Luwes Jr 002, lovebird belia yang sinarnya makin terang

Mau pasang iklan di Omkicau.com, klik di sini

Luwes Jr 002 merupakan lovebird hasil breeding Om Benny, ketua Luwes BC Solo. Penampilan gaco belia ini terus membaik, seiring dengan jam terbang yang terus bertambah. Prestasi terbaru lovebird Luwes Jr 002 adalah menjuarai Kelas Wadanyon dalam even Danyon Cup 408 / Suhbrastha di Sragen, Minggu (30/3). Banyak hal yang bisa kita pelajari dari cara Om Benny Luwes mencetak lovebird jawara dari hasil penangkarannya.

Penampilan lovebird Luwes Jr 002 dalam Danyon Cup 408 / Suhbrastha di Sragen memang sangat menjanjikan. Turun di Kelas Wadanyon, lovebird belia ini bertarung menghadapi beberapa lawannya yang jauh lebih senior di kawasan Solo Raya, yang dikenal sebagai “kandang macan” di kelas lovebird.

Tetapi Luwes Jr 002 seperti tak terpengaruh. Beberapa pengalamannya saat mengikuti lomna terdahulu membuat mentalnya meningkat, dan ini mempengaruhi kestabilan prestasinya. Bahkan, dalam Kelas Wadanyon, gaco andalan Om Benny ini memperoleh koncer A mutlak dari tim juri.

- Tanya Om Kicau, silakan di sini.

- Bingung cara mencari artikel di omkicau.com, cek artikel ini.

Dapatkan omkicau.com untuk Android dan IOS:

Aplikasi Android Omkicau.Com

Aplikasi IOS Omkicau.com
Lovebird Luwes Jr 002
Luwes Jr 002, lovebird belia, yang sinarnya makin terang.

Sepekan sebelumnya, Luwes Jr 002 juga mengikuti kontes IKPBS Special Open di Solo (22/3), dan juara 3. Perlu dicatat, meski levelnya lokal, kontes IKPBS Special Open selalu diikuti burung-burung mapan, sekelas kontes besar, sehingga sering dihadiri para kier master atau pemantau burung prospek.

Sebenarnya, Luwes Jr 002 hanyalah sebagian kecil lovebird hasil breeding Om Benny yang dibawa ke lapangan. Ada beberapa gaco belia lainnya yang kini dalam proses menuju kestabilan penampilannya seperti Raja Amplop dan Sulastri.

“Beberapa burung lainnya sudah berada di tangan lovebird lovers lainnya, seperti teman-teman dari Kahyangan Kediri,” kata Om Benny.

Om Benny dan Luwes Jr 002.
Om Benny bersama Luwes Jr 002.

Om Benny biasanya melatih anakan lovebird pada umur 3,5 bulan. “Ini untuk melihat bagaimana materi dasar atau karakter awalnya. Setelah tahu karakter awalnya, kita tinggal menjaga ritmenya. Jadi, tidak lantas terus-menerus ditarungkan,” jelasnya.

Sebelum menyeleksi gaco muda yang akan diorbitkan, Om Benny akan memasukkan seluruh anakan dalam kandang ombyokan. Dari sini akan terlihat burung-burung yang aktif bergerak dan bersuara.

Burung yang terpilih akan dipindahkan ke sangkar soliter (individu), sambil terus dipoles dan dilatih. Jika sudah oke, burung muda mulai dijajal dalam latberan.

Luwes BC Solo yang dipimpin Om Benny bukan hanya berisi para pemain lovebird saja. Beberapa di antara mereka juga penangkar lovebird, termasuk Om Benny dan Eko LMS.

Personel Luwes BC Solo
Personel Luwes BC Solo yang dipimpin Om Benny (topi putih).

Para personel Luwes BC, yang terdiri atas 15 orang, setiap saat selalu berkomunikasi dan berkumpul untuk mematangkan strageti mengadapi lomba, juga berbagi pengalaman dalam merawat maupun menangkar lovebird.

Beberapa even ke depan mulai disiapkan, antara lain Perwira Cup 2 di Bekonang, Sukoharjo (13/4), KMB Ngadirojo Wonogiri (20/4), Triwulanan Laskar Sukowati di Sragen (24/4), Gondang Berkicau di Sragen (27/4).

Bulan berikutnya, sudah ada dua even yang dibidik, yaitu Ebod Joss Cup yang digelar IKPBS Solo (4 Mei) dan even nasional Paku Alam Cup yang digelar PBI Jogja, 11 Mei 2014.

Alamat dan nomor kontak Om Benny LWS, silakan silakan klik di sini.

Semoga bermanfaat.

Penting: Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

1 Comment

Komentar ditutup.