Beberapa “keanehan” dalam penangkaran lovebird Nesya Bird Farm Jakarta

Istri merupakan belahan jiwa bagi sang suami, demikian pula sebaliknya. Ungkapan klise itu menemukan kebenarannya pada Ny Edy Palma, seorang ibu rumah tangga di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Bermula dari kebiasaan suami yang hobi burung dan sering mengajaknya ke arena lomba, Ny Edy malah berinisiatif menjadi breeder lovebird dan berhasil. Uniknya, hasil penangkaran tidak untuk dijual! Masih banyak “keanehan” lain dari penangkar lovebird yang satu ini.

Awalnya, Ny Edy hanya ikut menemani suami yang sering membawa burung-burung jagoannya ke arena lomba, terutama lovebird. Ramainya peserta di kelas lovebird dalam 2-3 tahun terakhir terus menggodanya. Sebab, di rumah, suami memiliki koleksi puluhan lovebird kualitas lomba.

Iseng-iseng, dia mencoba menangkar burung cantik dari keluarga paruh bengkok ini. Beberapa ekor lovebird dipasangkan, dan ternyata menghasilkan anakan cukup banyak. Ny Edy menjadi ketagihan, sehingga kini menambah puluhan pasang indukan lagi.

Saat ini, di kediamannya di Kebon Jeruk, sudah ada 10 kandang indukan. Bahkan dia juga membangun kandang penangkaran lebih besar di Sukabumi, Jawa Barat, yang sudah terisi puluhan pasang indukan produktif.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

penangkaran lovebird
Anakan lovebird kualitas lomba hasil penangkaran Nesya Bird Farm.

Sebagian besar materi kandang merupakan indukan yang berprestasi di lapangan, dengan kualitas suara yang keras dan ngekek panjang-panjang. “Semua induk sudah dipilih yang paling berkualitas, dan pernah jadi juara. Sebab saya membelinya dari lomba ke lomba,” kata Ny Edy.

Burung-burung jawara ini kemudian dimasukkan ke kandang battery model soliter, yang hanya berisi satu pasangan induk. Kandang dibuat berjejer dan bertingkat, serta berada dalam satu ruangan besar.

Sang suami memberikan dukungan penuh kepada istrinya. “Sejak mulai menangkar, istri saya punya kesibukan baru, mengasuh anakan-anakan lovebird,” goda suaminya yang merupakan pengusaha properti ini.

Untuk menjaga kualitas, dia tidak asal comot indukan. Meski semua indukan lovebird merupakan burung kualitas lomba, seleksi tetap diberlakukan. Sebab tujuannya adalah mencetak produk kualitas lomba. Yang tidak lolos seleksi, tetapi punya warna bagus, dipisahkan untuk mencetak warna-warna eksotik.

Kebutuhan pakan indukan tidak berbeda dari penangkaran lovebird pada umumnya. Selain biji-bijian seperti juwawut, millet dan sejenisnya, dia juga memberikan extra fooding (EF) untuk meningkatkan  produktivitas indukan.

“Agar pasangan induk cepat birahi dan kawin, porsi kangkung harus diperbanyak. Kangkungnya pun harus yang segar dan bersih. Jika induk sedang bawa anakan, porsi jagung muda juga harus diperbanyak. Jagung muda lebih aman untuk anakan yang sedang diloloh induknya,” jelas Ny Edy.

Anakan dipanen umur 2-3 hari

Salah satu “keanehan” dari penangkaran lovebird ini adalah waktu pemanenan anakan yang terbilang ekstrem, yaitu umur 2-3 hari. Sebenarnya ini merupakan masa kritis bagi anakan lovebird, karena fisiknya masih teramat lemah.

“Setelah telur menetas, anakan diasuh induknya hanya sampai dua hari saja. Bahkan pernah hanya sehari langsung dipanen, dan tetap hidup mulus hingga besar,” kata Ny Edy Palma.

