Petir sambar Latber PKMT Tonjong, Kab Bogor, 1 peserta meninggal dunia, 5 orang luka bakar

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini

Duka menyelimuti kicau mania Tonjong, setelah petir menyambar lokasi latber PKMT Tonjong yang penuh dengan peserta. Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian, sedangkan lima orang lainnya mengalami luka bakar parah, dan saat ini tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Atang Sanjaya, Bogor.

Latber PKMT diterjang petir
Ilustrasi latber

Musibah tersebut terjadi pada Rabu (19/3) sore, ketika itu gelaran lomba masih berlangsung saat cuaca tiba-tiba mendung sekitar pukul 15:30 WIB dan petir langsung menyambar mereka. Pada awalnya latber yang digelar di Rt 2/4 kp Tonjong, Kecamatan Tajur Halang,  Kabupaten Bogor berjalan seperti biasa, tanpa ada tanda-tanda akan turun hujan deras.

Johan (26) peserta dari Batavia SF, warga Rt 02/10, Desa Kali Suren, Bojonggede, langsung meninggal di tempat, ketika petir menyambar. Lima orang lainnya, yaitu, Jaya (16), Agus (39), Eris (32) dan Jihan (4) selamat, meski mendapat luka bakar hampir 50 % dan harus mendapatkan rawatan intensif di Rumah Sakit AURI Atang Sanjaya, Bogor.

Latberan yang rutin digelar setiap Rabu siang ini, merupakan salah satu agenda dari para kicaumania Tonjong yang tergabung dalam Paguyuban Kicau Mania Tonjong (PKMT). Peserta yang datang pun berasal dari berbagai daerah, seperti Bojonggede, Depok, Parung dan Bogor.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com

Setelah kejadian pada hari Rabu kemarin, tampaknya tidak akan menyurutkan semangat para kicaumania Tonjong untuk tetap terus menggelar latber sebagai perwujudan bentuk silaturahmi antara kicau mania di kabupaten Bogor.

Semoga bisa diambil hikmahnya

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

3 Comments

  1. saya ikut berduka cita yg dalam untuk korban meninggal maupun yg masih dirawat…..
    mungkin ini pelajaran bagi semua penyelenggara Lomba maupun latberan burung kicau untuk memperhatikan kondisi lapangan dan cuaca di daerah yang akan digunakan lomba.
    Dari tulisan di atas.., kenapa setelah terjadi musibah tsbt, lomba masih diteruskan…, seharusnya panitia menghentikan lomba…, untuk menunjukkan empati terhadap korban….
    Terima kasih.

    • setelah kejadian lomba tidak diteruskan om, karena suasana yang tidak memungkinkan, selain masih hujan deras, juga karena banyaknya korban yang terkena sambaran petir tersebut, baik dari peserta maupun dari penonton yang berteduh.

Komentar ditutup.