HMS BF Depok: Jodohkan lovebird di kandang koloni, lalu dipindah ke battery

Pastikan burung ngerol, ngekek, gacor klik di sini. Supaya beranak pinak? Klik di sini

Breeding lovebird HMS Bird Farm Depok menyimpan kisah menarik mengenai keluarga besar Haji Muhammad Sani yang sama-sama penggemar burung. Buya, panggilan akrab Haji Muhammad Sani (HMS), semula menekuni perkutut, kemudian beternak murai batu, kenari, dan kini lovebird yang dikelola dua putranya, Om David dan Om Ronny. Ada dua produk lovebird di HMS BF Depok, yaitu lovebird ngekek panjang dan lovebird eksotik yang mengandalkan keunggulan warna.

penangkaran lovebird HMS BF Depok
Om David (kiri) dan Om Ronny di kandang penangkaran lovebird HMS BF Depok.

Selain menekuni hobi burung, Buya juga dikenal sebagai pengobat alternatif dan pemilik Yayasan Assrorur Anbiya. Cukup lama menekuni burung perkutut, Buya kemudian aktif pula di burung kicauan.

Beberapa burung orbitan Buya yang pernah moncer di lapangan antara lain murai batu Cover Boy dan Banteng Putih. Semuanya sudah lama pindah ke tangan orang lain.

Eh menyela sebentar... ayuk pasang aplikasi Android omkicau.com gratis

SCAN ATAU KLIK UNTUK MENUJU PLAY STORE

APLIKASI ANDROID OMKICAU.COM - GRATIS

Buya kemudian mendirikan HMS BF. Awalnya fokus pada breeding kenari, kini beralih ke lovebird. Sudah banyak pula kenari dan lovebird hasil ternaknya yang menjadi jawara.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Peribahasa ini berlaku pula pada keluarha Buya. Dua putranya, Om David dan Om Ronny, mengikuti jejaknya sebagai kicaumania.

Duet kakak beradik ini juga aktif mengikuti lomba, terutama di kelas cucak hijau, melalui beberapa gaconya seperti Pandan Wangi dan Palamea.

Karena kesibukannya sebagai pengobat alternatif terapi energi prana, Buya menyerahkan pengelolaan HMS BF kepada kedua putranya itu.

Penjodohan lovebird ngekek panjang

penangkaran lovebird HMS BF Depok
Om David dan adiknya mengecek lovebird yang siap dipasarkan.

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada dua produk yang dihasilkan HMS BF, yaitu lovebird warna eksotik dan lovebird ngekek panjang yang banyak dipesan para pemain.

Untuk menjodohkan lovebird warna eksotik, Om David biasanya menggunakan kandang koloni. Lovebird dengan warna-warni cantik ini dibiarkan mencari pasangannnya sendiri, sampai berjodoh, bertelur, hingga merawat dan membesarkan anak-anaknya.

Proses penjodohan lovebird ngekek panjang pun menggunakan kandang koloni, tentu kandangnya terpisah dari lovebird warna. Tetapi jika sudah berjodoh, burung akan segera dipindah ke kandang battery. Proses bertelur, mengerami telur, hingga merawat anaknya dilakukan di kandang battery.

“Yang penting, sebelum dijodohkan kita sudah melakukan seleksi terhadap calon indukan terlebih dulu. Hanya lovebird yang memiliki suara dan ngekek panjang yang dimasukkan ke kandang koloni. Digabung menjadi satu, sehingga mereka mencari pasangan masing-masing sesuai dengan seleranya,” jelas Om David.

Untuk memudahkan proses penjodohan, di dalam kandang disediakan gelodok / tempat bersarang. Pasangan yang sudah masuk ke gelodok biasanya sudah berjodoh, lalu diambil dan dipindah ke kandang batteryberukuran lebar 45 cm, panjang 50, dan tinggi 60 cm.

Setiap kandang battery dilengkapi dengan dua gelodok, sehingga pasangan indukan dapat memilih tempat bersarang sesuai dengan keinginannya.

Salah satu keuntungan kandang battery adalah memudahkan pencatatan silsilah dan data recording lainnya. Selain itu, kandang battery sangat menghemat tempat, karena kita bisa menyusunnya secara vertikal (bertingkat) dan horizontal (berjajar).

Karena satu ruang digunakan untuk menyimpan puluhan pasangan induk lovebird dalam kandang battery, maka sirkulasi udara dan kebersihan kandang perlu dijaga. Kalau tidak, maka seekor burung yang terserang penyakit bisa mudah menular ke burung lain.

Untuk menjaga kesehatan burung, sebagian atap ruangan bersifat terbuka sehingga semua burung bisa memperoleh kecukupan sinar matahari, terutama pada pagi hari.

Pengelolaan pakan pada HMS BF Depok

Untuk burung induk, Om David memberikan pakan utama berupa milet putih dan merah, canary seed, gabah lampung , juwawut, dan biji matahari.

Adapun extra fooding (EF) berupa sayuran seperti daun kangkung yang diiris-iris, tauge, dan jagung sebagai tambahannya. “Khusus jagung diberikan untuk indukan yang sedang bawa anakan,” jelas Om David.

Dengan menu seperti itu, indukan lovebird cepat berproduksi, terlebih jika usianya sudah mencapai 8 bulan atau lebih. Indukan di HMS BF rata-rata bisa bertelur 3-4 butir, bahkan ada juga yang mencapau 5 butir per periode peneluran (clutch).

Anakan yang menetas dibiarkan diasuh indukannya. Tetapi jika indukan galak atau tidak pandai merawat, maka anakan akan dipanen pada umur 2 minggu untuk dirawat / diloloh perawat.

Setelah bisa makan sendiri, anakan lovebird akan disatukan dengan anakan seumuran dan ditempatkan pada kandang khusus. Setiap pagi, lovebird muda djemur sekaligus dipantau bakat dan kualitas suaranya.

penangkaran lovebird HMS BF Depok
Penjemuran lovebird muda, sambil dipantau performa suaranya.

Sekitar umur 3-4 bulan, Om David akan menyeleksi ulang lovebird-lovebird muda. Kalau mampu narik suara panjang-panjang, burung dimasukkan dalam sangkar tersendiri, dan siap dipasarkan.

Calon pembeli pun bisa duduk santai di gazebo teras rumah HMS BF, sambil memantau burung-burung yang memiliki suara ngekek panjang.(d’one)

penangkaran lovebird HMS BF Depok
Lovebird muda yang sudah narik suara panjang-panjang dan siap dipasarkan. Calon pembeli bebas memantau dan memilih.

Semoga bermanfaat.

Penting:

  1. Burung Anda kurang joss dan mudah gembos? Baca dulu yang ini.
  2. Tanya Om Kicau? Klik saja Curhat.
  3. Cek artikel menarik lainnya di bawah ini:



ANDA PERLU DESIGN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA? KLIK GAMBAR DI BAWAH INI YA…

JASA DESAIN BROSUR DAN PIAGAM LOMBA BURUNG

BURUNG SEHAT BERANAK PINAK… CARANYA? PASTIKAN BIRD MINERAL DAN BIRD MATURE JADI PENDAMPING MEREKA.

Banyak penipu catut nama omkicau.com. Ingat saja sobat, Om Kicau tidak pernah berjualan burung secara online, melalui BB ataupun website lain.

PERACIKAN OBAT/SUPLEMEN BURUNG OM KICAU DI BAWAH PENGAWASAN DAN KONSULTASI DENGAN DRH HM HAYAT TAUFIK JUNAIDI.