Begitu diangkat dari kandang induk, anakan dipindah ke boks atau kotak plastik yang sudah dilapisi serabut lembut. Ini merupakan keanehan kedua. Lazimnya, anakan burung (jenis apapun) yang baru dipanen akan dimasukkan ke boks inkubator yang dilengkapi dengan lampu penghangat.

Ny Edy sama sekali tak pernah menggunakan boks inkubator, juga tidak menyediakan lampu penghangat. Anakan hanya ditempatkan dalam boks plastik (lihat gambar). Pada masa ini, anakan diasuh langsung oleh Ny Edi, termasuk melolohnya sampai burung bias makan sendiri (sekitar umur 1,5 bulan).

Kotak plastik untuk perawatan anakan pasca-panen.
Kotak plastik untuk perawatan anakan pasca-panen.

Selanjutnya, burung dipasangi ring dengan kode NESYA. Ya, meski tak dipasarkan, Ny Edy Palma tetap memberi nama pada penangkarannya, yaitu Nesya Bird Farm.

Memasuki umur 2 bulan, burung dipelihara di kandang pembesaran yang bersifat koloni. Satu kandang diisi beberapa ekor burung yang umurnya sejajar, sehingga pertumbuhannya menjadi lebih cepat dan sehat. “Kalau beda umur, anakan bisa saling menyerang. Yang kecil biasanya kalah bersaing dalam mendapatkan pakan,” jelasnya.

Pakan anakan hanya menggunakan tepung susu, voer halus, jagung, kangkung, serta bubur bayi. Semuanya dicampur jadi satu, diblender hingga halus, dan diberi sedikit air hangat.

Ketika masih piyikan, pakan diberikan setiap saat, sepanjang burung merasa lapar. Cara seperti ini lebih aman, karena pakan anakan selalu terkontrol. Lain halnya jika diasuh oleh induknya sendiri. Karena anaknya banyak, induk sering mendahulukan anaknya yang lebih besar.

Anakan lovebird dibawa ke mal

Pergi ke mal pun anakan lovebird selalu dibawa.
Pergi ke mal pun anakan lovebird selalu dibawa.

Konsekuensinya, Ny Edy tidak bisa leluasa meninggalkan rumah terlalu lama, sebab setiap saat harus meloloh piyikan. Bahkan kalau pergi ke mal atau menemani suami ke arena lomba, anakan lovebird tetap dibawa dengan menggunakan boks plastik.

“Bahkan masuk mal pun saya tetap bawa boks plastik berisi anakan lovebird. Sebab kalau burung ini saya tinggal di rumah, nggak ada yang ngasih makan,” ungkapnya.

Bagaimana dengan nasib indukan setelah anakan dipanen? Indukan diistirahatkan selama 2-3 hari. Saat diistirahatkan, kandang dan seisinya dibersihkan.

“Bahan sarang lama dikeluarkan, kotak sarang dijemur, kemudian diisi dengan bahan sarang yang baru. Setelah itu, indukan kembali dimasukkan ke kandang. Seminggu kemudian, induk betina akan kembali bertelur,” jelas Ny Edy.

Ya, inilah beberapa “keanehan” dari penangkaran lovebird Nesya Bird Farm. Satu hal yang pasti, sebagian besar lovebird hasil penangkarannya relatif jinak, serta mudah beradaptasi dengan manusia dan lingkungan di sekitarnya. Ini karena burung sejak piyikan diloloh pemiliknya.

Sayangnya, karena penangkaran lovebird yang dijalankannya hanya sekadar hobi dan untuk memenuhi kebutuhan burung lomba bagi keluarganya, Ny Edy Palma hingga kini belum berniat menjadikannya sebagai usaha komersial.

Padahal banyak rekan sesama pemain yang ingin membelinya, bahkan memberikan tawaran lumayan tinggi. Mereka faham, produk Nesya Bird Farm berasal dari indukan trah juara.

Ya, inilah uniknya Nesya BF. Sampai saat ini, semua produknya masih bersifat not for sale.  Entah, suatu saat nanti ! (d’one)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.