Bursa Love Bird Solo: Gebrakan cerdas Itok LB Shop

Itok Love Bird Shop Solo membuat aksi yang benar-benar membuat para pecinta lovebird di Solo dan sekitarnya makin bergairah. Dalam sepekan ini, hampir setiap sore digelar semacam latihan bersama (latber) di halaman tengah Taman Pasar Burung (PB) Depok Solo. Namun, konsepnya bukan sekadar lomba seperti pada umumnya, melainkan bursa lovebird. Apa sih maksudnya bursa? Mengapa Om Kicau menyebutnya sebagai gebrakan cerdas?

Bursa Love Bird Solo
Suasana Launching Bursa Love Bird Solo di PB Depok, Kamis (13/2).

Om Kicau berharap liputan ini bisa memberi pilihan atau alternatif bagi event organizer (EO) lainnya, juga bagi komunitas pecinta lovebird (apapun namanya), dalam rangka bertransaksi burung lovebird yang punya kualitas lomba.

Om Itok, Om Puguh, Om Nano, dan kawan-kawan memberi nama even unik ini sebagai Bursa Love Bird Solo. Sejak awal, setiap peserta telah bersepakat dengan aturan main. Dalam hal ini, pemilik lovebird yang gaconya menjuarai setiap sesi harus bersedia melepas burungnya untuk dijual.

Berapa harga jualnya? Tergantung kemasannya.

Maaf menyela: Dapatkan aplikasi Omkicau.com Gratis... Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk Android di Google Play Dapatkan Aplikasi Omkicau untuk iPhone di App Store

Untuk bursa lovebird hari Senin, Rabu, Kamis, Jumat, dan Minggu, tiket hanya seharga Rp 5.000 per sesi. Kalau juara, lovebird harus dilepas dengan harga maksimal Rp 2 juta. Tim juri terdiri atas tokoh-tokoh pemain lovebird di Kota Solo

Khusus hari Rabu pekan kedua, seperti Rabu (12/2) kemarin, digelar Bursa Spesial. Tiketnya menjadi Rp 10.000. Kali ini tim juri terdiri atas juri-juri senior di Solo. Jika juara, burung harus dilepas dengan harga maksimal Rp 3 juta.

Bursa Love Bird Solo libur pada hari Selasa dan Sabtu, untuk menghormati dua EO lain yang selama ini memiliki jadwal latihan rutin. PJSI Solo menggelar latihan rutin di Manahan, setiap Selasa. Adapun IKPBS Solo juga rutin menggelar latber / latpres di Balekambang, setiap Sabtu.

Setiap sesi terdiri atas 33 gantangan, yang disusun tiga baris. Jadi, setiap baris berisi 11 gantangan. Tiga juri akan memberi penilaian sambil duduk. Setelah beberapa menit menilai, para juri bertukar posisi atau tempat duduk, agar semua burung bisa terpantau dengan cermat. Untuk memberi gambaran suasana lomba, silakan lihat gambar di bagian atas halaman ini.

Menjembatani breeder/pemain dan pencari LB prospek

Bursa Love Bird Solo
Trio penggerak Bursa Love Bird: (dari kiri) Itok, Nano, dan Puguh.

Bursa Love Bird Solo yang digelar Itok LB Shop memiliki beberapa manfaat. Misalnya, dapat menjembatani breeder, pemain lovebird, dan pencari gaco berkualitas secara langsung. Penangkar dan pemain bisa segera menjual lovebirdnya, meski debutan baru, dengan harga yang layak.

Sebaliknya, para pencari lovebird dapat memperoleh bahan berkualitas dengan harga wajar, setara dengan kualitasnya.

Respon dari lovebird lovers di Solo ternyata luar biasa. Peserta selalu penuh. Setiap sore bisa digelar 3-4 sesi, tergantung kondisi cuaca.

Karena animo peserta luar biasa, akhirnya tiket diberi kuota atau jatah. Separo untuk kalangan bakul di PB Depok, separo lagi untuk peserta umum.

Setelah sukses menggelar ujicoba selama beberapa hari, akhirnya hari ini dilakukan Launching Bursa Love Bird Solo di halaman tengah PB Depok. Karena hujan deras, panitia hanya bisa menggelar dua sesi saja.

Saat sesi pertama baru selesai, hujan mengguyur kawasan PB Depok. Sekitar pukul 17.00, hujan reda dan peserta yang setia menunggu meminta sesi kedua dilanjutkan.

Meski masih ada sedikit gerimis, dan bagian bawah halaman masih ada genangan air, peserta tetap semangat. Ketika sesi kedua mau rampung, gerimis makin membesar. Bursa akhirnya ditutup karena hari juga mulai gelap.

Bursa Love Bird Solo
Primadona: Juara sesi pertama.

Berdampak positif terhadap omzet pedagang

Kalangan pedagang di Taman PB Depok Solo juga menyambut baik gebrakan Itok LB Shop yang rutin menggelar Bursa Love Bird setiap hari, kecuali Selasa dan Sabtu. Pasalnya, secara tidak langsung, ada keramaian setiap hari di PB Depok, dan berdampak positif terhadap peningkatan omzet pedagang.

“Saya sangat mendukung setiap kegiatan yang bisa membuat pasar makin ramai. Harus diakui, Bursa Love Bird yang diprakarsai Mat Itok, Puguh, dan kawan-kawan ini sangat positif dan bisa memajukan serta meramaikan Pasar Burung Depok,” kata Suwarjono, ketua Paguyuban Pasar Burung Depok.

Menurut Itok, kegiatan ini tidak dimaksudkan untuk mencari untung. “Tetapi kegiatan ini sudah bisa meningkatkan transaksi penjualan love bird di pasar ini, termasuk di kios milik saya. Karena itu, para pedagang di sini, khususnya pedagang lovebird, juga sangat mendukung Bursa Love Bird Solo,” kata dia.

Baik Itok maupun Puguh mengaku mendapatkan banyak pesanan dari para pemburu lovebird di luar kota, terutama mereka yang tidak sempat datang ke Solo.

“Mereka minta dipilihkan gaco yang layak disiapkan ke lomba, dengan standar harga dua juta rupiah untuk bursa regular, dan tiga  juta rupiah untuk bursa spesial,” kata Puguh, yang juga menjadi salah satu juri Bursa Love Bird Solo.

Wah, ini benar-benar gebrakan cerdas, menguntungkan semua pihak, memberikan multiplier effect (dampak pengganda) terhadap aktivitas perekonomian di Taman PB Depok Solo.

Model ini dapat ditiru di daerah lain, baik untuk jenis lovebird, atau ingin membidik spesifikasi jenis burung lainnya seperti kenari, murai batu, bahkan anis kembang dan anis merah. (Waca)

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.

1 Comment

Komentar ditutup.