir:
    1. saya mau “biarkan” dia menghajar tangan setiap hari sampe dia bosen (kali ini saya pake glove karet) istilahnya kuat-kuatan, atau
    2. setiap hari saya tangkap dan dimandikan seperti perkutut.

    mohon saran dan tanggapannya om

    suwun

  12. malam om…
    pusing nii om..saya ada burung kacer udah 2x mabung..umur 2-3 thn.kacer saya ini udah jinak am manusia dan punya mental cukup bagus, saat ini saya sering bawa latihan dilatber dikota kami dumai-riau..saat dirumah burung kacer ini rajin dan gacor bangat…cm waktu dilombakan ,kacer saya ini kalo dari gaya ok gak bagong ..cuma suaranya kecil om..sehingga selalu juara harapan aj om..juri pada bilang kekurangan kacer ini suaranya kecil ,gaya top dee..gmana cara supaya suara kacer bisa nyaring dan keras om..harian jangkrik 3 pagi,3 sore,kroto tiap 2 hari,pemastera pake sonicmaster.. mandi dan jemur tiap hari .apakah perawatan saya salah om?..mohon petunjuknya.om.. biar gak stress om..terimakasih ..

  13. hm….saya suka ulasan yang reasonable. nice bro, saya yakin akan asangat membantu bagi para pemain anis merah pemula pada khususnya dan pecinta kicauan pada umumnya.

    • Emang bner2 over birahi…. Coz sblumnya bunyi N msh mau diadu… pi lama klamaan g mau bunyi sama skali…….. Please Bntu yaw………….

Komentar ditutup.